Tiga Tahun Mendampingi SDN 09 Ulakan Tapakis

Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa, selasa 17 September 2013 kemarin mengadakan selamatan 3 tahun berjalannya program pendampingan sekolah di SDN 09 Ulakan Tapakis, Padang Pariaman. Acara tersebut sekaligus menandakan berakhirnya program pendampingan yang telah diberikan kepada sekolah selama 3 tahun belakangan dari Makmal Pendidikan.

Turut hadir di acara tersebut perwakilan dari PT. Trakindo Utama, perusahaan yang mensupport penuh keberlangsungan program pendampingan di sana. Tidak ketinggalan, sekitar 15 kepala  sekolah dasar dari sekolah sekitar turut hadir dalam acara tersebut, serta pihak dinas pendidikan Kabupaten Padang Pariaman yang saat itu diwakili oleh kepala UPTD Ulakan Tapakis turut mendukung kesuksesan acara pada hari itu.

Dalam sambutannya, PT. Trakindo Utama yang diwakili Branch Manager Cabang Padang, Bapak Alimuddin menyampaikan rasa terimakasihnya yang mendalam kepada pihak SDN 09 Ulakan Tapakis yang telah secara cooperative dan bersemangat dalam menjalankan program pendampingan yang telah diberikan oleh Makmal Pendidikan Selama 3 tahun terakhir. Beliau pun berharap agar apa yang telah dicapai selama ini tidak malah menjadi menurun setelah berakhirnya masa pendampingan.

Ibu Latifah Faray Manager Persekolahan Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa, yang berkesempatan mewakili Dompet Dhuafa untuk hadir pada kegiatan kali ini pun mengarapakan hal yang serupa. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa SDN 09 Ulakan Tapakis mempunyai potensi yang cukup hebat karena guru-gurunya yang berdedikasi tinggi. Hal ini merupakan modal yang penting bagi sebuah sekolah, beliau berharap kedepannya SDN 09 Ulakan Tapakis dapat menjadi model sekolah yang ideal bagi sekolah-sekolah sekitar, bahkan tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Para siswa dan dewan guru dari SDN 09 Ulakan Tapakis pun tidak mau kalah untuk ambil bagian dikesempatan kali ini. Mereka dengan sangat bersemangat untuk menampilkan beberapa pertunjukan seni dari sekolah mereka. Mulai dari tari tradisional khas tanah minang, tari kreasi hingga puisi. Decak kagum pun tidak bisa disembunyikan dari wajah para hadirin yang datang saat itu.

Program pendampingan sekolah yang dilakukan oleh Makmal Pendidikan di SDN 09 Ulakan Tapakis dimulai saat Dompet Dhuafa merasa perlu untuk merecovery pendidikan di Sumatera Barat pasca gempa hebat yang mengguncang tahun 2009 lalu. SDN 09 Ulakan Tapakis merupakan satu dari delapan sekolah yang didampingi untuk wilayah Sumatera Barat

Pada sekolah-sekolah tersebut, Makmal Pendidikan melakukan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas manajemen sekolah, kualitas pembelajaran dan SDM guru, juga meningkatkan partisipasi dan kontribusi masyarakat di sekitar sekolah, sehingga pada akhirnya sekolah dampingan dapat menjadi sekolah rujukan bagi sekolah-sekolah di sekitarnya. Agar target pendampingan sekolah tercapai, pada setiap sekolah dampingan, Makmal Pendidikan menempatkan seorang pendamping sekolah. Setiap tiga bulan sekali, trainer Makmal Pendidikan hadir ke sekolah untuk memberikan pelatihan terhadap guru sekaligus memonitoring jalannya pendampingan sekolah.

Tiga tahun memang waktu yang singkat untuk sebuah upaya perbaikan kualitas pendidikan. Apa yang dilakukan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa juga belum menyentuh seluruh Sumatera Barat. Namun, semoga upaya ini mampu memberikan inspirasi agar semakin banyak orang bersedia memberikan kontribusinya untuk pendidikan negeri ini.

{fcomment}

PSB Makmal Ajak Anak Cintai Bumi

BOGOR-Kamis pekan lalu (12/09) tiga puluh siswa sekolah dasar di Jampang, Kemang, Bogor ikuti Zona Bintang Kecil yang difasilitasi oleh Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan. Kali ini Zona Bintang Kecil bertemakan “Bumiku Sayang Bumiku Hijau”. Dengan riang dan penuh semangat, para siswa itu menanam benih sayuran, wujud cinta mereka pada bumi.

Para siswa tersebut berasal dari tiga sekolah di sekitar kantor Makmal, yaitu MI Al-Ijtihad, SDN Iwul 02 dan SDN Tunas Mekar. Mereka hadir bersama guru pendamping ke kompleks Bumi Pengembangan Insani Dompet Dhuafa.

Kali ini hadir sebagai pemateri, Tjetji Farida, dari Dinas Pertanian Bogor. Ibu Tjetji, demikian para siswa memanggilnya, memberikan materi tentang cara menanam sayur. Dari pagi hingga siang hari para siswa antusias mengikuti setiap instruksi yang diberikan Ibu Tjetji.

Sebelum menanam, terlebih dahulu para siswa menonton film tentang global warming di ruang audio visual PSB. Film ini sebagai pengantar bagi para siswa agar mereka mengetahui pentingnya menjaga lingkungan.

Zona Bintang Kecil sendiri merupakan wadah khusus yang digagas oleh PSB Makmal untuk memfasilitasi pembelajaran luar ruang yang menyenangkan bagi para siswa. Tidak hanya siswa sekolah dasar, tapi juga dari level pendidikan anak usia dini. Ini kali kedua Zona Bintang Kecil dilaksanakan, dengan antusiasme peserta yang selalu sama.

“Zona Bintang Kecil ini diinisiasi untuk menjadikan PSB sarana informasi bagi anak untuk melakukan eksplorasi secara mendalam terhadap suatu materi, dimana semuanya dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan tanpa beban, sehingga nilai-nilai sosial, moral dan spiritual serta sikap bagi anak semakin tertanam,” terang Syifa Naufal Qisty, Koordinator Perpustakaan PSB. Maka, tunggu apa lagi, mari ajak anak Anda bergabung di Zona Bintang Kecil! [siska]

{fcomment}

Membekali Para Pembina Kelas Menulis

BOGOR – Jum’at (06/09), Tim Media Pembelajaran Pusat Sumber Belajar Makmal Pendidikan menghelat agenda coaching untuk para Pembina Kelas Menulis. Tak hanya iseng belaka, harapan akan lahirnya para penulis cilik berbakat dari tangan dingin para pembina tersebut, menjadi cita.

Coaching berlangsung selama satu hari dari pagi hingga sore, bertempat di Aula Media Pembelajaran Lantai 2 Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal. Sebanyak 20 orang hadir menjadi peserta. Tidak hanya dari kalangan guru, para mahasiswa pun turut ambil bagian.
Para guru berasal dari tujuh sekolah dasar di Kecamatan Kemang, Bogor, yaitu MI. Al-Hasanah, SDN Jampang 03, SDN Jampang 4, SDN Tegal Jaya 02,  SDN Jampang 01, SDN Jampang Pondok Udik, SDI Nurul Iman. Sedangkan mahasiswa berasal dari STEI-SEBI, FKM-UI,  FT-UI, FMIPA-UI, BEM-IPB, FAPERTA-IPB.

Coaching diisi oleh tiga pemateri. Sesi pertama diisi oleh Agung Pardini (Trainer Nasional Makmal Pendidikan) tentang membangun kesadaran konseptual untuk menulis dari apa yang telah dibaca dan diketahui anak sebelumnya. Sesi kedua, oleh Shirli Gumilang (Sekolah Guru Indonesia) yang menyampaikan materi tentang Micro Teaching, dan sesi terakhir oleh Nastiti (Guru Prestatif) yang mengajak para peserta untuk simulasi kelas menulis.

Acara ini merupakan rangkaian dari penyelenggaraan Kelas Menulis yang diadakan oleh Media Pembelajaran PSB. Kelas Menulis sendiri telah dibuka secara resmi pada bulan Ramadhan lalu dengan format Pesantren Literasi. Kelas Menulis merupakan wadah untuk menyalurkan minat bakat anak-anak usia sekolah dasar di dunia penulisan hingga akhirnya mereka dapat menjadikannya sebagai profesi di kemudian hari.

Karena itulah, pembekalan untuk para Pembina Kelas Menulis menjadi penting. “Acara ini diadakan agar par a peserta mampu menjadi Pembina Kelas Menulis yang profesional, kreatif, dan menyenangkan,” ungkap Iwan Sahrudin, Koordinator Media Pembelajaran PSB Makmal. Semoga! [Siska]

{fcomment}

Melepas Sekolah Hijau Kamojang

KAMOJANG-Selasa lalu (03/09) menjadi momen bersejarah bagi SDN Kamojang, Bandung. Pasalnya, pada hari itu dilakukan seremonial Pelepasan Program Pendampingan Sekolah Berwawasan Lingkungan. Program tersebut selama satu tahun terakhir intens dilakukan Makmal Pendidikan di SDN Kamojang.

Seremonial tersebut berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Selain warga sekolah, hadir pula para pejabat daerah seperti Camat Kecamatan Ibun, Kepala UPTD Kecamatan  Ibun, dan  Pengawas TK/SD. Hadir pula Perwakilan Direksi PT. Pertamina Geothermal Energy selaku donatur, tak lupa Direktur Daya Dinamika Corpora dan Direktur Makmal Pendidikan selaku fasilitator program.

Selain simbolisasi pelepasan program, pada acara ini juga dilakukan peluncuran buku “Hijau Hebring di Kamojang”. Buku tersebut secara simbolis diserahkan oleh Camat Ibun kepada perwakilan PT. Pertamina Geothermal Energy.

Pembuatan buku tersebut diprakarsai oleh Makmal Pendidikan, sedangkan isinya ditulis oleh Pendamping Sekolah Makmal dan para guru di SDN Kamojang. Secara spesifik para guru menulis tentang pengalaman semasa menjalani program pendampingan sekolah, dan tentang usaha apa saja yang sudah dilakukan untuk menciptakan sekolah SDN Kamojang yang berwawasan lingkungan atau green school.

Acara tersebut juga menampilkan beberapa performance dari siswa dan siswi SDN Kamojang. Ada yang menggubah lagu Tegar Aku Yang Dulu Bukan Aku Yang Sekarang menjadi lagu bertemakan lingkungan, ada juga yang membaca puisi tentang bagaimana kita menjaga lingkungan. Menggubah lagu dan membuat puisi itu juga merupakan bagian dari lomba yang diadakan oleh Sekolah. Pengumuman para pemenang lomba menjadi pungkasan seremonial.

Setelah menutup seremonial, para tamu undangan melakukan touring berkeliling sekolah SDN Kamojang yang dipandu oleh Pendamping Sekolah dan salah satu guru yang menjelaskan tentang hal-hal yang telah dilakukan selama pendampingan, misalnya tanaman obat apa saja yang sudah ditanam dan membuahkan hasil yang bermanfaat.

Program Pendampingan Sekolah Berwawasan Lingkungan di SDN Kamojang sendiri dimulai pada 27 September 2012. “Sekolah Berwawasan Lingkungan merupakan sekolah yang memanfaatkan dan menata lahan sekolah menjadi laboratorium alam (baik untuk menanam tanaman obat-obatan maupun pendukung pembelajaran), melakukan ajakan hemat energi dan air, mendaur ulang sampah melalui proses 3R (reduce, reuse, dan recycle), serta mengelola lingkungan sosial dalam bentuk pembiasaan perilaku-perilaku nyata yang positif di antaranya kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, kejujuran, dan menghargai kearifan lokal”, demikian cerita Zayd Sayfullah, Koordinator Pendampingan Sekolah Makmal Pendidikan, tentang Pendampingan Sekolah Berwawasan Lingkungan yang digawanginya.

Demikianlah, Sekolah Hijau di Kamojang telah resmi dilepas. Semoga menjadi sebuah investasi kebaikan untuk bumi pertiwi. Dan kini, Makmal bersama Pertamina Geothermal Energy bersiap mendirikan Sekolah Berwawasan Lingkungan di sekolah lain. [Rini]
   
Selengkapnya tentang program Sekolah Berwawasan Lingkungan dapat disimak pada tulisan Zayd Sayfullah “Persepsi Siswa, dan Kehadiran Sekolah Berwawasan Lingkungan”.

{fcomment}

Persepsi Siswa, dan Kehadiran Sekolah Berwawasan Lingkungan

Dalam kehidupan ini manusia selalu mengatur tingkah lakunya sesuai dengan pola pikirnya terhadap sesuatu. Pola pikir inilah yang membentuk dan memperkuat persepsi manusia terhadap segala sesuatu. “Kalau kita menginginkan perubahan yang kecil dalam hidup, garaplah perilaku,” kata Stephen R. Covey. “Tetapi bila kita ingin perubahan yang besar dan mendasar, kita harus mengubah pola pikir kita.” Jadi, bila kita hendak mengubah tingkah laku manusia yang belum atau tidak baik menjadi baik, tidak ada jalan lain kecuali harus mengubah persepsinya terlebih dahulu.

Metode yang sama berlaku pula ketika kita ingin menanamkan karakter positif secara hakiki pada anak atau siswa, perubahan yang dikehendaki harus diawali dari perubahan pada persepsi mereka tentang sesuatu. Persepsi anak bisa berubah jika ada perubahan pola pikirnya. Siswa kita membuang sampah di sembarang tempat? Solusi yang seharusnya kita berikan adalah memberikan pemahaman yang bisa membentuk persepsi yang benar terhadap perbuatannya tersebut. Untuk itulah, jika kita menginginkan adanya perubahan karakter anak sesuai dengan yang kita harapkan (dari tidak baik menjadi baik, dari tidak peduli terhadap lingkungan menjadi peduli), yang terlebih dahulu harus kita tempuh adalah upaya membentuk persepsi yang benar melalui penataan kembali pola pikir mereka.

Atas dasar pemikiran tersebut, Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa membuat program Sekolah Berwawasan Lingkungan. Sekolah Berwawasan Lingkunan merupakan sekolah yang memanfaatkan dan menata lahan sekolah menjadi laboratorium alam (baik untuk menanam tanaman obat-obatan maupun pendukung pembelajaran), melakukan ajakan hemat energi dan air, mendaur ulang sampah melalui proses 3R (reduce, reuse, dan recycle), serta mengelola lingkungan sosial dalam bentuk pembiasaan perilaku-perilaku nyata yang positif (di antaranya kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, kejujuran, dan menghargai kearifan lokal).

Pembentukan karakter sekolah berwawasan lingkungan dilakukan sebagai usaha untuk mengembangkan karakter siswa yang dibangun oleh dua unsur utama, yakni pola pikir dan pola sikap yang berwawasan lingkungan. Pola pikir berhubungan dengan cara pandang guru dan siswa terhadap persoalan lingkungan. Siswa dikatakan memiliki pola pikir berwawasan lingkungan apabila ia menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai landasan dalam berpikirnya. Siswa diarahkan untuk mulai memiliki pemikiran yang bersumber dari nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan kebersihan, sekaligus bisa menilai mana perbuatan yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan mana perbuatan yang merusak lingkungan. Siswa merasa senang, bangga, cinta, atau suka karena telah menjaga lingkungan.

Pembentukan karakter berwawasan lingkungan pada jenjang sekolah dasar lebih ditekankan sebagai aspek pengenalan dan pembiasaan sehingga persepsi cinta lingkungan menjadi pola pikirnya pada masa mendatang. Disebabkan misi mulia yang diemban dalam program seperti ini, tidak berlebihan bila sekolah yang menjadi tempat pelaksanaan program menyambut antusias. Inilah yang kami saksikan di SDN Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Ketika program Sekolah Berwawasan Lingkungan diluncurkan pada 27 September 2012, yang terselenggara atas kerjasama PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang dengan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa dan DD Corpora, para guru di sana terlihat memiliki semangat dan harapan baru. Semangat dan harapan baru untuk sebuah impian mewujudkan sekolah tempatnya bertugas menjadi sekolah yang berkualitas dan dikenal oleh masyarakat luas. Sekolah Berwawasan Lingkungan itulah semangat dan harapan yang ingin dicapai oleh para guru SDN Kamojang. Sebuah harapan dan cita-cita besar yang wajar meskipun mereka belum pernah mendapatkan gambaran utuh tentang sekolah berwawasan lingkungan dan bagaimana langkah untuk mewujudkannya.

Sebagai upaya untuk membantu mewujudkan harapan dan cita-cita tersebut, Makmal Pendidikan menempatkan Pendamping Sekolah yang secara rutin mendampingi para guru dan warga sekolah guna merealisasikan program tersebut. Tidak hanya itu, guna memberikan pengalaman serta kompetensi yang dibutuhkan untuk mendukung terbentuknya Sekolah Hijau tersebut, Makmal Pendidikan juga memberikan pelatihan yang diadakan secara rutin setiap tiga bulan sekali.

Pelatihan perdana yang diberikan adalah pelatihan Penyusunan Kebijakan Sekolah Berwawasan Lingkungan. Pelatihan ini merupakan langkah awal untuk membuat fondasi yang kuat demi terwujudnya sekolah yang mampu melahirkan lulusan yang cinta dan peduli terhadap lingkungan. Mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan itu artinya sekolah harus membuat kebijakan yang mendukung ke arah yang dituju. Kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan merupakan spirit pembentukan Sekolah Berwawasan Lingkungan. Di sinilah letak penting visi sekolah yang berwawasan lingkungan.

Tidak ada langkah maju bagi sebuah sekolah hingga visi tersebut ditetapkan. Oleh karena itu, apabila ingin menjadi Sekolah Berwawasan Lingkungan, mau tidak mau sekolah harus membuat kebijakan yang mendukung dan mengarah kepada terbentuknya cita-cita ini. Dengan demikian, dalam visi, misi, dan tujuan serta rencana program dan kegiatan sekolah harus mengadopsi dan memuat upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Secara bertahap, pelatihan lanjutan diberikan untuk mengarahkan sekolah menemukenali identitasnya sebagai Sekolah Berwawasan Lingkunan. Kendati pada awalnya terasa sukar, di kemudian hari hasil yang dipetik setelah mempraktikkan hasil-hasil pelatihan dan pendampingan sekolah justru melahirkan optimisme baru. Optimis atas hadirnya generasi baru yang lebih peduli pada masa depan Bumi. Tanpa terkecuali pula para guru yang telah menyertai mereka sebagai generasi hebat.

Zayd Sayfullah
Koordinator Pendampingan Sekolah
Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa

{fcomment}

Memulai Sekolah Dengan Berbagi Maaf

Senin (19/08) kemarin, hampir semua sekolah memulai kembali aktivitasnya setelah libur Lebaran. PAUD Pengembangan Insani pun tak ketinggalan. Salah satu Sekolah Laboratorium Makmal Pendidikan ini memulai aktivitasnya dengan Halal bi Halal siswa, orangtua, dan guru.

Acara Halal bi Halal digelar di Bumi Pengembangan Insani, Jampang, Kemang, Bogor. Acara ini dihadiri oleh  79 siswa PAUD  beserta  Wali muridnya.

Acara dibuka dengan sambutan-sambutan, tak lupa mendengarkan tausiyah dari Ustadz. Berkesempatan hadir, Ustadz Ujang Supriatna, salah satu tokoh masyarakat Desa Jampang yang juga karyawan Makmal Pendidikan. “Makna Halal Bil Halal yaitu menghalalkan yang sudah halal dan memberi maaf terhadap suatu kesalahan”, kata Ustadz Ujang dalam tausyiahnya. “Dengan minta maaf dan memaafkan juga mengandung hikmah yaitu akan lebih meningkatkan kita kepada taqwa”, lanjutnya.

Seperti layaknya Halal bi Halal, acara diakhiri dengan saling bersalaman. Anak-anak PAUD nampak bersemangat salaman satu dengan yang lain. Mereka tampak seperti sudah memahami artinya berjabat tangan, selain untuk saling bermaaf-maafan juga untuk mengikat tali silaturahim supaya tetap terjaga erat.

{fcomment}

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Segenap Pimpinan dan Staf Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa Mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H”, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan menjadikan kita pribadi yang lebih produktif dan prestatif.

{fcomment}

Bertualang di Dunia Literasi

Tepat pada tgl 29-30 Juli yang lalu, Makmal Pendidikan menyelenggarakan Pesantren Kilat untuk siswa/i SD/MI dan Taman Bacaan Masyarakat disekitar Lembaga Pengembangan Insani. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan keterampilan literasi sebagai bagian dari kecakapan hidup (life skill), yang harus dimiliki agar mampu bersosialisasi dengan baik, dan bisa meningkatkan keimanan. Serta meningkatkan daya paham dalam hal keagamaan. di sisi lain, kecakapan yang ditanamkan dalam pesantren literasi ini juga merupakan pembuka jalan bagi siswa, untuk bisa menyerap pengetahuan dari mata pelajaran yang lain.

Hari Pertama,diberikan 2 materi yang di sampaikan oleh Bapak Agung Pardini dengan Tausyiah Ramadhan dan yang kedua disampaikan materi Mind Mapping oleh Ibu Rina Faitmah.

Hari Pertama, diberikan 2 materi yang disampaikan oleh Bapak Agung Pardhini dengan Tausiah Ramadhan dan anjakan untuk meningkatkan ketakwaan, diselingi dengan quis literasi berkomunikasi dengan teman dan menulis. Yaitu menjelaskan kembali secara lisan tentang keutamaan dibulan ramadhan dan anjuran untuk meningkatkan ketaqwaan. kemudian permainan Logika kebenaran dengan tema fiqih puasa dalam bentuk mendengarkan dan berdiskusi tentang fiqih puasa dan menjelaskan kembali secara tertulis. Melalui membaca potongan kata kemudian mampu menyusunnya dengan benar, kemudian disampaikan informasi kepada temannya untuk ditulis ulang informasi tersebut. selanjutnya materi Kedua,Minda Mapping yang disampaikan oleh Ibu Rina Fatimah melalui sebuah film yang ditonton bersama mengenai perjalanan Rosul. Dengan tujuan memahami wacana lisan tentang berita dan drama pendek, mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk ringkasan mind mapping dari film yang ditonton. Dimana hal ini dapat diterapkan dalam membaca buku cerita anak terutama memahami teks yang panjang, petunjuk pemakaian, makna kata dalam kamus/ensiklopedi.

Hari ke 2 dimulai setelah solat dhuha berjamaah, para peserta mengikuti acara pembukaan Story Telling tentang buku cerita yang sudah dipinjamkan sebelumnya. Tujuan dari story telling ini untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan daya ingat peserta dari materi  yang sudah di baca. Acara berikutnya outbond, yang terbagi dalam 4 pos dan para peserta dibagi berkelompok bergiliran. Pada Pos I, kelompok peserta harus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemandu, dan jawabannya terdapat dalam sebuah amplop yang di sebar diluar. Setelah lolos lanjutkan ke Pos II, kelompok peserta diminta menempel kertas berisi tulisan nama kerajaan, tahun berdiri beserta nama rajanya dan ditempelkan pada peta yang sesuai dengan tulisan. Selanjutnya Pos III dan Pos IV, Kelompok peserta diminta menyusun puzzle potongan kertas sebuah alenia menjadi paragraf.

Tepat adzan dzuhur berkumandang,materi outbond pun selesai. Seluruh peserta bersiap sholat berjamaah, setelah itu mereka kedatangan narasumber penulis cilik usia 10 Tahun bernama Syahla Varelya Threonizzahra. Syahla berbagi ilmu menulis dengan tema pohon harapan calon penulis. Dengan harapan dapat memotivasi peserta untuk menulis dilanjutkan pembagian buku yang disertai tanda tangan penulis, pembagian reward ,  dan sosialisasi sanggar literasi Pusat Sumber Belajar. Akhirnya acara ditutup dengan buka puasa bersama keluarga besar Makmal Pendidikan dan hiburan dari Pendongeng Ka Tony Surahman.

Terimakasih buat seluruh peserta yang sudah hadir dan teman-teman yang sudah berkontribusi. InsyAllah Tahun Depan,Pesantren Kilat Literasi akan hadir kembali, ditunggu ya 🙂

{fcomment}

Sekolah Konsultan Pendidikan


Maju dan berkembangnya sebuah sekolah tak lepas dari keberhasilan manajemen sekolah, proses dan kualitas belajar mengajar yang dilaksanakan para guru. Hingga kemudian ada pandangan positif masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang bermuara lahirnya kepercayaan masyarakat dan stake holder terkait lainnya terhadap sekolah.

Untuk itu dibutuhkan peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah, agar dalam menjalankan tugas-tugas dapat lebih optimal. Seperti program yang terencana dan terpadu serta berkesinambungan bagi guru dan kepala sekolah. Hal ini tentu untuk membentuk guru dan kepala sekolah yang memiliki kompetensi dan karakter serta motivasi spiritual yang handal juga memiliki sikap dan jiwa kepemimpinan yang visioner.

Adalah Sekolah Konsultan Pendidikan yang diperuntukkan bagi para pendamping sekolah yang akan bertugas mendampingi sekaligus membimbing para guru dan kepala sekolah untuk melakukan tindak lanjut (implementasi) materi pelatihan yang telah diberikan. Dengan tujuan akhir tercapainya target yang telah ditetapkan.

Para pendamping Sekolah Konsultan Pendidikan ini diharapkan menjadi seorang yang memiliki kompetensi, karakter dan kontroling sebagai Sultan Pendidikan atau disebut dengan Sultaners. Program Sultan Pendidikan  ini dirancang dengan menggunakan pendekatan pelatihan dan coaching secara bertahap dan gradual selama 4 pekan.Kegiatan dalam program  Sultaners  seperti  kegiatan terjadwal,terstruktur  dan tugas mandiri. Pelaksanaannya pun melalui tiga cara seperti pelatihan, magang dan studi banding.

Dengan tujuan untuk  1. Meningkatkan Kualitas Manajemen Sekolah.  2. Meningkatan Kualitas KBM, hingga tercapai peningkatan kualitas  peserta didik. Pelaksanaan PAIKEM (Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efisien dan Menyenangkan)  3. Meningkatkan Partisipasi Masyarakat terhadap Sekolah.

Materi materi pelatihan Sekolah Konsultan Pendidikan ini antara lain terkait seputar DD, dan jejaring, konsep pendampingan sekolah, job description, wawasan pendidikan serta kurikulum 2013, Magang dan lain lain.  Pada Sekolah Konsultan Pendidikan ini yang lebih akan dipertajam misalnya materi magang, yaitu praktek kerja setelah pelatihan dengan menempatkan di sekolah sekolah yang telah ditunjuk oleh DD, di daerah Bogor. Dalam magang ini tiap sekolah terdiri dari empat peserta dan mereka saling memberikan penilaian terhadap temannya. Selama pelaksanaa seminggu tersebut para peserta dihadapkan dengan berbagai persoalan pendidikan, dan cara pemecahannya yang tentu saja dalam bimbingan dari master konsultan pendidikan.

Selain itu karakter building  sebagai pembentukan karakter para peserta pelatihan ini, dengan harapan  para Sultaners siap bertugas di lokasi yang telah ditentukan. Atau bisa dibilang adanya self control dan komitmen yang tinggi. Setelah selesai magang para  peserta harus mempresentasikan hasil magang tersebut, atau hasil terkait dari temuan temuan selama magang, hingga kemudian ditemukan cara pemecahan terhadap masalah yang ditemukan tersebut.

Terakhir adalah kontroling dari Master Konsultan Pendidikan, yang bertugas membimbing, mengontrol, mengevaluasi, memotifasi serta menilai para peserta atau Sultaners.  Setelah para peserta lulus dari program ini, mereka akan ditempatkan disekolah sekolah yang telah ditinjuk, sebagai bentuk praktek yang nyata dari program tersebut.

Program ini bukanlah yang pertama tetapi program ini merupakan program yang disetiap angkatannya selalu berusaha disempurnakan. Hingga impian untuk menjadi sekolah rujukan nasional ataupun bahan studi banding antar sekolah, bisa direalisasikan, jika sekolah anda mendapatkan pendamping sekolah dari Makmal Pendidikan.

Semoga program ini berlanjut terus dan semakin bertambah sekolah sekolah yang menerima manfaatnya, aamien.

{fcomment}

Training for Trainer Guru Sungai Danau

“Guru di gugu dan di tiru”, begitulah pepatah yang melekat pada para guru. Guru sebagai contoh yang akan di perhatikan oleh siswanya, ditaati, dipatuhi dan diikuti. Oleh karena itu penting bagi seorang guru untuk memahami karakter siswanya dan mampu berkomunikasi dengan baik. Hal ini terkait dengan perlunya penguasaan public speaking, terutama bagi guru dalam mendidik peserta didiknya, memimpin rapat dan mengisi pelatihan. Dengan komunikasi yang baik guru dapat memasuki dunia anak-anak dan orang dewasa. Selain itu guru juga mampu menjadi fasilitator layaknya sebuah jembatan bagi peserta didiknya agar mampu meraih prestasi dan cita-citanya.Sehubungan dengan hal ini, Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa menyelenggarakan Training for Trainer (TFT) untuk para guru di SDN 06 Sungai Danau, Satuai, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada tgl 16-17 Mei 2013. Pelatihan tersebut adalah sebagai upaya untuk membentuk guru-guru yang berkualitas tidak hanya sebagai pengajar dikelas namun kedepannya mampu mejadi trainer yang handal.

Peserta pelatihan di khususkan bagi guru-guru dampingan di SDN 06 Sungai Danau, serta turut hadir beberapa undangan dari Branch Office PT. Trakindo Satui, dan ketua UPTD Satui.Training for Trainer (TFT) yang di selenggarakan selama 2 hari tersebut di isi oleh bapak M. Zulfikarullah yang merupakan trainer dari “Kubik” Training and Consultancy dan dibantu oleh bapak Abdulloh Trainer dari Makmal Pendidikan. Dihari pertama peserta pelatihan dibekali dengan beragan materi Pablic Speaking, masing-masing materi tersebut dirakum menjadi 3 sesi yang disebut dengan “FIT” Model of Training yaitu Fudamentals of Pablic Speaking, Impressed Technique in Communication dan Taking Full Attention of Audience.Di sesi pertama peserta di bekali dengan materi dasar-dasar menjadi pembicara yang baik, trik menghilangkan nervous dan bagaimana cara menghilangkan rantai gajah yang selama ini berada didalam pikiran kita. Agar terjadi perubahan tidak seperti kaset yang diputar berulang-ulang, membosankan. Semua ini penting dilakukan bagi seorang guru karena guru sebagai pecetak juara-juara anak bangsa.Sementara itu di sesi ke dua di beri materi mengenai beberapa gaya sosok pembicara, olah vokal, olah tubuh dan olah pesan. Kemudian dilanjutkan sesi ke tiga dengan materi teknik membuka dan menutup presentasi, karena bisa jadi kesan pertama dan utama menentukan kesuksesan dalam presentasi. Di akhir pelatihan hari pertama peserta di bentuk mejadi beberapa kelompok dengan membuat yel-yel penyemangat. Selanjutnya masing-masing peserta dalam kelompok mencoba presentasi didepan kelompoknya sesuai materi dan benda yang mereka pilih, setelah itu dari setiap kelompok dipilih 3 orang untuk mewakili maju presentasi dihari ke 2. Super sekali hanya dengan waktu beberapa menit mereka sudah mampu menyampaikan materi dengan baik.

Hari kedua pelatihan semua peserta tampak berpakaian rapi dengan wajah penuh semangat karena akan bertemu kembali dengan seorang Speecher @ RCTI, TVRI, B-Channel dan beberapa radio di Jakarta bapak Zulfikar. Ada 7 peserta yang sudah terpilih untuk mempraktekkan ilmu yang sudah mereka dapat di hari pertama pelatihan. Setiap peseta diberikan waktu 12 menit untuk menujukkan kemampuan dalam hal public speaking secara lengkap. Mereka mengerahkan seluruh kemampuan yang ada untuk menampilkan performa terbaiknya dengan improvisasi yang menarik. Giliran trainer yang memberikan feedback selesai peserta menampilkan kemampuannya. Semua peserta merasa puas dengan masukan-masukan yang diberikan oleh pak Zulfikar, sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi peserta, bahkan menjadi pembicaraan yang positif bagi peserta walau pelatihan sudah berakhir, ini adalah demam Trainer yang mengesankan.

Semoga pelatihan TFT di hari tersebut menjadi penyemangat baru bagi guru-guru di SDN 6 Sungai danau, bukan hanya bagi diri mereka masing-masing tetapi dapat disebarkan pada peserta didik yang telah mereka rangkul. Sebagai mana diketahui guru adalah salah satu perubah wajah pendidikan Indonesia.

Tutiek Mardiyati – Pendamping Sekolah SDN 6 Sungai Danau

{fcomment}