Ceruk Ilmu di Saparan-Bengkayang

Oleh : Abdul Kodir.

17 Mei  02.00 WIB

Nada dering gawai membangunkanku, setengah sadar dan sembari mengumpulkan ruhku yang hilang karena menjelajahi alam mimpi, akhirnya kutekan tombol on di HPku.

“Mas Odi, sudah siap belum? Yang ke Bengkayang akhirnya saya, Kang Mahmud ga bisa pergi”. Ternyata Pak Zainal yang menelpon, memintaku untuk bersiap-siap lebih awal.

“Oke Pak, saya akan siap-siap!” Dengan suara yang agak berat, kupaksakan untuk menjawab. Saat itu jam menunjukkan pukul 02.00 WIB. Tanpa pikir panjang, kupaksakan tubuhku untuk bangkit dan bergegas mandi. Kang Mahmud, yang seharusnya menjadi trainer untuk pelatihan di Bengkayang kali ini, karena sesuatu hal, akhirnya beliau mengurungkan niatnya untuk berangkat.

Jika sebelumnya aku menjadwalkan berangkat pukul 04.00 WIB, akhirnya harus lebih pagi lagi, karena sebelum ke bandara, aku harus menjemput Pak Zainal terlebih dahulu.

***

Hari ini sebetulnya hari libur, karena bertepatan dengan tanggal merah nasional, namun karena sudah menjadi bagian tugas kerjaku, aku harus berangkat.

Aku bersama Pak Zainal, pergi ke Bengkayang, sebuah kabupaten di daerah Kalimantan Barat, untuk melaksanakan pelatihan di Desa Saparan. Yang rutin kami adakan setiap tiga bulan sekali, sebetulnya ada sedikit rasa tenang dalam hatiku, setelah aku tahu yang berangkat denganku adalah Pak Zainal, karena memang sudah kenal baik, dan akupun tidak akan kebingungan nantinya saat di Bandara. Maklum, ini adalah kali pertamanya aku naik pesawat.

Tapi, kami pun sempat ketar-ketir saat di bandara, karena tiket yang dipegang Pak Zainal atas nama Kang Mahmud, khawatir Pak Zainal akan menemukan hambatan dan tidak jadi berangkat. Pak Zainal menyuruhku untuk check in. Bismillahirrahmanirrahim, Yaa Rabb..beri kami kemudahan.

Sempat bercakap sebentar dengan petugas, perihal tiket milik Pak Zainal kukatakan saja, “teman saya sedang dalam perjalanan Mas, sebentar lagi akan datang, yang penting check in dulu aja!” Alhamdulillah, lolos. Pukul 07.00 WIB, kami terbang dengan pesawat milik penerbangan swasta dan tiba di bandara Soepadio Pontianak pukul 08.20.

Tidak pernah terbayangkan olehku sebelumnya bisa menjejakkan kaki di Pulau Kalimantan, pulau yang hanya bisa kulihat di peta saat sekolah dulu. Di Bandara Soepadio, kami dijemput oleh sahabat dari Dompet Ummat (DU), Mas Fatul namanya. Olehnya kami diajak untuk singgah terlebih dahulu ke kantor DU, sebelum melanjutkan perjalanan ke SDN 05 Saparan.

Sehabis Salat Zuhur kami pun berangkat, kira-kira jam 10 malam kami baru tiba di desa Jagoi Babang (Saparan). Jalan yang panjang dan berliku, diringi rintikan hujan, langit mulai gelap, membuat perjalanan kami semakin menantang karena pencahayaan jalan hanya dengan lampu mobil yang kami tumpangi.

Pukul 22:15 WIB, kami bermalam di rumah Pak Sarno, Kepala SDN 005 Saparan. Alhamdulillah akhirnya sampai juga dan kami bisa beristirahat lebih cepat.

Aku bertanya ke Mas Nurdin, pendamping sekolah “Mas, sudah sampai ya?”

“Belum Mas, kita mampir dulu untuk bermalam, karena mobil hanya bisa sampai sini, masih ada sekitar 7 km lagi perjalanan yang harus kita tempuh dan masih ada jalan yang lebih dahsyat dibandingkan dengan jalan yang tadi kita lalui,” begitu jawab Mas Nurdin.

***

Esok paginya, kami meneruskan perjalanan dengan sepeda motor, karena kondisi jalanan yang memang tidak memungkinkan untuk dapat dilalui oleh mobil. Jalan yang hanya setapak, beralaskan papan yang disusun memanjang menjadi “rel” motor untuk sampai ketujuan. Alhamdulillah cuaca saat itu sangat cerah, kondisi jalanpun kering. Jika dalam kondisi hujan, katanya jalan ini akan sulit dilalui, kita harus melewati papan yang dipasang warga sebagai “rel”, jika terpeleset dari papan itu, dipastikan akan terjebak dalam kubangan lumpur.

Akhirnya kami sampai juga ke tujuan, setelah seluruh isi perut “berolahraga” cukup lama. Ada yang membuat kami terharu, ternyata peserta pelatihan sudah ada yang menginap dari malam, karena jarak tempuh yang sangat jauh, bahkan ada yang sampai menempuh jarak 30 km.

Mereka sangat antusias sekali mengikuti pelatihan yang selalu diadakan oleh Makmal Pendidikan, ini adalah pelatihan yang ketiga, materinya tentang Ceruk Ilmu. Dengan kondisi listrik padam, Pak Zainal tetap bersemangat meneruskan pelatihan hingga hari kedua. Aku mewakili lembaga memberikan kata sambutan dan melakukan monev program pendampingan sekolah di SDN 05 Saparan.

Semoga perjuangan mereka dalam menuntut ilmu, menjadi ladang ibadah.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044