Teatrikal Orasi Ala Guru Agung

“Hey, daerah…ini otonomi..tentukan kebijakan pendidikan kalian sendiri,” ujarnya sambil memperagakan smash layaknya bulutangkis. Kemudian dia berlari ke sisi yang lain, “Tidak Pak, kami belum siap!” katanya sambil melakukan smash lebih keras. Ya, demikian gaya khas Agung Pardini saat memberikan Orasi Pendidikan di Simposium Pendidikan Nasional, Rabu (30/10) lalu.

Lain daripada yang lain, Manager Peningkatan Kualitas Pendidikan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa ini, memadukan orasi dengan seni peran. Pertandingan bulu tangkis di atas, adalah peragaannya untuk menggambarkan fenomena otonomi daerah terutama berkaitan dengan kebijakan pendidikan, lebih khususnya lagi penerapan Kurikulum 2013. Bagi Agung, ketika pemerintah pusat tidak bisa memahami kapasitas daerah dalam

Pria yang lebih senang menyebut dirinya Guru Agung ini, pernah mengajar Sejarah di sebuah sekolah menengah di Bogor. Pada teatrikal orasinya, ia juga peragakan bagaimana interaksi siswa dan guru di kelas. Menutup teatrikal orasinya, Guru Agung mengatakan bahwa ada tiga proses mendasar dalam pendidikan, yaitu peneladanan, pembiasaan, dan pembelajaran.

Agung juga menceritakan tentang kiprah Makmal dalam pembenahan pendidikan Indonesia. Keterlibatan Makmal menunjukkan bahwa pembenahan pendidikan Indonesia membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Agung pun mengakhiri orasi dengan mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah turut andil dalam perbaikan pendidikan Indonesia.[siska]

{loadposition related}

{fcomment}

Makmal Pendidikan dan BEM UI Helat Simposium “Pendidikan Berkeadilan”

Amanat UUD Republik Indonesia Tahun 1945 menyebutkan bahwa “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan” (Pasal 31 ayat 1), dan “Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia” (Pasal 28C ayat 1 Amandemen Kedua UUD 1945). Namun, kiranya amanat tersebut belum mampu terealisasi dengan baik, terbukti masih terdapat ketimpangan akses terhadap pendidikan berkualitas yang dirasakan oleh banyak anak negeri ini.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa menginisiasi event Simposium Pendidikan Nasional 2013. Event tersebut direncanakan akan rutin dihelat setiap tahun. Tahun ini, Makmal gandeng BEM UI untuk bersama helat Simposium yang mengangkat tema “Pendidikan Berkeadilan”. Tujuan utama dari diselenggarakannya Simposium sendiri adalah untuk membahas isu-isu atau permasalahan terkini di bidang pendidikan berdasarkan data dan penelitian yang telah dilakukan oleh peserta, dan menarik kesimpulan yang berguna sebagai masukan atau bahan pengambilan kebijakan oleh pemerintah. Karenanya, sebelum Simposium dihelat, Makmal telah terlebih dulu menggelar kompetisi Call For Papers. Dari kompetisi tersebut, terjaring karya-karya terbaik yang berkesempatan untuk dipresentasikan saat Simposium. Selain presentasi paper terbaik, pada Simposium Pendidikan Nasional 2013 juga akan dilangsungkan Diskusi Panel bertajuk “Pendidikan Berkeadilan Pada Jenjang Perguruan Tinggi”.

Sebagai penguat wacana dan motivasi untuk peserta, hadir Tokoh Pendidikan Nasional Anies Baswedan dan Itje Chodijah untuk memberikan Orasi Pendidikan. Orasi juga disampaikan oleh Agung Pardini, Trainer Guru Nasional yang saat ini menjabat sebagai Manager Peningkatan Kualitas Pendidikan-Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa.

Simposium Pendidikan Nasional 2013 dihelat di Aula Terapung Perpustakaan Pusat Kampus UI Depok pada Rabu 30 Oktober 2013 pukul 08.00 hingga 16.00. Semoga perhelatan ini mampu memberikan kontribusi signifikan untuk perbaikan kualitas pendidikan Indonesia. [siska]

{loadposition related}

{fcomment}

Hadirilah: Simposium Pendidikan Nasional

{fcomment}

Melatih Guru Produksi Media Pembelajaran Sendiri

TANGERANG-Telah dua hari ini (24-25/09), trainer Makmal sambangi Tangerang, Banten. Bukan untuk melancong, tapi berbagi inspirasi dan pengetahuan pada para guru di Cikokol. Kali ini materi yang disampaikan adalah Media Pembelajaran. Harapannya, pasca pelatihan para guru dapat mandiri membuat media pembelajaran.

“Pelatihan ini sengaja kami buat agar para guru dapat mengimplementasikan media pembelajaran sebagai bahan ajar yang efektif dan menyenangkan,” demikian ungkap Lutfiarto Setya, tim Media Pembelajaran Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan. Hal ini didasari karena media pembelajaran merupakan sarana efektif untuk menyampaikan materi pembelajaran pada siswa.

Bertempat di SDN Cikokol 02, sebanyak 33 orang guru dari 5 sekolah dasar dan UPTD Cikokol menjadi peserta pelatihan ini. Mereka berasal dari SDN Cikokol 01, SDN Cikokol 02, SDN Cikokol 03, SDN Cikokol 04, dan SDK Penabur. Meski pelatihan berlangsung dari pagi hingga sore, namun para peserta selalu bersemangat karena pelatihan diseting aktif dan menyenangkan.

Empat orang Trainer profesional Makmal bergantian mengisi empat sesi pelatihan yang berlangsung selama dua hari. Hari pertama, diawali oleh Agung Pardini yang memberikan materi tentang Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif, Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Iwan Sahrudin, dengan materi Implemetasi Media Pembelajaran Sebagai Bahan Ajar Yang Efektif Dan Menyenangkan. Hari kedua, Suwarno menyampaikan tentang Eksplorasi Penggunaan Benda-Benda Di Lingkungan Sekitar Menjadi Alat Peraga Sederhana. Pelatihan ditutup oleh Eri Priatna yang menyampaikan materi Kreatif Menciptakan Media Pembelajaran sesuai dengan Bidang Studi.

Sengaja PSB Makmal menghelat pelatihan dengan sedikit peserta, agar materi pelatihan dapat diterima dengan baik, mendalam, dan menyeluruh oleh semua peserta. Di samping itu agar para peserta dapat langsung berkonsultasi dengan trainer apabila ada hal-hal yang dirasa kurang paham.

Pelatihan serupa pernah juga diberikan di Sorong, Papua awal tahun 2013 lalu. Semoga ke depan, semakin banyak guru yang dapat menerima manfaat dari pelatihan ini, sehingga semakin baik pula kualitas guru di negeri ini. Amin.. [siska]

{fcomment}

SDN Lalareun, “Sekolah Berwawasan Lingkungan” Berikutnya

BANDUNG-Senin (24/09), Makmal Pendidikan menghelat seremonial Launching Program Sekolah Berwawasan Lingkungan di SDN Lalareun, Bandung. Sekolah ini merupakan penerima manfaat kedua setelah SDN Kamojang yang baru ‘dilepas’ awal September lalu. Targetnya sama, menjadikannya menjadi sekolah rujukan aplikasi green school untuk sekolah-sekolah di sekitarnya.

Program pendampingan Sekolah Berwawasan Lingkungan merupakan program CSR PT Pertamina Geotermal Energy Area Kamojang, yang bekerjasama dengan PT Daya Dinamika Corpora (DD Corpora) beserta Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Kini kerjasama  terebut telah memasuki tahun kedua. Di tahun pertama, kerjasama yang dibangun antara PT Pertamina dengan DD Corpora dan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa telah memberikan kemanfaatan kepada SDN Kamojang, Kecamatan Ibun, Bandung.

Sekolah ini telah banyak mengalami perubahan yang cukup signifikan dalam hal pengelolaan lingkungan hidup dan penghijauan setelah dilakukannya pendampingan selama satu tahun. Hampir semua lahan di SDN Kamojang terpakai untuk penanaman apotik hidup dan warung hidup. Dengan melihat hasil dari program pendampingan di SDN Kamojang tersebut, Pertamina kembali menyalurkan dana CSR-nya untuk sekolah yang lain. Maka terpilihlah SDN Lalareun.

SDN Lalareun berada di Desa Pangguh, satu kecamatan dengan SDN Kamojang. SDN Lalareun berlokasi di tengah-tengah industri tekstil. Hampir di sisi kanan dan kiri SDN Lalareun berdiri Pabrik tenun kain sarung dan sebagainya. “Ada banyak pabrik berdiri di sekitar SDN Lalareun ini, dan akan banyak polusi udara yang dihasilkan oleh pabrik tersebut. Sedangkan anak-anak kita memerlukan keadaan yang nyaman ketika ada dalam ruang kelas dan salah satu cara untuk mengatasi hal itu adalah dengan memprogramkan sekolah berbasiskan lingkungan (ramah lingkungan.ed),” ungkap Kepala UPTD TK-SD Disdikbud Kecamatan Ibun, Mochammad Cuarliman Kahyo saat memberikan sambutan.

Di kabupaten Bandung khususnya kawasan yang berada di wilayah Ibun, Majalaya, Ciparay, Solokan Jeruk dan Cicalengka sudah banyak berdiri pabrik-pabrik industri. Pabrik-pabrik tersebut tentu saja akan mengeluarkan polusi yang tidak baik bagi udara di wilayah tersebut. Bagaikan dua sisi mata uang, kehadiran pabrik menghadirkan banyak lapangan kerja untuk warga sekitar dan menumbuhkan perekonomian masyarakat, namun disisi lain ada bahaya polusi udara dari asap pabrik dan limbah industrinya. Oleh sebab itu, kehadiran Sekolah Berwawasan Lingkungan akan sangat membantu dalam pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik.

Seremonial Launching Program SDN Lalareun dihadiri oleh Permadi, Humas PT Pertamina Geotermal Energy Area Kamojang, juga perwakilan dari DD Corpora dan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Acara dimulai dengan rangkaian sambutan. Sebagai bukti komitmen sekolah, dilakukan penandatanganan komitmen bersama, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur sekolah yang mendapatkan bantuan dari PT Pertamina.

“SDN Lalareun ini sekolah desa kualitas kota, fasilitasnya sudah bagus, semoga manajemennya juga sudah baik. Program pendampingan Sekolah Berwawasan Lingkungan ini menjadi pelengkap agar sekolah semakin baik. Maka, mari kita semua bersinergi mensukseskan program ini,” ajak Agung Pardini saat menyampaikan sambutannya. Yuk, sukseskan bersama. [Irman/ed: Siska]

{fcomment}

Tiga Tahun Mendampingi SDN 09 Ulakan Tapakis

Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa, selasa 17 September 2013 kemarin mengadakan selamatan 3 tahun berjalannya program pendampingan sekolah di SDN 09 Ulakan Tapakis, Padang Pariaman. Acara tersebut sekaligus menandakan berakhirnya program pendampingan yang telah diberikan kepada sekolah selama 3 tahun belakangan dari Makmal Pendidikan.

Turut hadir di acara tersebut perwakilan dari PT. Trakindo Utama, perusahaan yang mensupport penuh keberlangsungan program pendampingan di sana. Tidak ketinggalan, sekitar 15 kepala  sekolah dasar dari sekolah sekitar turut hadir dalam acara tersebut, serta pihak dinas pendidikan Kabupaten Padang Pariaman yang saat itu diwakili oleh kepala UPTD Ulakan Tapakis turut mendukung kesuksesan acara pada hari itu.

Dalam sambutannya, PT. Trakindo Utama yang diwakili Branch Manager Cabang Padang, Bapak Alimuddin menyampaikan rasa terimakasihnya yang mendalam kepada pihak SDN 09 Ulakan Tapakis yang telah secara cooperative dan bersemangat dalam menjalankan program pendampingan yang telah diberikan oleh Makmal Pendidikan Selama 3 tahun terakhir. Beliau pun berharap agar apa yang telah dicapai selama ini tidak malah menjadi menurun setelah berakhirnya masa pendampingan.

Ibu Latifah Faray Manager Persekolahan Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa, yang berkesempatan mewakili Dompet Dhuafa untuk hadir pada kegiatan kali ini pun mengarapakan hal yang serupa. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa SDN 09 Ulakan Tapakis mempunyai potensi yang cukup hebat karena guru-gurunya yang berdedikasi tinggi. Hal ini merupakan modal yang penting bagi sebuah sekolah, beliau berharap kedepannya SDN 09 Ulakan Tapakis dapat menjadi model sekolah yang ideal bagi sekolah-sekolah sekitar, bahkan tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Para siswa dan dewan guru dari SDN 09 Ulakan Tapakis pun tidak mau kalah untuk ambil bagian dikesempatan kali ini. Mereka dengan sangat bersemangat untuk menampilkan beberapa pertunjukan seni dari sekolah mereka. Mulai dari tari tradisional khas tanah minang, tari kreasi hingga puisi. Decak kagum pun tidak bisa disembunyikan dari wajah para hadirin yang datang saat itu.

Program pendampingan sekolah yang dilakukan oleh Makmal Pendidikan di SDN 09 Ulakan Tapakis dimulai saat Dompet Dhuafa merasa perlu untuk merecovery pendidikan di Sumatera Barat pasca gempa hebat yang mengguncang tahun 2009 lalu. SDN 09 Ulakan Tapakis merupakan satu dari delapan sekolah yang didampingi untuk wilayah Sumatera Barat

Pada sekolah-sekolah tersebut, Makmal Pendidikan melakukan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas manajemen sekolah, kualitas pembelajaran dan SDM guru, juga meningkatkan partisipasi dan kontribusi masyarakat di sekitar sekolah, sehingga pada akhirnya sekolah dampingan dapat menjadi sekolah rujukan bagi sekolah-sekolah di sekitarnya. Agar target pendampingan sekolah tercapai, pada setiap sekolah dampingan, Makmal Pendidikan menempatkan seorang pendamping sekolah. Setiap tiga bulan sekali, trainer Makmal Pendidikan hadir ke sekolah untuk memberikan pelatihan terhadap guru sekaligus memonitoring jalannya pendampingan sekolah.

Tiga tahun memang waktu yang singkat untuk sebuah upaya perbaikan kualitas pendidikan. Apa yang dilakukan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa juga belum menyentuh seluruh Sumatera Barat. Namun, semoga upaya ini mampu memberikan inspirasi agar semakin banyak orang bersedia memberikan kontribusinya untuk pendidikan negeri ini.

{fcomment}

PSB Makmal Ajak Anak Cintai Bumi

BOGOR-Kamis pekan lalu (12/09) tiga puluh siswa sekolah dasar di Jampang, Kemang, Bogor ikuti Zona Bintang Kecil yang difasilitasi oleh Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan. Kali ini Zona Bintang Kecil bertemakan “Bumiku Sayang Bumiku Hijau”. Dengan riang dan penuh semangat, para siswa itu menanam benih sayuran, wujud cinta mereka pada bumi.

Para siswa tersebut berasal dari tiga sekolah di sekitar kantor Makmal, yaitu MI Al-Ijtihad, SDN Iwul 02 dan SDN Tunas Mekar. Mereka hadir bersama guru pendamping ke kompleks Bumi Pengembangan Insani Dompet Dhuafa.

Kali ini hadir sebagai pemateri, Tjetji Farida, dari Dinas Pertanian Bogor. Ibu Tjetji, demikian para siswa memanggilnya, memberikan materi tentang cara menanam sayur. Dari pagi hingga siang hari para siswa antusias mengikuti setiap instruksi yang diberikan Ibu Tjetji.

Sebelum menanam, terlebih dahulu para siswa menonton film tentang global warming di ruang audio visual PSB. Film ini sebagai pengantar bagi para siswa agar mereka mengetahui pentingnya menjaga lingkungan.

Zona Bintang Kecil sendiri merupakan wadah khusus yang digagas oleh PSB Makmal untuk memfasilitasi pembelajaran luar ruang yang menyenangkan bagi para siswa. Tidak hanya siswa sekolah dasar, tapi juga dari level pendidikan anak usia dini. Ini kali kedua Zona Bintang Kecil dilaksanakan, dengan antusiasme peserta yang selalu sama.

“Zona Bintang Kecil ini diinisiasi untuk menjadikan PSB sarana informasi bagi anak untuk melakukan eksplorasi secara mendalam terhadap suatu materi, dimana semuanya dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan tanpa beban, sehingga nilai-nilai sosial, moral dan spiritual serta sikap bagi anak semakin tertanam,” terang Syifa Naufal Qisty, Koordinator Perpustakaan PSB. Maka, tunggu apa lagi, mari ajak anak Anda bergabung di Zona Bintang Kecil! [siska]

{fcomment}

Membekali Para Pembina Kelas Menulis

BOGOR – Jum’at (06/09), Tim Media Pembelajaran Pusat Sumber Belajar Makmal Pendidikan menghelat agenda coaching untuk para Pembina Kelas Menulis. Tak hanya iseng belaka, harapan akan lahirnya para penulis cilik berbakat dari tangan dingin para pembina tersebut, menjadi cita.

Coaching berlangsung selama satu hari dari pagi hingga sore, bertempat di Aula Media Pembelajaran Lantai 2 Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal. Sebanyak 20 orang hadir menjadi peserta. Tidak hanya dari kalangan guru, para mahasiswa pun turut ambil bagian.
Para guru berasal dari tujuh sekolah dasar di Kecamatan Kemang, Bogor, yaitu MI. Al-Hasanah, SDN Jampang 03, SDN Jampang 4, SDN Tegal Jaya 02,  SDN Jampang 01, SDN Jampang Pondok Udik, SDI Nurul Iman. Sedangkan mahasiswa berasal dari STEI-SEBI, FKM-UI,  FT-UI, FMIPA-UI, BEM-IPB, FAPERTA-IPB.

Coaching diisi oleh tiga pemateri. Sesi pertama diisi oleh Agung Pardini (Trainer Nasional Makmal Pendidikan) tentang membangun kesadaran konseptual untuk menulis dari apa yang telah dibaca dan diketahui anak sebelumnya. Sesi kedua, oleh Shirli Gumilang (Sekolah Guru Indonesia) yang menyampaikan materi tentang Micro Teaching, dan sesi terakhir oleh Nastiti (Guru Prestatif) yang mengajak para peserta untuk simulasi kelas menulis.

Acara ini merupakan rangkaian dari penyelenggaraan Kelas Menulis yang diadakan oleh Media Pembelajaran PSB. Kelas Menulis sendiri telah dibuka secara resmi pada bulan Ramadhan lalu dengan format Pesantren Literasi. Kelas Menulis merupakan wadah untuk menyalurkan minat bakat anak-anak usia sekolah dasar di dunia penulisan hingga akhirnya mereka dapat menjadikannya sebagai profesi di kemudian hari.

Karena itulah, pembekalan untuk para Pembina Kelas Menulis menjadi penting. “Acara ini diadakan agar par a peserta mampu menjadi Pembina Kelas Menulis yang profesional, kreatif, dan menyenangkan,” ungkap Iwan Sahrudin, Koordinator Media Pembelajaran PSB Makmal. Semoga! [Siska]

{fcomment}

Melepas Sekolah Hijau Kamojang

KAMOJANG-Selasa lalu (03/09) menjadi momen bersejarah bagi SDN Kamojang, Bandung. Pasalnya, pada hari itu dilakukan seremonial Pelepasan Program Pendampingan Sekolah Berwawasan Lingkungan. Program tersebut selama satu tahun terakhir intens dilakukan Makmal Pendidikan di SDN Kamojang.

Seremonial tersebut berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Selain warga sekolah, hadir pula para pejabat daerah seperti Camat Kecamatan Ibun, Kepala UPTD Kecamatan  Ibun, dan  Pengawas TK/SD. Hadir pula Perwakilan Direksi PT. Pertamina Geothermal Energy selaku donatur, tak lupa Direktur Daya Dinamika Corpora dan Direktur Makmal Pendidikan selaku fasilitator program.

Selain simbolisasi pelepasan program, pada acara ini juga dilakukan peluncuran buku “Hijau Hebring di Kamojang”. Buku tersebut secara simbolis diserahkan oleh Camat Ibun kepada perwakilan PT. Pertamina Geothermal Energy.

Pembuatan buku tersebut diprakarsai oleh Makmal Pendidikan, sedangkan isinya ditulis oleh Pendamping Sekolah Makmal dan para guru di SDN Kamojang. Secara spesifik para guru menulis tentang pengalaman semasa menjalani program pendampingan sekolah, dan tentang usaha apa saja yang sudah dilakukan untuk menciptakan sekolah SDN Kamojang yang berwawasan lingkungan atau green school.

Acara tersebut juga menampilkan beberapa performance dari siswa dan siswi SDN Kamojang. Ada yang menggubah lagu Tegar Aku Yang Dulu Bukan Aku Yang Sekarang menjadi lagu bertemakan lingkungan, ada juga yang membaca puisi tentang bagaimana kita menjaga lingkungan. Menggubah lagu dan membuat puisi itu juga merupakan bagian dari lomba yang diadakan oleh Sekolah. Pengumuman para pemenang lomba menjadi pungkasan seremonial.

Setelah menutup seremonial, para tamu undangan melakukan touring berkeliling sekolah SDN Kamojang yang dipandu oleh Pendamping Sekolah dan salah satu guru yang menjelaskan tentang hal-hal yang telah dilakukan selama pendampingan, misalnya tanaman obat apa saja yang sudah ditanam dan membuahkan hasil yang bermanfaat.

Program Pendampingan Sekolah Berwawasan Lingkungan di SDN Kamojang sendiri dimulai pada 27 September 2012. “Sekolah Berwawasan Lingkungan merupakan sekolah yang memanfaatkan dan menata lahan sekolah menjadi laboratorium alam (baik untuk menanam tanaman obat-obatan maupun pendukung pembelajaran), melakukan ajakan hemat energi dan air, mendaur ulang sampah melalui proses 3R (reduce, reuse, dan recycle), serta mengelola lingkungan sosial dalam bentuk pembiasaan perilaku-perilaku nyata yang positif di antaranya kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, kejujuran, dan menghargai kearifan lokal”, demikian cerita Zayd Sayfullah, Koordinator Pendampingan Sekolah Makmal Pendidikan, tentang Pendampingan Sekolah Berwawasan Lingkungan yang digawanginya.

Demikianlah, Sekolah Hijau di Kamojang telah resmi dilepas. Semoga menjadi sebuah investasi kebaikan untuk bumi pertiwi. Dan kini, Makmal bersama Pertamina Geothermal Energy bersiap mendirikan Sekolah Berwawasan Lingkungan di sekolah lain. [Rini]
   
Selengkapnya tentang program Sekolah Berwawasan Lingkungan dapat disimak pada tulisan Zayd Sayfullah “Persepsi Siswa, dan Kehadiran Sekolah Berwawasan Lingkungan”.

{fcomment}

Persepsi Siswa, dan Kehadiran Sekolah Berwawasan Lingkungan

Dalam kehidupan ini manusia selalu mengatur tingkah lakunya sesuai dengan pola pikirnya terhadap sesuatu. Pola pikir inilah yang membentuk dan memperkuat persepsi manusia terhadap segala sesuatu. “Kalau kita menginginkan perubahan yang kecil dalam hidup, garaplah perilaku,” kata Stephen R. Covey. “Tetapi bila kita ingin perubahan yang besar dan mendasar, kita harus mengubah pola pikir kita.” Jadi, bila kita hendak mengubah tingkah laku manusia yang belum atau tidak baik menjadi baik, tidak ada jalan lain kecuali harus mengubah persepsinya terlebih dahulu.

Metode yang sama berlaku pula ketika kita ingin menanamkan karakter positif secara hakiki pada anak atau siswa, perubahan yang dikehendaki harus diawali dari perubahan pada persepsi mereka tentang sesuatu. Persepsi anak bisa berubah jika ada perubahan pola pikirnya. Siswa kita membuang sampah di sembarang tempat? Solusi yang seharusnya kita berikan adalah memberikan pemahaman yang bisa membentuk persepsi yang benar terhadap perbuatannya tersebut. Untuk itulah, jika kita menginginkan adanya perubahan karakter anak sesuai dengan yang kita harapkan (dari tidak baik menjadi baik, dari tidak peduli terhadap lingkungan menjadi peduli), yang terlebih dahulu harus kita tempuh adalah upaya membentuk persepsi yang benar melalui penataan kembali pola pikir mereka.

Atas dasar pemikiran tersebut, Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa membuat program Sekolah Berwawasan Lingkungan. Sekolah Berwawasan Lingkunan merupakan sekolah yang memanfaatkan dan menata lahan sekolah menjadi laboratorium alam (baik untuk menanam tanaman obat-obatan maupun pendukung pembelajaran), melakukan ajakan hemat energi dan air, mendaur ulang sampah melalui proses 3R (reduce, reuse, dan recycle), serta mengelola lingkungan sosial dalam bentuk pembiasaan perilaku-perilaku nyata yang positif (di antaranya kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, kejujuran, dan menghargai kearifan lokal).

Pembentukan karakter sekolah berwawasan lingkungan dilakukan sebagai usaha untuk mengembangkan karakter siswa yang dibangun oleh dua unsur utama, yakni pola pikir dan pola sikap yang berwawasan lingkungan. Pola pikir berhubungan dengan cara pandang guru dan siswa terhadap persoalan lingkungan. Siswa dikatakan memiliki pola pikir berwawasan lingkungan apabila ia menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai landasan dalam berpikirnya. Siswa diarahkan untuk mulai memiliki pemikiran yang bersumber dari nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan kebersihan, sekaligus bisa menilai mana perbuatan yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan mana perbuatan yang merusak lingkungan. Siswa merasa senang, bangga, cinta, atau suka karena telah menjaga lingkungan.

Pembentukan karakter berwawasan lingkungan pada jenjang sekolah dasar lebih ditekankan sebagai aspek pengenalan dan pembiasaan sehingga persepsi cinta lingkungan menjadi pola pikirnya pada masa mendatang. Disebabkan misi mulia yang diemban dalam program seperti ini, tidak berlebihan bila sekolah yang menjadi tempat pelaksanaan program menyambut antusias. Inilah yang kami saksikan di SDN Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Ketika program Sekolah Berwawasan Lingkungan diluncurkan pada 27 September 2012, yang terselenggara atas kerjasama PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang dengan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa dan DD Corpora, para guru di sana terlihat memiliki semangat dan harapan baru. Semangat dan harapan baru untuk sebuah impian mewujudkan sekolah tempatnya bertugas menjadi sekolah yang berkualitas dan dikenal oleh masyarakat luas. Sekolah Berwawasan Lingkungan itulah semangat dan harapan yang ingin dicapai oleh para guru SDN Kamojang. Sebuah harapan dan cita-cita besar yang wajar meskipun mereka belum pernah mendapatkan gambaran utuh tentang sekolah berwawasan lingkungan dan bagaimana langkah untuk mewujudkannya.

Sebagai upaya untuk membantu mewujudkan harapan dan cita-cita tersebut, Makmal Pendidikan menempatkan Pendamping Sekolah yang secara rutin mendampingi para guru dan warga sekolah guna merealisasikan program tersebut. Tidak hanya itu, guna memberikan pengalaman serta kompetensi yang dibutuhkan untuk mendukung terbentuknya Sekolah Hijau tersebut, Makmal Pendidikan juga memberikan pelatihan yang diadakan secara rutin setiap tiga bulan sekali.

Pelatihan perdana yang diberikan adalah pelatihan Penyusunan Kebijakan Sekolah Berwawasan Lingkungan. Pelatihan ini merupakan langkah awal untuk membuat fondasi yang kuat demi terwujudnya sekolah yang mampu melahirkan lulusan yang cinta dan peduli terhadap lingkungan. Mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan itu artinya sekolah harus membuat kebijakan yang mendukung ke arah yang dituju. Kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan merupakan spirit pembentukan Sekolah Berwawasan Lingkungan. Di sinilah letak penting visi sekolah yang berwawasan lingkungan.

Tidak ada langkah maju bagi sebuah sekolah hingga visi tersebut ditetapkan. Oleh karena itu, apabila ingin menjadi Sekolah Berwawasan Lingkungan, mau tidak mau sekolah harus membuat kebijakan yang mendukung dan mengarah kepada terbentuknya cita-cita ini. Dengan demikian, dalam visi, misi, dan tujuan serta rencana program dan kegiatan sekolah harus mengadopsi dan memuat upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Secara bertahap, pelatihan lanjutan diberikan untuk mengarahkan sekolah menemukenali identitasnya sebagai Sekolah Berwawasan Lingkunan. Kendati pada awalnya terasa sukar, di kemudian hari hasil yang dipetik setelah mempraktikkan hasil-hasil pelatihan dan pendampingan sekolah justru melahirkan optimisme baru. Optimis atas hadirnya generasi baru yang lebih peduli pada masa depan Bumi. Tanpa terkecuali pula para guru yang telah menyertai mereka sebagai generasi hebat.

Zayd Sayfullah
Koordinator Pendampingan Sekolah
Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa

{fcomment}