KAWAN SLI

Class is Our Priority

 

Oleh: Nurul Aeni

 

Satu hal menarik ketika bercengkrama dengan guru–guru di KOMED adalah topik pembicaraan mereka selalu tentang kelas, anak–anak, dan tentang pengembangan diri guru. Setelah sekian lama kami bergelut di komunitas ini, pertanyaan pemantik yang menjadi evaluasi kami adalah, “Bagaimana kami bisa memengaruhi perubahan di kelas para guru tersebut, sehingga menjadi kelas yang disenangi anak–anak?”

Seorang guru di KOMED merasa tidak percaya diri jika harus mengisi pelatihan tentang media pembelajaran yang menjadi fokus dan kekhasan di KOMED. “Seorang guru seharusnya memberikan pengayaan pada guru lain apabila ia sudah dinilai mampu mempraktikkan semua keilmuan di kelas mereka,” ujar guru tersebut.

Secara umum kriteria fisik kelas yang baik adalah (1) memiliki ruangan yang memadai (sesuai jumlah siswa); (2) cahaya yang memadai;  (3) struktur bangunan aman, tidak terdapat retakan; (4) terdapat aturan kelas yang didisplay; dan (5) terdapat pojok baca dan display penunjang pembelajaran lainnya. Guru–guru tersebut mengaku, sulit sekali mewujudkan kelas ideal yang diharapkan. Selalu saja  mentok pada pembiayaan operasional. Meski sudah diakali dengan menggunakan barang bekas, tetap saja ada biaya yang harus dirogoh dari saku guru.

Sudah bukan rahasia lagi, umumnya kondisi ruang kelas di Indonesia tampil apa adanya. Bahkan, tidak sedikit dari kelas–kelas tersebut memiliki struktur bangunan yang tidak lagi aman. Atap yang sudah mau roboh, lantai yang remuk, dinding yang retak, kaca jendela yang pecah, adalah pemandangan yang jamak kita dapati di ruang kelas negeri ini. Kondisi tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan kreativitas guru. Perlu kolaborasi seluruh pihak untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Kondisi di atas hanya gambaran sekilas kondisi fisik sekolah yang memprihatinkan.  Belum lagi persoalan metode pembelajaran yang monoton. Kelas–kelas yang tidak menarik tersebut tambah tidak menarik karena pembelajaran di kelas yang dibawakan dengan cara yang itu–itu saja.

Hal tersebut menjadi pemantik bagi KOMED untuk menginisiasi program–program yang bisa menjadi salah satu alternatif solusi. Setidaknya kami bisa mengambil peran di tahun 2020 untuk mendorong para guru agar lebih inovatif dan kolaboratif. Sehingga mereka dapat menghidupkan suasana kelas menjadi lebih kondusif dan menarik. Bab Class is Our Priority ini akan menyajikan sedikit cerita bagaimana para guru kreatif memperbaiki kondisi kelas mereka dari hal yang paling sederhana. Selamat menikmati dan selamat terinspirasi.

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

komentar