Makmal Pendidikan Adakan Pelatihan Pengembangan Tenaga Pendidik

Pada Rabu dan Kamis (11-12/02/2015) lalu, Makmal Pendidikan menyelenggarakan pelatihan Pengembangan Tenaga Pendidik dengan tema “Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran di Kelas”. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh 17 guru dari MI (Madrasah Ibtidaiyah) yang ada disekitar Bumi Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (BPI DD).

Permasalahan yang sering muncul di sekolah seperti manajemen sekolah yang masih tradisional dan ala kadarnya serta kualitas pembelajaran yang belum efektif menjadi pencetus diadakannya pelatihan ini. Makmal Pendidikan kemudian menggagas sebuah konsep pengembangan sekolah berdasarkan parameter penilaian yang terdiri dari kriteria-kriteria efektif untuk mereformasi sekolah dasar melalui pendekatan yang dikembangkan dari dua perspektif permasalahan di atas. Pelatihan ini menargetkan pada pengembangan kompetensi dan kemampuan tenaga pendidik dalam pembelajaran sehingga mereka mampu memberikan yang terbaik kepada anak didik dan sekolah masing-masing.

Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan yang dimulai pukul 08.00 pagi sampai 15.30 sore tersebut. Senyum dan gelak tawa memenuhi ruangan Aula SGI ketika para pemateri memberikan materi dengan pembawaan yang serius namun santai. Pak Zayd Sayfullah dan Pak Iwan Sahrudin didapuk menjadi trainer pelatihan hari itu, keduanya membawakan materi yang membangkitkan semangat mengajar para guru yang hadir.

Dalam materinya, Zayd Sayfullah menyampaikan bahwa dalam melaksanakan tugas, guru harus menguasai empat kecakapan dasar yaitu pemahaman materi yang diajarkan, communication skills, penguasaan metodologi, dan pendekatan psikologi. “Jika guru belum menguasai kecakapan dasar tersebut, maka performanya dalam mengajar masih jauh dari standar, karenanya guru harus mau belajar meningkatkan kemampuannya. Makmal Pendidikan dalam Program Pendampingan Tenaga Pendidik siap membantu para guru”, tambahnya. Sedangkan Iwan Syahrudin, trainer media pembelajaran, dalam materi yang disampaikan pada hari kedua mengajak para guru untuk berpiikir kreatif dalam memecahkan permasalahan pembelajaran, khususnya dalam membuat media pembelajaran.

“Pelatihannya keren dan saya semakin bersemangat untuk memberikan yang terbaik untuk murid-murid dan tidak sabar untuk menerapkan ilmu yang didapat di sekolah nanti”, ujar Ida salah satu peserta pelatihan. Pelatihan Pengembangan Tenaga Pendidik ditutup dengan kuis seputar media pembelajaran dan disudahi dengan foto bersama. Seru sekali.

{fcomment}

Talkshow Memperingati Hari Kanker Anak Sedunia

Halo Edulovers,

Tahukah Edulovers jika di negara berkembang kanker menjadi salah satu penyebab kematian terbesar, termasuk di Indonesia. Rendahnya pengetahuan serta akses informasi masyarakat terhadap kanker membuat kanker menjadi sangat sulit dideteksi sejak dini, padahal jika penyakit ini diketahui sejak awal kesembuhan bukanlah hal yang mustahil.

Lalu, bagaimana jika penyakit mematikan ini menyerang anak-anak generasi penerus bangsa? Tentu saja itu menjadi hal yang sangat memilukan. Tidak hanya untuk keluarga sang anak, melainkan juga kita yang mendengar hal tersebut.

Dalam rangka memperingati Hari Kanker Anak Sedunia, kami ingin mengundang kepedulian Edulovers sekalian dengan berpartisipasi menuliskan #SuratSemangat untuk adik-adik penderita kanker di Indonesia.

#SuratSemangat bisa Edulovers tulis di sini –> bit.ly/SuratSemangat.

#SuratSemangat yang Edulovers tulis nantinya akan dibaca oleh adik2 kita di Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (@YPKAI_C3).

Yuk sebarkan cinta dan semangat untuk adik2 kita penderita kanker melalui #SuratSemangat. #SuratSemangat yang Edulovers tulis akan menumbuhkan semangat adik-adik kita untuk terus ceria menjalani hidup.

Selain itu kami juga akan mengadakan Talkshow Tentang Kanker bersama Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia yang akan diadakan pada Jumat 20 Februari 2015 di Perpustakaan SMART. Kami tunggu kehadiran Edulovers sekalian.

Jabat erat,

@relawan_kfp & @makmalDD

{fcomment}

DMC Dompet Dhuafa Terjunkan Tim Evakuasi dan Pemantauan Banjir Ibu Kota

PERSIAPAN EVAKUASI–Tim DMC Dompet Dhuafa mempersiapkan sejumlah perlengkapan untuk menjalankan proses evakuasi dan pemantauan banjir Jakarta di Posko DMC, Tangerang Selatan, Senin (9/2).

Hujan yang mengguyur tiada henti di Jakarta dan sekitarnya sejak Minggu malam (8/2) telah melumpuhkan aktiftas ibu kota. Sejumlah daerah dan ruas jalan utama di Jakarta tergenang air dengan kedalaman bervariasi dan tentu melumpuhkan lalu lintas padat ibu kota. Menurut pantuan di lapangan, banjir setingi 30 sampai 50 Cm menggenangi sejumlah kawasan Jakarta.

Genangan tampak merata merendam kawasan ibu kota, di sejumlah titik memerlukan adanya evakuasi. Sejumlah aparat dan relawan mulai terjun untuk membantu evakuasi kelumpuhan ibu kota, salah satunya dari tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa. Siang ini tim dari DMC mulai diterjunkan di sejumlah titik ibu kota.

“Hari ini DMC mulai terjunkan tim untuk bantu evakuasi dan penyisiran kawasan banjir Jakarta. Kali ini, kami membagi tim dibagi menjadi dua dengan konsentrasi di kawasan Rawa Buaya dan Karet. Tetapi tim yang DMC terjunkan juga terus mobile ke titik-titik yang membutuhkan evakuasi. Selain itu, kami juga mulai mengaktifkan posko-posko DMC yang berada di sejumlah kawasan rawan banjir ibu kota,” ungkap Direktur DMC Dompet Dhuafa, Asep Beny di Posko DMC, Tangerang Selatan, Senin (9/2).

Sejauh ini, posko DMC Dompet Dhuafa telah siap siaga di empat wilayah ibu kota untuk merespon banjir yang melanda Jakarta setiap saat. Empat wilayah tersebut yakni Rawa Buaya (Jakarta Barat), Cawang (Jakarta Timur), Tebet (Jakarta Selatan), dan Kampung Pulo (Jakarta Timur).

“Saat ini baik tim yang ada di posko maupun yang di lapangan terus memantau kondisi banjir Jakarta untuk pergerakan DMC selanjutnya. Semoga perkembangan baik yang didapat dari pergerakan tim kami di lapangan,” tambah Asep. (Taufan)

Sumber: http://www.dompetdhuafa.org/post/detail/693/dmc-dompet-dhuafa-terjunkan-tim-evakuasi-dan-pemantauan-banjir-ibu-kota

{fcomment}

Makmal Pendidikan Optimasi Peran Kepala Sekolah

Makmal Pendidikan sebagai jejaring Dompet Dhuafa yang fokus pada pengembangan pendidikan Indonesia dengan melakukan pendampingan sekolah-sekolah di Indonesia tidak hanya berkutat pada perbaikan proses pembelajaran di kelas, namun juga pada aspek manajemen sekolah yang menjadi salah satu hal penting menuju perbaikan kualitas sekolah. Dan elemen terpenting dari manajemen sekolah adalah kepala sekolah.

Kepala sekolah menjadi elemen yang kadang luput dari perhatian pemerintah dalam hal perbaikan kualitas pendidikan. Padahal aspek kepemimpinan dan manajerial kepala sekolah menjadi bagian yang sangat penting untuk meningkatkan mutu sekolah baik dari segi manajemen sekolah maupun aspek pembelajaran.

Kepala sekolah adalah pemegang kebijakan tertinggi dalam suatu organisasi bernama sekolah. Maju mundurnya sekolah bergantung pada kualitas kepemimpinan dana manajerial kepala sekolah. Berangkat dari hal tersebut, maka perlu untuk memberikan pelatihan dan coaching kepada kepala sekolah mengenai manajemen sekolah.

Setelah sebelumnya para guru diberikan pelatihan berkaitan dengan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan, kini giliran kepala sekolah mendapatkan pelatihan “Optimalisasi Manajamen Sekolah”. Bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Al-Fatah Cileungsi Bogor, sebanyak 18 peserta yang berasal dari Bogor, Sukabumi dan Lampung mengikuti pelatihan yang merupakan rangkaian program peningkatan kualitas sekolah dalam program pendampingan sekolah yang diadakan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa dan CIMB Niaga Syariah. Para peserta adalah kepala sekolah yang berasal dari sekolah-sekolah di bawah naungan yayasan Al-Fatah, dari tingkat Raudhatul Athfal (RA) sampai dengan Madrasah Aliyah (MA).

Pelatihan yang berlangsung dari puku l9.00 pagi sampai dengan15.30 sore ini diikuti oleh para peserta dengan penuh antusias. Pelatihan diisi oleh Zayd Sayfullah, trainer pengembangan sekolah dari Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Zayd menyampaikan tentang fungsi dan peran kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah. Dalam penyampaiannya, ia menyampaikan seorang kepala sekolah seharusnya menjadi SMILEMAN yaitu Supervisor, Manager, Innovator, Leader, Educator, Motivator, Administrator, Entrepreneur.

Lebih lanjut disampaikan, pengabaian terhadap salah satu peran tersebut akan berdampak bagi sekolah. Peran sebagai supervisor misalnya, seringkali diabaikan oleh kepala sekolah dan berefek pada tidak terukurnya kualitas sekolah apakah menuju perbaikan, stagnan atau justru menunjukkan penurunan yang pada akhirnya mengancam keberlangsungan sekolah secara lembaga atau output peserta didik yang tidak sesuai harapan.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan konsultasi terkait manajemen sekolah yang dalam beberapa aspek masih menjadi kebingungan tersendiri bagi kepala sekolah. Peserta juga komitmen mengikuti pelatihan lanjutan yang akan dilaksanakan pada Februari sebagai lanjutan dari pelatihan manajamen ini.

Dari pelatihan manajemen sekolah ini diharapkan peserta, mampu memaksimalkan perannya sebagai kepala sekolah di lembaga masing-masing sesuai dengan teknik-teknik jitu yang diberikan oleh trainer.

Di sekolah dampingan MI Al-Fatah Cileungsi, hasil pelatihan manajemen sekolah ini akan di follow-up lewat bimbingan secara langsung terkait dengan impelementasinya. Ini tentunya untuk memastikan implementasi tersebut diterapkan dengan baik sehingga menghasilkan dampak yang diharapkan. [Arie]

{fcomment}

Tourism Volunteer: Pandeglang Session


Edulovers bosan dengan rutinitas yang ituuuu itu saja?? Ingin berlibur dan berwisata dengan nuansa berbeda dan penuh makna?

Yuk ikutan Tourism Volunteer di Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten yang diadakan oleh Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa bersama Komunitas Filantropi Pendidikan dan Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa

Tourism Volunteer ini bertujuan untuk mengenalkan Edulovers pada kondisi pendidikan di Pandeglang, juga untuk mengenalkan Edulovers pada kehidupan sehari-hari warga Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten melalui diskusi dengan masyarakat lewat Jurnalisme Warga dan Inspirasi Mengajar Sambil Bermain & Berbagi Lewat Kegiatan Pembelajaran di Madrasah Dinul Alawiyah (MDA). Itu saja? Jelas tidak, Edulovers juga akan kami bawa menikmati wisata bahari Pandeglang yang penuh pesona.

Bagaimana? Seru kan? Ayoo tunggu apalagi segera daftarkan diri Edulovers di  bit.ly/TourismVolunteer

Save the date:
20 – 22 Februari 2015

Contribution Fee: Rp 550.000/orang. 10 pendaftar pertama Rp 350.000

Yang akan Edulovers dapatkan antara lain:
1. Transportasi PP
2. Penginapan di rumah penduduk lokal
3. Goody bag & kaos filantropi pendidikan
4. Fish barbeque
5. Panorama keindahan pantai Banyuasih
6. Jurnalisme warga
7. Interaksi sosial pendidikan dengan anak

Contact person: Tio (085813964444) | @tiodesnu | @SGIDompetDhuafa

{fcomment}

 

Pelatihan Guru Kreatif dan Workshop Kurikulum 2013

Sebuah pepatah bijak mengatakan ‘Kalau ingin melihat kualitas suatu bangsa, lihatlah kualitas gurunya’, artinya bahwa keberadaan guru di sini sangat menentukan kualitas suatu bangsa, dan kualitas suatu bangsa bisa dilihat dari mutu para pendidiknya. Peningkatan mutu bermuara pada satu masalah utama, yaitu pendidikan. Pendidikan tidak bisa terlepas dari peran guru, guru merupakan ujung tombak proses pendidikan. Untuk mewujudkan kualitas suatu bangsa, guru-guru perlu dibekali dengan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya.

Untuk menjawab tantangan ini, Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa mengadakan Pelatihan Guru Kreatif dan Workshop Kurikulum 2013 di MI Al-Fatah, Cileungsi, Bogor pada 14–15 Januari 2015.

Pelatihan Guru Kreatif ini dimotori oleh Fauzan, trainer Dompet Dhuafa, dengan workshop Kurikulum 2013 yang disampaikan oleh Taufik Abdulah. Ruang pelatihan saat itu dipenuhi para guru MI Al-fatah, semangat mereka tercermin dari tingkat kehadiran dalam mengikuti pelatihan.

Pelatihan kali ini dibuka dengan diskusi seputar “Apa Kabar Pendidikan Indonesia?” Para peserta ditanya seputar kabar pendidikan di Indonesia dan jawaban yang mereka lontarkan sangat bervariasi. Ada yang menjawab, “Indonesia sedang galau”, “Indonesia berduka”, Indonesia punya harapan”. Jawaban-jawaban ini tentu disertai alasan yang menguatkan. Dari diskusi ini, trainer kemudian menampilkan beberapa fakta tentang kondisi pendidikan Indonesia, mulai dari usia anak sekolah yang menggunakan narkoba; merokok, pernah melakukan seks bebas dan melakukan aborsi. Trainer juga memaparkan seputar penderita penyakit AIDS yang kebanyakan berasal dari kalangan remaja, selain itu trainer juga memperlihatkan sisi lain Indonesia dari segi kompetensi. Para peserta terlihat terkejut ketika trainer menjelaskan bahwa bangsa Indonesia saat ini menduduki peringkat 121 dari 185 negara yang ada di dunia. Artinya Indonesia saat ini sedang berada dalam kondisi yang memprihatinkan dan tugas para gurulah untuk merubah kondisi ini menjadi lebih baik.

“Lalu bagaimana dengan proses pembelajaran yang ada di kelas bapak dan Ibu sekalian?”, tanya trainer melanjutkan diskusi. Beberapa permasalahan dalam proses pembelajaran diutarakan saat diskusi selama pelatihan. Permasalahan besar yang kerap dialami oleh rekan guru MI Al-Fatah Cileungsi, Bogor ini diantaranya anak suka berbicara keras, menjahili temannya, dan juga suka tidur-tiduran di dalam kelas. Sikap anak didik ini tidak serta merta menjadikan guru menyerah untuk memperbaiki kondisi yang ada. Para guru juga belajar untuk tidak mengeluh, dan juga menjaga bicara karena salah bicara bisa jadi menyebabkan siswa tidak akan masuk sekolah lagi.

Pelatihan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dimulai dengan yel yel penyemangat. Seperti “Guru Hebat” dijawab “saya”, “Siapa Guru Hebat?”, dan dijawab “Saya”. Trainer sangat menyadari bahwa guru-guru yang mewakafkan dirinya untuk menjadi pengajar merupakan guru-guru hebat. Perlu kebesaran hati menjadi pengajar yang berada di lingkungan yang tidak mudah.

Guru hebat itu mampu memberikan inspirasi kepada anak didiknya.

{fcomment}

Makmal Pendidikan Luncurkan Program Pendampingan Sekolah MI Al-Fatah Cileungsi Bogor

Pada Sabtu (20/12) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa bekerjasama dengan CIMB Niaga Syariah meluncurkan program Pendampingan Sekolah di MI Al-Fatah Cileungsi, Bogor. Program Pendampingan Sekolah ini sebelumnya diawali dengan pendandatangan MoU pada Minggu (26/11). Acara peluncuran ini dihadiri oleh Yuli Pujihardi, Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Filantropi; Ati Hidayati, Manager Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran; dan Zayd Sayfullah. Juga dihadiri oleh Hadi Sutrisno, Branch Operation & Service Manager (BOSM) KCS Bogor; Ahmad Zubaidi, Ketua Yayasan MI Al-Fatah; Syarifah, Kepala sekolah MI Al-Fatah; dan jajaran staf MI Al-Fatah.  

“CIMB Niaga Syariah bekerjasama dengan Dompet Dhuafa membantu menyalurkan dana untuk program-program sosial dan pendidikan agar bisa bermanfaat bagi masyarakat. Selain bekerjasama dengan Dompet Dhuafa kami juga bekerjasama dengan lembaga-lembaga lain seperti Tazkia, Az-Zikra, dan Daarul Quran,” ujar Hadi Sutrisno, Branch Operation & Service Manager (BOSM) KCS Bogor.

Program Pendampingan Sekolah ini melingkupi dua ranah yakni Pendampingan Kepala Sekolah dalam hal manajemen sekolah dan Pendampingan Para Guru untuk peningkatan kompetensi  guru. Program Pendampingan Sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah yang dimulai dari peningkatan keterampilan dan kreativitas para guru untuk menciptakan proses belajar mengajar yang menyenangkan sehingga murid-murid lebih cepat menangkap pelajaran yang diberikan.

“Alhamdulillah saya mewakili guru-guru Al-Fatah sangat bersyukur  dan berterima kasih dengan adanya bantuan ini dan setelah kami mendapatkan program pendampingan, kami berharap mempunyai output positif bagi anak-anak didik agar menjadi generasi berakhlakul karimah dan berkualitas,” tutur Syarifah Hidayah, Kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah. “Dengan program yang diberikan CIMB Niaga Syariah danDompet Dhuafa ini kami berharap guru-guru Al-Fatah dapat menjalankan tugasnya lebih maksimal lagi,” tambahnya.

Program ini diharapkan mampu merubah cara pandang para guru dalam menjawab tantangan-tantangan yang muncul pada proses pembelajaran. Sasaran akhirnya adalah terwujudnya sekolah berstandar nasional yang memiliki peserta didik berkualitas dan berkarakter,

“Kami berterima kasih juga kepada CIMB Niaga Syariah dan Dompet Dhuafa yang mau berkontribusi dan mendukung program pendidikan Islam khususnya pada madrasah-madrasah yang ada. Program Pendampingan Sekolah ini sangat bermanfaat  untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),” ujar Ahmad Zubaidi, Pembina Yayasan Al-Fatah.

Pogram Pendampingan Sekolah direncanakan berlangsung mulai Januari hingga Juni 2015,  para guru juga diberikan sesi pembinaan (coaching) dan  pendampingan (mentoring) untuk memastikan para peserta dapat menerapkan materi pelatihan dengan benar di dalam kelas. Hal ini juga bertujuan untuk menjamin keberlangsungan  implementasi program serta memastikan program ini memberikan manfaat positif bagi para peserta didik di sekolah.

{fcomment}

CATATAN RELAWAN DOMPET DHUAFA: Duka di Bumi Banjarnegara

Sabtu, 13 Desember 2014

Matahari sudah agak meninggi ketika aku harus menyasakkan sekop ke tanah, mencoba mengurai timbunan tanah longsor yang melanda Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara Jawa Tengah. Sesekali aku berteriak memberikan arahan kepada rekan-rekan sesama relawan bencana untuk terus menggali dan berusaha menemukan korban bencana yang masih tertimbun.

Hujan deras yang mengguyur kawasan Banjarnegara sejak hari Rabu hingga Jum’at malam telah menimbulkan bencana tanah longsor di desa ini. Aku diamanahkan oleh Disaster Management Centre (DMC) Dompet Dhuafa untuk membuka Posko Bencana di Banjarnegara sekaligus membantu proses evakuasi korban bencana tanah longsor.

Letih.. Karena sebelum berangkat ke Banjarnegara, sejak hari kamis hingga Jumat sore, aku dan rekan-rekan ditugasi memberikan respon bencana di Wonosobo. Begitu mendapat intruksi dari Pusat Komando DMC di Jakarta tentang bencana longsor di Banjarnegara, akupun segera meluncur menuju lokasi bencana di Kecamatan Karangkobar.

Membelah jalanan jalur tengah provinsi Jawa Tengah, menembus kawasan pegunungan yang dikenal dengan sebutan zona Triple S (Sindoro, Sumbing, Slamet), hujan deras, jalanan licin dan berkelok-kelok, serta penerangan jalan yang minim, menjadi tantangan buat kami Relawan DMC untuk menuju lokasi bencana di dusun Jemblong, masuk area Pegunungan Serayu Utara. Tak disangka, begitu hampir sampai dilokasi, satu-satunya akses jalan dan jembatan menuju dusun Jemblong pun putus karena longsor.

Kami pun segera bergabung dan berkoordinasi dengan relawan dari berbagai unsur masyarakat dan aparat keamanan malam itu untuk langkah pertama, hujan deras masih mengguyur, khawatir akan terjadinya longsor susulan, proses evakuasi tak bisa dilanjutkan, para relawan terpaksa menunggu hingga Sabtu Pagi.

“Tarik-tarik..! Ayo cangkul sebelah sini..!!”, suara teriakan salah seorang relawan. Dengan peralatan sederhana, sekop dan cangkul kami mengeluarkan sesosok korban yang berhasil ditemukan. Sudah tak bernyawa. Jenazah segera kami bungkus dengan kantung mayat, kemudian dibawa menuju ambulans yang stand by beberapa ratus meter, karena tak bisa mendekat ke lokasi pencarian.

Sampai saat ini sudah delapan korban meninggal yang berhasil ditemukan. Akupun lantas bergabung lagi dengan masyarakat dan terus menggali dengan peralatan sederhana. Alat-alat berat belum bisa masuk ke lokasi karena jalur evakuasi yang masih terputus.

“Ya Tuhan.. Ini bencana tanah longsor terparah yang pernah kutemui,” kataku dalam hati. Kuteruskan menggali. Sampai ketika rintik hujan turun dan lama kelamaan semakin deras, proses evakuasi diperintahkan untuk dihentikan. Lagi-lagi  karena bahaya longsor susulan.

Para relawan pun turun ke lokasi aman. Aku kemudian bergabung lagi bersama timku. Berkoordinasi, memberikan laporan dan perlembangan pada Posko Pusat di Jakarta. “Alhamdulillaah tim dari Jogja bergabung dengan tenaga kesehatan dan obat-obatan melengkapi tim dari Purwokerto, beberapa relawan mahasiswa juga siap bergabung dengan kita..”, lapor salah seorang relawan. Kuanggukan kepala, tersenyum menunjukkan betapa senangnya aku akan kabar ini.

Huff.. Kupalingkan lagi pandanganku ke hamparan tanah liat kemerahan lokasi longsor dibelakangku, masih banyak korban yang belum kami temukan. Pekerjaan berat masih menanti esok hari.

Kututup catatan ini Ahad dini hari, di posko yang dingin. []

*Catatan Adi Sumarna, ketua tim rescue DMC Dompet Dhuafa

——————————————————————-

DOMPET BENCANA INDONESIA

Salurkan donasi Sahabat lewat Rekening Dompet Bencana Indonesia
BNI Syariah a.c 009.153.9002
BCA a.c 237.304.7171
Mandiri a.c 101.000.647.5733
a.n Yayasan Dompet Dhuafa Republika.

Info:
(021) 7416050
www.dompetdhuafa.org
Twitter : @Dompet_Dhuafa
FB: Dompet Dhuafa

Alamat Posko DMC Dompet Dhuafa di Banjarnegara:
Dusun Suren Rt02/03 No.55
Desa Ambal, Kec. Karangkobar, Kab. Banjarnegara.
CP: Imam Baihaki (DD Jateng) +628111922902

#PrayForBanjarnegara

{fcomment}

CALL FOR VOLUNTEERS #FestivalBaca2014

Hallo Edulovers,

Saat ini kami tengah mengadakan kampanye literasi yang bertajuk #FestivalBaca2014. Dengan mengusung tema “Kasih Ibu dalam Buku” kami percaya, inspirasi dari seorang ibu tentang kegemaran membaca akan lebih cepat tertular kepada anak-anaknya.

Gerakan ini akan dimulai pada 20 Desember bersama Kang Bima Arya (Walikota Bogor) dan 1000 anak PAUD beserta orangtuanya. Kegiatan ini akan dilangsungkan di halaman Cafe D’daunan, Kebun Raya Bogor, pukul 08.00 WIB.

Kami mengundang Edulovers untuk terlibat dan berpartisipasi langsung sebagai pendamping anak-anak dan orangtua yang hadir pada hari itu. Kami membutuhkan 100 relawan untuk bisa bertukar inspirasi, dan memastikan pesan gerakan ini tersampaikan.

Segera daftarkan diri Edulovers dengan mengisi formulir di halaman ini > bit.ly/FestivalBaca

Untuk keterangan lebih lanjut sila menghubungi 088211125566.

Kami tunggu partisipasi Edulovers ya.

Salam hangat mewakili anak-anak Indonesia,

Komunitas Filantropi Pendidikan (@relawan_kfp) & Makmal Pendidikan (@makmalDD)

{fcomment}

Pendampingan Sekolah Binaan MI Al-Fatah Makmal Pendidikan

Tak terasa program Sekolah Laboratorium yang dilaksanakan di MI Al-Fatah Cileungsi Bogor sudah memasuki bulannya yang ke-2 dari 6 bulan yang direncanakan. Melihat keseriusan dan motivasi kepala sekolah dan staf guru Makmal Pendidikan memberikan program baru berupa perbaikan fisik sekolah (refusbish) dan Program Pendampingan Sekolah selama 6 bulan.

Program perbaikan fisik dan pendampingan sekolah ini diawali dengan pendandatangan MoU dan penjelasan model program dan bagian sekolah yang akan mendapatkan perbaikan. Acara ini dihadiri oleh Direktur Makmal Pendidikan, Purwa Udiutomo. Juga dihadiri oleh Zayd Sayfullah, Amirudin, dan Taufik Abdullah.  Selain itu hadir juga Syarifah, Kepala Sekolah MI Al Fatah, Hasna Guru Kelas VI, perwakilan dari Komite Sekolah Nurrahman, Cecep, dan Ahmad Zubaidi selaku sekretaris Yayasan Al Fatah.

“Program Pendampingan sekolah ini melingkupi dua ranah yakni Pendampingan Kepala Sekolah dalam hal manajemen sekolah dan Pendampingan Para Guru untuk peningkatan kompetensi  guru. Program Pendampingan Sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah yang dimulai dari peningkatan ketrampilan dan kreativitas para guru untuk menciptakan proses belajar mengajar yang menyenangkan sehingga murid-murid lebih cepat menangkap pelajaran yang diberikan. Selain itu, program ini diharapkan mampu merubah cara pandang para guru dalam menjawab tantangan-tantangan yang muncul pada proses pembelajaran. Sasaran akhirnya adalah terwujudnya sekolah berstandar nasional yang memiliki peserta didik yang berkualitas dan berkarakter,” tutur Zayd Sayfullah, Supervisor Program Pengembangan Sekolah Makmal Pendidikan

Program Perbaikan Fisik Sekolah dan Pendampingan Sekolah ini sendiri mendapat dukungan dari Bank CIMB Niaga Syariah dengan harapan dapat memberikan lingkungan belajar  yang nyaman dan meningkatkan Profesionalisme Guru.

Perbaikan Fisik Sekolah ini sudah berlangsung sejak 1 Desember 2014 dan direncanakan rampung 30 Desember 2014, sedangkan Pogram Pendampingan Sekolah direncanakan berlangsung mulai Januari hingga Juni 2015,  para guru juga diberikan sesi pembinaan (coaching) dan  pendampingan (mentoring) untuk memastikan para peserta dapat menerapkan materi pelatihan dengan benar di dalam kelas. Hal ini juga bertujuan untuk menjamin keberlangsungan  implementasi program serta memastikan program ini memberikan manfaat positif bagi para peserta didik di sekolah.

{fcomment}