Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Segenap Pimpinan dan Staf Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa Mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H”, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan menjadikan kita pribadi yang lebih produktif dan prestatif.

{fcomment}

Bertualang di Dunia Literasi

Tepat pada tgl 29-30 Juli yang lalu, Makmal Pendidikan menyelenggarakan Pesantren Kilat untuk siswa/i SD/MI dan Taman Bacaan Masyarakat disekitar Lembaga Pengembangan Insani. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan keterampilan literasi sebagai bagian dari kecakapan hidup (life skill), yang harus dimiliki agar mampu bersosialisasi dengan baik, dan bisa meningkatkan keimanan. Serta meningkatkan daya paham dalam hal keagamaan. di sisi lain, kecakapan yang ditanamkan dalam pesantren literasi ini juga merupakan pembuka jalan bagi siswa, untuk bisa menyerap pengetahuan dari mata pelajaran yang lain.

Hari Pertama,diberikan 2 materi yang di sampaikan oleh Bapak Agung Pardini dengan Tausyiah Ramadhan dan yang kedua disampaikan materi Mind Mapping oleh Ibu Rina Faitmah.

Hari Pertama, diberikan 2 materi yang disampaikan oleh Bapak Agung Pardhini dengan Tausiah Ramadhan dan anjakan untuk meningkatkan ketakwaan, diselingi dengan quis literasi berkomunikasi dengan teman dan menulis. Yaitu menjelaskan kembali secara lisan tentang keutamaan dibulan ramadhan dan anjuran untuk meningkatkan ketaqwaan. kemudian permainan Logika kebenaran dengan tema fiqih puasa dalam bentuk mendengarkan dan berdiskusi tentang fiqih puasa dan menjelaskan kembali secara tertulis. Melalui membaca potongan kata kemudian mampu menyusunnya dengan benar, kemudian disampaikan informasi kepada temannya untuk ditulis ulang informasi tersebut. selanjutnya materi Kedua,Minda Mapping yang disampaikan oleh Ibu Rina Fatimah melalui sebuah film yang ditonton bersama mengenai perjalanan Rosul. Dengan tujuan memahami wacana lisan tentang berita dan drama pendek, mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk ringkasan mind mapping dari film yang ditonton. Dimana hal ini dapat diterapkan dalam membaca buku cerita anak terutama memahami teks yang panjang, petunjuk pemakaian, makna kata dalam kamus/ensiklopedi.

Hari ke 2 dimulai setelah solat dhuha berjamaah, para peserta mengikuti acara pembukaan Story Telling tentang buku cerita yang sudah dipinjamkan sebelumnya. Tujuan dari story telling ini untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan daya ingat peserta dari materi  yang sudah di baca. Acara berikutnya outbond, yang terbagi dalam 4 pos dan para peserta dibagi berkelompok bergiliran. Pada Pos I, kelompok peserta harus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemandu, dan jawabannya terdapat dalam sebuah amplop yang di sebar diluar. Setelah lolos lanjutkan ke Pos II, kelompok peserta diminta menempel kertas berisi tulisan nama kerajaan, tahun berdiri beserta nama rajanya dan ditempelkan pada peta yang sesuai dengan tulisan. Selanjutnya Pos III dan Pos IV, Kelompok peserta diminta menyusun puzzle potongan kertas sebuah alenia menjadi paragraf.

Tepat adzan dzuhur berkumandang,materi outbond pun selesai. Seluruh peserta bersiap sholat berjamaah, setelah itu mereka kedatangan narasumber penulis cilik usia 10 Tahun bernama Syahla Varelya Threonizzahra. Syahla berbagi ilmu menulis dengan tema pohon harapan calon penulis. Dengan harapan dapat memotivasi peserta untuk menulis dilanjutkan pembagian buku yang disertai tanda tangan penulis, pembagian reward ,  dan sosialisasi sanggar literasi Pusat Sumber Belajar. Akhirnya acara ditutup dengan buka puasa bersama keluarga besar Makmal Pendidikan dan hiburan dari Pendongeng Ka Tony Surahman.

Terimakasih buat seluruh peserta yang sudah hadir dan teman-teman yang sudah berkontribusi. InsyAllah Tahun Depan,Pesantren Kilat Literasi akan hadir kembali, ditunggu ya 🙂

{fcomment}

Sekolah Konsultan Pendidikan


Maju dan berkembangnya sebuah sekolah tak lepas dari keberhasilan manajemen sekolah, proses dan kualitas belajar mengajar yang dilaksanakan para guru. Hingga kemudian ada pandangan positif masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang bermuara lahirnya kepercayaan masyarakat dan stake holder terkait lainnya terhadap sekolah.

Untuk itu dibutuhkan peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah, agar dalam menjalankan tugas-tugas dapat lebih optimal. Seperti program yang terencana dan terpadu serta berkesinambungan bagi guru dan kepala sekolah. Hal ini tentu untuk membentuk guru dan kepala sekolah yang memiliki kompetensi dan karakter serta motivasi spiritual yang handal juga memiliki sikap dan jiwa kepemimpinan yang visioner.

Adalah Sekolah Konsultan Pendidikan yang diperuntukkan bagi para pendamping sekolah yang akan bertugas mendampingi sekaligus membimbing para guru dan kepala sekolah untuk melakukan tindak lanjut (implementasi) materi pelatihan yang telah diberikan. Dengan tujuan akhir tercapainya target yang telah ditetapkan.

Para pendamping Sekolah Konsultan Pendidikan ini diharapkan menjadi seorang yang memiliki kompetensi, karakter dan kontroling sebagai Sultan Pendidikan atau disebut dengan Sultaners. Program Sultan Pendidikan  ini dirancang dengan menggunakan pendekatan pelatihan dan coaching secara bertahap dan gradual selama 4 pekan.Kegiatan dalam program  Sultaners  seperti  kegiatan terjadwal,terstruktur  dan tugas mandiri. Pelaksanaannya pun melalui tiga cara seperti pelatihan, magang dan studi banding.

Dengan tujuan untuk  1. Meningkatkan Kualitas Manajemen Sekolah.  2. Meningkatan Kualitas KBM, hingga tercapai peningkatan kualitas  peserta didik. Pelaksanaan PAIKEM (Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efisien dan Menyenangkan)  3. Meningkatkan Partisipasi Masyarakat terhadap Sekolah.

Materi materi pelatihan Sekolah Konsultan Pendidikan ini antara lain terkait seputar DD, dan jejaring, konsep pendampingan sekolah, job description, wawasan pendidikan serta kurikulum 2013, Magang dan lain lain.  Pada Sekolah Konsultan Pendidikan ini yang lebih akan dipertajam misalnya materi magang, yaitu praktek kerja setelah pelatihan dengan menempatkan di sekolah sekolah yang telah ditunjuk oleh DD, di daerah Bogor. Dalam magang ini tiap sekolah terdiri dari empat peserta dan mereka saling memberikan penilaian terhadap temannya. Selama pelaksanaa seminggu tersebut para peserta dihadapkan dengan berbagai persoalan pendidikan, dan cara pemecahannya yang tentu saja dalam bimbingan dari master konsultan pendidikan.

Selain itu karakter building  sebagai pembentukan karakter para peserta pelatihan ini, dengan harapan  para Sultaners siap bertugas di lokasi yang telah ditentukan. Atau bisa dibilang adanya self control dan komitmen yang tinggi. Setelah selesai magang para  peserta harus mempresentasikan hasil magang tersebut, atau hasil terkait dari temuan temuan selama magang, hingga kemudian ditemukan cara pemecahan terhadap masalah yang ditemukan tersebut.

Terakhir adalah kontroling dari Master Konsultan Pendidikan, yang bertugas membimbing, mengontrol, mengevaluasi, memotifasi serta menilai para peserta atau Sultaners.  Setelah para peserta lulus dari program ini, mereka akan ditempatkan disekolah sekolah yang telah ditinjuk, sebagai bentuk praktek yang nyata dari program tersebut.

Program ini bukanlah yang pertama tetapi program ini merupakan program yang disetiap angkatannya selalu berusaha disempurnakan. Hingga impian untuk menjadi sekolah rujukan nasional ataupun bahan studi banding antar sekolah, bisa direalisasikan, jika sekolah anda mendapatkan pendamping sekolah dari Makmal Pendidikan.

Semoga program ini berlanjut terus dan semakin bertambah sekolah sekolah yang menerima manfaatnya, aamien.

{fcomment}

Training for Trainer Guru Sungai Danau

“Guru di gugu dan di tiru”, begitulah pepatah yang melekat pada para guru. Guru sebagai contoh yang akan di perhatikan oleh siswanya, ditaati, dipatuhi dan diikuti. Oleh karena itu penting bagi seorang guru untuk memahami karakter siswanya dan mampu berkomunikasi dengan baik. Hal ini terkait dengan perlunya penguasaan public speaking, terutama bagi guru dalam mendidik peserta didiknya, memimpin rapat dan mengisi pelatihan. Dengan komunikasi yang baik guru dapat memasuki dunia anak-anak dan orang dewasa. Selain itu guru juga mampu menjadi fasilitator layaknya sebuah jembatan bagi peserta didiknya agar mampu meraih prestasi dan cita-citanya.Sehubungan dengan hal ini, Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa menyelenggarakan Training for Trainer (TFT) untuk para guru di SDN 06 Sungai Danau, Satuai, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada tgl 16-17 Mei 2013. Pelatihan tersebut adalah sebagai upaya untuk membentuk guru-guru yang berkualitas tidak hanya sebagai pengajar dikelas namun kedepannya mampu mejadi trainer yang handal.

Peserta pelatihan di khususkan bagi guru-guru dampingan di SDN 06 Sungai Danau, serta turut hadir beberapa undangan dari Branch Office PT. Trakindo Satui, dan ketua UPTD Satui.Training for Trainer (TFT) yang di selenggarakan selama 2 hari tersebut di isi oleh bapak M. Zulfikarullah yang merupakan trainer dari “Kubik” Training and Consultancy dan dibantu oleh bapak Abdulloh Trainer dari Makmal Pendidikan. Dihari pertama peserta pelatihan dibekali dengan beragan materi Pablic Speaking, masing-masing materi tersebut dirakum menjadi 3 sesi yang disebut dengan “FIT” Model of Training yaitu Fudamentals of Pablic Speaking, Impressed Technique in Communication dan Taking Full Attention of Audience.Di sesi pertama peserta di bekali dengan materi dasar-dasar menjadi pembicara yang baik, trik menghilangkan nervous dan bagaimana cara menghilangkan rantai gajah yang selama ini berada didalam pikiran kita. Agar terjadi perubahan tidak seperti kaset yang diputar berulang-ulang, membosankan. Semua ini penting dilakukan bagi seorang guru karena guru sebagai pecetak juara-juara anak bangsa.Sementara itu di sesi ke dua di beri materi mengenai beberapa gaya sosok pembicara, olah vokal, olah tubuh dan olah pesan. Kemudian dilanjutkan sesi ke tiga dengan materi teknik membuka dan menutup presentasi, karena bisa jadi kesan pertama dan utama menentukan kesuksesan dalam presentasi. Di akhir pelatihan hari pertama peserta di bentuk mejadi beberapa kelompok dengan membuat yel-yel penyemangat. Selanjutnya masing-masing peserta dalam kelompok mencoba presentasi didepan kelompoknya sesuai materi dan benda yang mereka pilih, setelah itu dari setiap kelompok dipilih 3 orang untuk mewakili maju presentasi dihari ke 2. Super sekali hanya dengan waktu beberapa menit mereka sudah mampu menyampaikan materi dengan baik.

Hari kedua pelatihan semua peserta tampak berpakaian rapi dengan wajah penuh semangat karena akan bertemu kembali dengan seorang Speecher @ RCTI, TVRI, B-Channel dan beberapa radio di Jakarta bapak Zulfikar. Ada 7 peserta yang sudah terpilih untuk mempraktekkan ilmu yang sudah mereka dapat di hari pertama pelatihan. Setiap peseta diberikan waktu 12 menit untuk menujukkan kemampuan dalam hal public speaking secara lengkap. Mereka mengerahkan seluruh kemampuan yang ada untuk menampilkan performa terbaiknya dengan improvisasi yang menarik. Giliran trainer yang memberikan feedback selesai peserta menampilkan kemampuannya. Semua peserta merasa puas dengan masukan-masukan yang diberikan oleh pak Zulfikar, sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi peserta, bahkan menjadi pembicaraan yang positif bagi peserta walau pelatihan sudah berakhir, ini adalah demam Trainer yang mengesankan.

Semoga pelatihan TFT di hari tersebut menjadi penyemangat baru bagi guru-guru di SDN 6 Sungai danau, bukan hanya bagi diri mereka masing-masing tetapi dapat disebarkan pada peserta didik yang telah mereka rangkul. Sebagai mana diketahui guru adalah salah satu perubah wajah pendidikan Indonesia.

Tutiek Mardiyati – Pendamping Sekolah SDN 6 Sungai Danau

{fcomment}

Lintang Juara 3 Lomba Menggambar

Senin lalu (13/5) sekolah kami kedatangan paket kiriman dari Makmal Pendidikan DD yang ditujukan atas nama saya. Paket tersebut dibungkus kayu berbentuk balok. Kira-kira berukuran 15 x 15 x 100 cm, dan ringan. Guru-guru penasaran dan menebak-nebak isinya, termasuk saya.

Namun setelah dibuka, tebakan Sejuta Dolar saya meleset, berganti dengan senyum Sejuta Dolar. Paket misterius itu ternyata berisi… Piala!
 
Setelah ikut memberi ucapan selamat dan semangat, saya kemudian mewakili Makmal Pendidikan DD secara simbolis menyerahkan Piala Juara 3 Lomba Menggambar “Sahabat Bumi” disambut Sang Juara dengan senyum canggung. Tidak lupa, Kepala Sekolah juga ikut menyerahkan Hadiah tambahan dari pihak sekolah sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang ditorehkan Lintang.

Anak-anak riuh bertepuk tangan sambil berdesakan untuk melihat lebih dekat hasil gambar Lintang yang dipamerkan oleh Bu Sitti tinggi-tinggi. Anak-anak ikut gembira.

Dan kegembiraan anak-anak bertambah, karena Pak Kepala Sekolah kemudian mengumumkan bahwa besok sekolah akan mengadakan Lomba Menggambar untuk memilih beberapa anak yang akan diikutsertakan dalam “Lomba Menggambar Lingkungan Intenasional KAO”. Anak-anak kemudian dibubarkan dengan imajinasi di kepala mereka masing-masing tentang apa yang akan mereka gambar besok pagi.

“Selamat Lintang…”

Ahmad Fauzan – Pendamping Sekolah Makmal Pendidikan untuk SD Inpres Timika II Mimika, Papua

{fcomment}

Pejabat Bali Studi Banding di SDN 35 Pao-Pao

Senin, 8 April 2013, peserta Diklatpim IV angkatan ke 49 dari kabupaten Badung provinsi Bali melaksanakan Observasi Lapangan di Kabupaten Maros. Observasi lapangan kali ini difokuskan di kecamatan Mandai. Pejabat pemerintah daerah yang berjumlah 40 orang berkunjung untuk melihat sistem pemerintahan di Kantor Kecamatan Turikale. Untuk bidang kesehatan, Puskesmas Mandai menjadi objek kunjungan, sementara SD Negeri 35 Pao-pao menjadi sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah percontohan untuk bidang pendidikan.

Rombongan diterima oleh Bupati Maros yang diwakili Asisten I di Aula Kantor Bupati Maros, yang selanjutnya memulai kunjungan di kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Mandai dan SDN 35 Pao-pao yang terletak di jalan Poros Asrama Haji Dusun Tamarunang Kecamatan Mandai Kabupaten Maros.

Untuk bidang pendidikan, SDN 35 Pao-pao menjadi salah satu sekolah percontohan di Kab. Maros dan merupakan satu-satunya sekolah yang mendapat program pendampingan sekolah dari Dompet Dhuafa bekerjasama dengan PT. Trakindo Utama.

“Salah satu aplikasi dari program Pendampingan adalah adanya Ceruk Ilmu dimana masing-masing kelas memiliki Lemari Ceruk Ilmu atau perpustakaan pojok yang berisi buku-buku pengetahuan umum, buku cerita, dongeng dan berbagai buku ensiklopedia yang disesuaikan dengan umur siswa dalam kelas” demikian disampaikan Dra. Hj. Rukiyah, Kepala SDN 35 Pao-pao saat memberikan sambutan.

SDN 35 Pao-pao juga mempunyai kegiatan membaca yang rutin dilakukan selama 15 menit sebelum memulai pembelajaran. Siswa juga dibekali jurnal ceruk ilmu, dimana siswa akan menuliskan judul buku yang telah mereka baca setiap harinya. “Selain keterampilan membaca, siswa juga dibekali kemampuan berbicara disamping kemampuan menulis”, lanjutnya.

Setelah puas berkeliling kelas yang telah dipenuhi dengan display kelas atau panjangan hasil karya siswa di kelas, rombongan kemudian meninggalkan sekolah untuk kembali mempersiapkan laporan hasil observasi lapangan yang akan diseminarkan bersama. Darma Mahardika – Pendamping Sekolah Makmal Pendidikan untuk SDN 35 Pao-pao.

{fcomment}

Makmal Pendidikan Selenggarakan Training for Trainer (TFT)

Makmal Pendidikan melalui program Peningkatan Kualitas Pendidikan (PKP) pada hari Jum’at hingga Sabtu, 12-13 April 2013 menyelenggarakan kegiatan Training for Trainer (TFT). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka penjaringan trainer-trainer baru yang nantinya akan dijadikan trainer associate Makmal Pendidikan guna mendukung program pelatihan kepada para guru di berbagai penjuru Indonesia.

Tidak kurang sekitar 19 peserta terpilih hadir untuk mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri dari para guru sekitar daerah Parung-Kemang dan karyawan internal divisi Pendidikan Dompet Dhuafa. Menurut Abdulloh, selaku penanggung jawab kegiatan, pihaknya sengaja membatasi peserta yang ikut, hal ini dimaksutkan untuk lebih meningkatkan kualitas pelatihan.

Kegiatan yang bertajuk “Optimalisasi Berbagi Ilmu dengan Menjadi Trainer” rencananya akan dibagi menajdi tiga sesi. Pada sesi pertama yang digelar pada hari jum’at, peserta akan dibekali materi tentang public speaking, yang dibawakan oleh bapak Zulfikar yang merupakan trainer dari Kubik Training. Di sesi ini peserta dibekali berbagai tips dan trick untuk menguasai audience, dan dibangun kepercayaan dirinya untuk menjadi seorang public speaker ulung.

Berlanjut di pada sesi kedua dihari yang sama, peserta akan mendapatkan materi be coming trainer yang dibawakan oleh Agung Pardini, Manager PKP Makmal Pendidikan. Di sesi ini peserta di berikan beberapa trik ketika menjadi seorang trainer, seperti cara memperkenalkan diri ke audience, tips dalam membuka dan menutup training dan banyak lagi.

Pelatihan akan ditutup keesokan harinya dengan penampilan dari masing-masing peserta yang kemudian akan dinilai oleh trainer internal Makmal Pendidikan. Nantinya, peserta akan dinilai lewat penampilannya tersebut, dan dari hasil penilaian itu lah peserta terpilih akan otomotis dinobatkan untuk terlibat sebagai trainer associate Makmal Pendidikan.

Kegiatan TFT kali ini  mendapat respons sangat positif dari para peserta. Mereka sangat terkesan karena bisa mendapatkan banyak ilmu yang sifatnya aplikatif untuk menjadi seorang trainer handal.

“Kegiatan memberikan saya banyak pengetahuan mengenai dunia training khusunya untuk menjadi seorang trainer, dan mudah-mudahan dengan mengikuti acara ini, saya dapat member kebermanfaatan lebih kepada banyak orang di kemudian hari”, jelas Amir salah satu peserta pelatihan

Makmal Pendidikan hingga tahun 2012 telah melatih lebih dari 15.000 guru di seluruh penjuru Indonesia. Semoga dengan dilangsungkannya kegiatan ini, kedepannya Makmal Pendidikan bisa lebih optimal dalam menyebarkan kebermanfaatan dan aksi nyatanya dalam pembenahan wajah pendidikan Indonesia. Angger.

{fcomment}