Lomba Kaber Cards, Serunya Berbahasa Melalui Permainan

13339568_800307073438684_4456401377472969966_n
Sore kemarin Makmal Pendidikan mengadakan Lomba KaBer Cards, lomba ini diadakan di Ruang Audio Visual Pusat Sumber Belajar (PSB), Parung, Jawa Barat. KaBer Cards sendiri merupakan permainan edukatif berbasis digital di mana anak-anak dan remaja akan belajar banyak tentang imbuhan gabungan melalui permainan.
Nurul Aeni, Creative PSB sekaligus pembuat Kaber Cards, memaparkan bahwa lomba Kaber Cards bertujuan membuat para pelajar bisa belajar bahasa Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan. Tidak hanya itu, Lomba Kaber Cards ini juga menjadi bagian dari uji kelayakan guna melakukan perbaikan sebelum permainan ini diluncurkan di Play Store.
Lomba yang diadakan selama dua hari pada 07 – 08 Juni ini diikuti 60 peserta yang berasal dari SD, SMP dan SMA di Bogor dan sekitarnya. Peserta nampak sangat antusias mengikuti jalannya perlombaan. Ada beberapa babak yang harus mereka lewati. Setiap babak memiliki poin-poin tersendiri, nantinya poin tersebut akan diakumulasi. Babak demi babak terlewati akhirnya munculah 6 jawara KaBer Cards, keenamnya berasal dari SMART Ekselensia Indonesia. Selamat ya.
Doakan kami ya Makmalian agar permainan Kaber Cards digital dapat segera kami luncurkan dan dapat Makmalian unduh dan mainkan segera di gawai. Namun sebelum diluncurkan Makmalian bisa mengunduh Kaber Cards versi board game di sini > http://www.makmalpendidikan.net/kaber-cards/
#MembentangKebaikan#Zakatnes
13346800_800307196772005_1533200767932044207_n
13339616_800307176772007_8388238113550401570_n

Kegiatan Unggulan Dompet Dhuafa Pendidikan di Bulan Ramadhan

IMG-20160607-WA0002

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah, tahun ini Dompet Dhuafa Pendidikan mempersembahkan kegiatan-kegiatan unggulan selama bulan Ramadan sebagai berikut:

  1. Homestay

Merupakan salah satu program SMART  yang memberikan kesempatan kepada siswa SMART untuk tinggal bersama keluarga donatur/ muzakki selama 2 pekan untuk mengambil pembelajaran kehidupan dari keluarga donator sebagai host parent. Kami mengajak Edulovers untuk berbagi kehangatan keluarga dalam suasana Idul Fitri bersama siswa SMART Ekselensia Indonesia

  1. Jampang Mengaji spesial Ramadhan

Jampang  Mengaji merupakan salah satu program sosial SMART yang digarap oleh Divisi Asrama SMART. Program ini merupakan salah satu bentuk perwujudan konstribusi sosial SMART  kepada masyarakat dalam hal pendidikan terutama dalam bidang baca tulis dan tahfidz Al-Qur’an. Daerah yang menjadi sasaran dari program ini adalah daerah Jampang, Parung, Jawa Barat. Di bulan Ramadhan ini, Jampang Mengaji akan memberikan sesuatu yang baru dan special bagi para pesertanya.

  1. I’tikaf
  1. Festival Ramadhan Beta

Festival Ramadhan Beta merupakan kumpulan kegiatan Ramadhan diseluruh wilayah DesPro yang dilakukan secara serentak. Kegiatannya meliputi Tarhib Ramadhan, Berbagai Lomba, & Pembagian Sembako pada yang membutuhkan.

  1. Pesantren Literasi (Sanrasi)

Pesantren Literasi (Sanrasi) merupakan salah satu program unggulan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa Pendidikan dalam menyambut Ramadhan. Sanrasi merupakan program pemanfaatan momentum dalam menciptakan kebermanfaatan program yang berkelanjutan. Titik tekan program ini adalah perluasan pemahaman literasi dan pengembangan jaringan sadar literasi. Harapan utama program ini adalah mengenalkan dan membiasakan masyarakat umum untuk sadar tentang budaya literasi.

  1. Safari Dakwah Ramadhan 1437H

Safari Dakwah Ramadhan merupakan serangkaian acara spesial yang dihelat Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa Pendidikan yang terdiri dari:

  • Ceramah Keliling. Kegiatan ini dilakukan dari satu desa ke desa lain yang berada disekitar wilayah program Sekolah Literasi Indonesia Makmal Pendidikan
  • Tarawih Keliling. Kegiatan ini serupa dengan dengan Ceramah Keliling, namun Tarawih Keliling turut melibatkan para guru dampingan/sekolah inisiasi dan juga siswa
  1. Sepucuk Senyum Ramadhan

Sepucuk Senyum Ramadhan merupakan gerakan berkirim surat ucapan Idul Fitri kepada seluruh alumni, dan jaringan Dompet Dhuafa Pendidikan

Seminar Menjaga Fitrah #Gerakan Indonesia Beradab# di MI Muhammadiyah Bandung

DSCN4816

LGBT merupakan akronim dari Lesbian Gay Biseksual dan Transgender. Istilah ini muncul pada tahun 90-an (Alexander, Jonathan;Karen Yescavage: 2004). LGBT bukan hanya semata perilaku dan orientasi seksual namun LGBT adalah sebuah gerakan. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya organisasi-organisasi yang mendukung mereka seperti ILGA, Family Equality Council dan di Indonesia ada PGY (Persaudaraan Gay Indonesia, Perlesin (Persatuan Lesbian Indonesia) dan masih banyak lagi organisasi bahkan media cetak yang mereka miliki.

Beberapa waktu lalu Indonesia diramaikan oleh pemberitaan mengenai LGBT. Hal ini bukan saja kebetulan namun akhir-akhir ini organisasi-organisasi dan komunitas yang mendukung kaum LGBT ini berani menampilkan dirinya di hadapan umum dengan seringnya mereka muncul di televisi dan massifnya kampanye di media social, terlebih banyak yang mengupload foto dan video yang sangat tidak layak untuk ditonton bahkan tokoh yang memiliki akun ramai dipojokkan saat akunnya menyebut ketidaksetujuaannya dengan gerakan ini.

Dompet Dhuafa melalui Makmal Pendidikan DD mengadakan penyadaran kepada masyarakat dengan melakukan seminar – seminar di seluruh Indonesia. Salah satunya di MI Muhammadiyah 2 Bandung di adakan seminar dengan tema : “Menjaga Fitrah” . Dilaksanakan di MI Muhammadiyah 2 Bandung karena merupakan salah satu sekolah dampingan Sekolah Literasi Indonesia Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa.

Seminar yang di hadiri oleh Perwakilan guru-guru dari KKM 2 Kota Bandung  ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Mei 2016. Tujuannya agar guru-guru di kota bandung bisa sadar dan waspada terhadap isu ini dan siswa-siswinya bisa diidentifikasi dan dilakukan langkah prefentif sedini mungkin. Sehingga guru bisa jadi konselor bagi siswanya.

Seminar ini mendapat apresiasi dari Pimpinan cabang Muhammadiyah yang hadir pada waktu itu

“Seminar Menjaga Fitrah ini penting untuk kita ketahui karena saat ini ramai sekali pemberitaan tentang pelecehan seksual di mana- mana agar orang tua dan guru sama-sama mendidik anak menjadi anak yang sholih dan sholihah” begitu tutur beliau saat menyampaikan sambutan.

Guru-guru yang hadir sangat antusias mengikuti seminar ini, bahkan salah seorang guru sangat berterimakasih atas seminar ini sehingga beliau bisa melakukan langkah preventif agar anak didiknya tidak terjerumus ke dalam masalah tersebut.

Asep Ihsanudin selaku pemateri dalam seminar ini merasa terkejut, karena ternyata berdasarkan pemaparan guru, mereka sudah menemukan siswa yang teridentifikasi suka sesama jenis dari penampilan dan kesukaannya bergaul.

“Harapannya guru-guru dapat melakukan konselling untuk mencegah anak didiknya menjadi LGBT, bahkan lebih jauh lagi dapat mencegah siswa-siswinya terpapar pornografi yang menjadi biang kerok segala kejahatan seksual saat ini yang terjadi di pemberitaan” demikian Asep menambahkan.

Di akhir sesi guru-guru diminta mengisi angket dan usulan program sekolah untuk mencegah dan menanggulangi masalah LGBT ini agar bisa diterapkan di sekolahnya masing-masing. Diantara usulan tersebut yaitu: Menanamkan Iman melalui keagamaan, memisahkan bangku yang berlawanan jenis, membuat kegiatan parenting agar sinergi antara orang tua dan guru, melakukan control dan pencegahan di computer sekolah, mengadakan pelatihan/seminar kepada anak-anak, mengadakan konselling untuk anak dengan pendekatan hati ke hati, menjadwalkan kunjunagn ke rumah siswa dan masih banyak lagi usulan solusi yang ditulis oleh guru.

DSCN4814 DSCN4834

Dompet Dhuafa Gelar Seminar Bahas LGBT

medium_47tolak_lgbt

Oleh: Hamidan Ibnu Chairy, Dirut Lapmi HMI Cabang Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU – Dompet Dhuafa gelar seminar menjaga fitrah di Kecamatan Selimbau Kapuas Hulu, Senin (23/5/2016), di ruang kelas MTs. At-Taqwa. Puluhan siswa dan guru sangat antusias mengikuti Seminar yang mengupas tentang LGBT ini.

Saidina Ali yang merupakan pemateri sekaligus guru konsultan pendidikan Dompet Dhuafa menyampaikan tentang sejarah, dampak atau bahaya LGBT dan cara mencegah hadirnya LGBT di lingkungan masyarakat.

“Kita harus tahu sejarah, dampak atau bahaya LBGT. Kita juga harus mencegah hadirnya LBGT di lingkungan kita. Kita harus melakukan itu semua bersama-sama,” tegas Saidina Ali.

Kepala urusan agama Kecamatan Selimbau, Mulyadi menyampaikan banyak terima kasih atas diselenggarakannya seminar di Selimbau, hadirnya isu akan disahkannya undang-undang tentang LGBT di Indonesia akan sangat merugikan dan meresahkan masyarakat beragama,

“Saya setuju bahwa kita perlu mengakui keberadaan korban LGBT namun tidak untuk mengakui kebenarannya dan kami sangat menolak dengan akan dibuatnya undang-undang yang membenarkan LGBT di Tanah Air,” tambah Mulyadi kepada media.

 

Sumber: http://pontianak.tribunnews.com/2016/05/25/dompet-dhuafa-gelar-seminar-bahas-lgbt

Sekolah Guru Indonesia Serentak Melakukan Seleksi di Lima Kota

WhatsApp-Image-20160517(2)

Pada 16 Mei 2016 Sekolah Guru Indonesia serentak melakukan seleksi di 5 kota yaitu Medan, Palembang, Semarang, Makassar dan Mataram. Tujuan seleksi ini untuk mendapatkan para lulusan sarjana yang handal di bidang pendidikan atau yang peduli terhadap pendidikan. Ada 49 orang  dari berbagai universitas yang memenuhi syarat akreditasi minimal B yang lolos seleksi berkas dari program ini. Dari program ini nantinya akan diikutkan program pasca sarjana yang bekerjasama antara SGI (Sekolah Guru Indonesia) dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullaah Jakarta. Ikhtiar mendapatkan input terbaik diantara yang terbaik memang tidaklah mudah. Ketika para calon peserta unggul di aspek akademik, namun ada sisi lemah di aspek kepemimpinan sosial.

Motivasi seringkali terkesan masih belum kuat dari para calon peserta ketika dibenturkan oleh pilihan pragmatis dan idealis.  Motivasi yang besar saja tak cukup untuk masuk program SGI Pasca Sarjana, perlu dibuktikan dengan kiprah yang selama ini sudah diperbuat oleh para calon peserta di lingkungan masyarakat. Guna menyempurnakan program ini para peserta diminta untuk membuat usulan tesis atau bisa disebut proposal tesis, dan pada saat wawancara ada juga yang belum bisa menjelaskan isi proposal tersebut mulai dari tujuan sampai dengan metode yang akan dipakai dalam proposal tesisnya. Kepercayaan diri juga menjadi bahan pertimbangan ketika para pengelola melakukan seleksi.

Program ini memang sangat menarik untuk diikuti oleh para lulusan sarjana, namun, lagi-lagi pengelola ingin mendapatkan inputan yang baik, dan rata – rata dari mereka yang mendaftar terhambat dari segi persyaratan akademik seperti minimal skor TOEFL, akreditasi kampus, dan syarat IPK, sehingga dari persyaratan ini saja sebenarnya sudah menjadi saringan awal yang cukup ketat.

Hasrat belajar yang cukup tinggi tidak bisa hanya diucapkan dengan kata-kata, namun perlu dibuktikan dengan seberapa banyak buku yang sudah dibaca. Lagi-lagi pengelola di aspek ini ada kendala, dimana minat baca para peserta tergolong rendah, kalaupun ada buku yang dibaca itupun buku-buku fiksi/novel yang sebenarnya kurang mendukung dalam pengembangan keilmuannya. Sekolah Guru Indonesia dari program ini mengharapkan out put yang dihasilkan adalah para pakar pendidikan yang tak hanya mampu beretorika namun bisa mewujudkannya menjadi sebuah karya nyata yang dapat dirasakan oleh segenap lapisan masyarakat khususnya masyarakat marginal.

Pasca program perkuliahan mereka akan ditempatkan di Sekolah Literasi Indonesia yang kualitasnya akan didampingi oleh Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa selama 1 tahun di wilayah beranda, desa, dan kota.

Makmal Pendidikan Gelar Seminar Parenting

IMG-20160507-WA0001

SERANG – Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa bekerjasama dengan SDN Bantarwaru di Jalan Raya Calung Kampung Dahu Desa Bantarwangi Kecamatan Cinangka menggelar Seminar Parenting dan Family Gathering. Kegiatan itu berlangsung penuh haru dan bahagia di ruang kelas yang tidak begitu besar. Sehingga tidak dapat menampung wali murid yang berdatangan. Sekitar 122 wali murid menghadiri seminar dalam rangka menyukseskan Program Optimalisasi Sekolah. Yang diusung oleh Makmal Pendidikan. Agar kegiatan semacam ini menjadi membudaya.

Endang Sudarma, Kepala Sekolah SDN Bantarwaru mengaku banyak kebermanfaatan yang dapat diambil dari kegiatan Seminar Parenting, Sabtu (7/5). Salah satunya yang dapat ia rasakan pada saat berlangsungnya kegiatan seminar selama dua jam. Ia merasa bahwa dirinya seperti mendapat suntikan dan energi baru. Untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya. Agar tidak banyak ketinggalan dengan sekolah lain. Ia juga menyinggung tentang peran orangtua dalam mendidik anak.

“Mutu pendidikan yang baik adalah ketika ketiga unsur yakni rumah, sekolah dan masyarakat saling mendukung. Karena perubahan seorang anak tidak hanya terlihat pada saat mereka berada dalam ruang lingkup sekolah. Melainkan ketika mereka berada di lingkungan rumah dan masyarakat. Sehingga perlu adanya keterlibatan antara orangtua murid dan masyarakat. Karena ketiganya memiliki andil besar dalam mempengaruhi pendidikan anak-anak.” Kata Endang disela-sela penyampaian kegiatan ajaran tahun baru kepada wali murid.

Hadir pula perwakilan Unit Pelaksana Tehnik Dinas (UPTD) Kecamatan Cinangka yang menjabat sebagai pengawas. Kehadiran pengawas UPTD menambah kebahagiaan. Tidak hanya dirasakan oleh wali murid dan sekolah tetapi juga bagi Wasita sendiri. Ia mengaku begitu senang menghadiri kegiatan yang dibuat oleh Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Dibantu oleh dua guru Konsultan Sekolah Guru Indonesia. Selain ia dapat bertatap muka dengan wali murid secara langsung. Ia juga dapat menikmati sajian manis penampilan anak-anak. Ia mengapresiasi kegiatan parenting tersebut lewat motivasi kepada wali murid. Motivasi akan nilai sebuah kejujuran. Yang mesti ditanamkan sejak dini oleh orangtuanya.

“Keberhasilan seorang anak adalah bukan terletak dari ia menjadi orang hebat. Tetapi, ketika mereka menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. Agar dikehidupan mereka mendatang tidak hanya membanggakan gelarnya sementara gelar yang diperolehnya bukan dari hasil kejujurannya.” Ujar Wasita menutup sambutannya.

Siti Sahauni selaku pemateri seminar sekaligus guru konsultan Dompet Dhuafa mengatakan, tujuan yang hendak dicapai pada seminar ini adalah agar terwujudnya sinergi pendidikan antara orangtua siswa dengan sekolah dan memahami potensi juga gaya belajar anak. Karena menurut Siti Sahauni tingkat keberhasilan pendidikan pada anak bukan hanya bergantung pada sekolah. Namun adanya dukungan dari pihak lain yakni rumah dan masyarakat.

“Rumah adalah madrasah pertama anak. Sehingga pendidikan yang pertama kali diperoleh anak di rumah. Sehingga, kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan memberikan program yang kita namakan program parenting. Yang dalam kegiatannya akan diberikan penyuluhan atau sosialisasi pada tiap kelompok di tiap bulannya,” pungkasnya.

 

Lomba Membuat Media Pembelajaran (Mei – Juni 2016)

Untuk menyemangati para guru dalam menyambut tahun ajaran baru, maka  Pusat Sumber Belajar menfasilitasi para guru dengan mengadakan Lomba Media Pembelajaran sebagai Kado Terindah Untuk Tahun Ajaran Baru.

Lomba MP 2016

 

Tujuan Lomba

  1. Apresiasi untuk para guru yang kreatif dan inovatif
  2. Persiapan tahun ajaran baru dengan mendorong para guru membuat media pembelajaran kreatif sehingga punya kado untuk disuguhkan pada anak didiknya saat pembelajaran di tahun ajaran baru tiba
  3. Upaya agar guru lebih produktif menciptakan inovasi – inovasi dalam membuat media pembelajaran

 

Syarat Peserta

  1. Peserta merupakan guru disekolah dasar atau sederajat (MI, SDIT, dsb) yang merupakan anggota KOMED atau peserta/alumni SMT Banten-Jabar
  2. Melakukan pendaftaran dengan mengisi formulir atau mengirim SMS Registrasi ke panitia
  3. Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya

 

Cara Pendaftaran

*Lomba ini tidak dipunggut biaya

Cara 1. Isi Formulir yang tersedia pada link https://docs.google.com/forms/d/1lMYfUVGpRWvMLtiWSzJH4Xc9cTnmHf53A6sIa_uLjzQ/viewform

Cara 2. Kirim pesan (WA/SMA) ke nomor 087870560257)dengan format : DAFTAR_NAMA_ASAL SEKOLAH_WILAYAH_NO HP, contoh : DAFTAR_NURUL AENI_MI FATHUSA’ADAH_BOGOR_087870560257

 

Syarat dan Ketentuan Lomba

  1. Tema Media Pembelajaran diutamakan tentang literasi tetapi boleh mengirimkan karya media pembelajaran lainnya
  2. Mengisi Form Rencana Pembuatan Media Pembelajaran (Form Terlampir), yang dilengkapi dengan foto pembuatan dan foto penggunaan serta fotomedia pembelajaran dari depan samping dan belakang.
  3. Melampirkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
  4. Media pembelajaran merupakan karya sendiri bukan plagiat
  5. Periode pengiriman karya dan registrasi paling lambat 30 Juni 2016
  6. Karya yang dikumpulkan adalah Form Rencana Pembuatan Media Pembelajaran (RPMP), RPP dan foto/video dokumentasi ke email nurulaeni@outlook.com
  7. Seluruh peserta yang mengirimkan karya akan mendapatkan sertifikat

Kado Untuk Guru

Tiga guru dengan  media pembelajaran terbaik akan mendapatkan  Trofi + Sertifikat + Buku – buku DD + Kado senilai Rp. 500.000

 

Info Lebih Lanjut :

Grup FB               : Komunitas Guru Media Pembelajaran (KOMED)

Facebook            : Pusat Sumber Belajar Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa

Wahatsapp           : 087870560257

Seminar Anti LGBT: Menjaga Fitrah, Merangkul Korban, Menolak Legalisasi

family

Maraknya kampanye legalisasi LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender) yang begitu masif akhir-akhir ini, membuat kekhawatiran banyak pihak, tentu saja hal ini tidak dapat dibiarkan karena akan merusak moral generasi bangsa ini. Banyak kampanye positif yang diadakan oleh berbagai organisasi atau lembaga untuk menolak legalisasi LGBT salah satunya Dompet Dhuafa yang juga mengambil bagian untuk menjadi benteng untuk menolak legalisasi LGBT di negara ini.

Bukti penolakan Dompet Dhuafa adalah dengan menghelat ‘Seminar Anti LGBT’ di 20 titik sekolah dampingan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa mulai April 2016, salah satunya di MI. Raudhatul Athfal Kota Depok, acara yang dilaksanakan pada Selasa 26 April 2016 dihadiri oleh 25 peserta yang merupakan perwakilan 10 sekolah sekitar Kelurahan Meruyung, Depok, Jawa Barat.

Seminar yang mengusung tema ‘Menjaga Fitrah Merangkul Korban Menolak Legalisasi’ ini menghadirkan Eko Sriyanto, Konsultan Pendidikan Makmal Pendidikan, acara ini sangat dinanti oleh peserta seminar, sehingga selama acara berlangsung banyak peserta yang bertanya tentang bahaya LGBT dan cara penanganannya.

“Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya LGBT dan cara penanggulangannya serta terbangunnya komunitas Anti LGBT yang bersedia menjadi agen di lingkungannya,” tutur Abdul Kodir, Koordinator Seminar Anti LGBT.

Dengan gerakan menjaga fitrah ini diharapkan masyarakat dapat bahu membahu menolak gerakan ini agar generasi Indonesia terselamatkan dari bahayanya. (odi)

Pusat Sumber Belajar Keliling Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa di Zona Madina

psbkeliling

Pusat Sumber Belajar Keliling Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa kali ini di Zona Madina dan bekerja sama dengan Jampang English Village Zona Madina. Acara ini diselenggarakan pada minggu 24 april 2016 dan dimulai pukul 08.00 wib. Acara dimulai dengan belajar bahasa inggris terlebih dahulu yang dipandu oleh kak ani dari jampang english village. Kemudian ada ice breaking oleh kak Dini Wikartaatmadja. Selepas itu ada dongeng  ceria oleh kak Dian, dengan judul Balas Budi.  Kemudian seluruh peserta yang terdiri dari anak-anak desa jampang dan sekitarnya membuat 6 kelompok terdiri dari 10 anak tiap kelompok.

Mereka bermain cari bola dengan ditutup matanya dan mereka hanya boleh mengambil bola dengan instruksi ketua kelompok melalui kode tepukan dipundak. Tidak ada suara sama sekali, hanya tepukan. Setelah semuanya menutup matanya dengan slayer, kakak pembimbing kelompok menyebarkan bola kecil plastik ke segala arah. Kemudian permainan pun dimulai. Mereka berjalan dengan pelan dan mengikuti instruksi ketua kelompok. Banyak kejadian lucu yang terjadi, ada yang jatuh ketika berjalan, salah instruksi, sampai pada terpisahnya anggota kelompok. Pokoknya lucu dabn seru sekali deh.

Permainan pun usai ketika semua bola habis, dan tiba pada sesi penghitungan bola yang didapat oleh tiap tiap kelompok. Dan ternyata ada kelompok yang mendapatkan bola sampai 20 bola dan tentunya menang pada sesi permainan bola ini. Selepas itu mereka beristirahat secara berkelompok. Panitia kemudian membagikan snack dan air putri kepada mereka. 15  menit mereka beristirahan, dan akhirnya mereka dikumpulkan lagi untuk mengikuti acara selanjutnya yakni kuis dari kak Dini Wikartaatmadja dan juga dari kakak-kakak Jampang English Village.

Ada sekitar 20 pertanyaan yang diajukan, dan tentu saja bagi mereka yang berhasil menjawab akan mendapatkan hadiah menarik dari panitia berupa Alat tulis dan buku.  Dan tibalah di acara punyaknya yakni penutupan. Masing masing mereka mendapatkan tas dan buku cerita dai asia foundation. Mereka senang sekali mendapatkannya. Terima kasih kak ujar salah satu peserta. Melihat hal itu kami senang sekali.

psbkeliling4 psbkeliling3 psbkeliling1

Komunitas Ibu Kreatif Pusat Sumber Belajar

Jpeg

Bogor (03/10)– Memasak bagi beberapa orang merupakan kegiatan yang sudah menjadi rutinitas dalam keseharian mereka. Namun bagi para ibu yang tergabung dalam Komunitas Ibu kreatif PSB kegiatan memasak bukan hanya menjadi rutinitas tapi juga menjadi hal menyenangkan karena mereka berkesempatan untuk mencoba resep-resep masakan baru dari buku resep masakan di Perpustakaan PSB.

Resep Ikan patin menjadi menu andalan para ibu pada pertemuan pertama kala itu. Semua dimulai dengan mengumpulkan bahan-bahan masakan yang akan digunakan hingga pembagian. Wajah-wajah ceria tampak menghiasi wajah para ibu, dan mereka seperti tak sabar untuk mencicipi hasil masakan yang telah dibuat. Akhirnya yang ditunggu datang juga, waktunya mencicipi Sup Ikan Patin lezat. “Wah ikannya lembut sekali dan rasa supnya mantap, Alhamdulillah berhasil juga membuat masakan dengan resep yang baru pertama kali saya buat,” ujar Maya, anggota Komunitas Ibu Kreatif PSB.

Kegiatan yang berlangsung selama 1 jam ini menjadi tonggak kebangkitan Komunitas Ibu Kreatif PSB, diharapkan kehadiran Komunitas Ibu Kreatif PSB dapat mewadahi para ibu agar lebih kreatif dan inovatif dalam mengolah bahan masakan yang nantinya berdaya jual (Dian).

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg