Penanaman Bersama Pt Pertamina Geotermal Energy Area Kamojang Bandung

Pagi hari sekali, terlihat para siswa SDN Lalareun sibuk dengan kegiatan gladi bersih untuk mensukseskan acara penanaman bersama PT Pertamina. Dengan semangat sabilulungan yang digembar gemborkan oleh Bupati Bandung, para siswa terlihat riang gembira melakukan gladi resik berupa yel-yel green school yang khusus disiapkan untuk menyambut tamu undangan dari Pertamina dan Dinas Pendidikan Kecamatan Ibun Bandung.
 
Tepat jam 9 pagi, rombongan dari PT Pertamina Geotermal Energy Area Kamojang tiba di tempat acara. Adapun General Manager PT Pertamina berhalangan hadir sebagaimana dikonfirmasi oleh Pendamping Sekolah kepada humas Pertamina, dan yang datang pada kesempatan kali ini adalah Humas Pertamina Geotermal Energy Area Kamojang Bapak Permadi Patria dan Bapak Adi Rahmadi.

Para siswa kemudian menyambut kedatangan dari PT Pertamina dengan yel-yel green school dengan penuh semangat serta mengalungkan bunga kepada Bapak Permadi selaku perwakilan dari Pertamina. Setelah duduk, para tamu undangan disuguhi dengan atraksi seni dari siswa SDN Lalareun yaitu Pencak Silat yang ditampilkan oleh anada Sujana. Para hadirin pun terpana dengan liukan dan gerakan sang pemain pencak silat. Setelah itu disusul dengan haleuang atau paduan suara tembang sunda oleh para siswa kelas atas.

Selain perwakilan dari PT Pertamina, hadir pula perwakilan dari UPTD TK dan SD Ibun yang diwakili oleh Pengawas Sekolah Bapak Witarsa S,Pd. Kemudian perwakilan dari Kecamatan Ibun yang diwakili oleh Ketua Karang Taruna Ibun.

Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan rasa terima kasih kepada PT Pertamina Geotermal Energy area kamojang yang telah membantu dalam rangka mensukseskan program Green School di SDN Lalareun. Selain itu, ada juga laporan dari ketua Koordinator Pokja SDN Lalareun yang diketuai oleh Ibu Imas S.Pd. beliau memaparkan berbagai program yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan di SDN Kamojang. Salah satunya adalah pengadaan Bank Sampah, beliau menjelaskan bahwa saat ini para siswa masih merasa kesulitan dalam mengelola sampah dikarenakan belum adanya tempat sampah sebagai sarana edukasi pada siswa.

Pengasawa sekolah, bapak Witarsa mengaku bahwa program green school sangat bagus dikembangkan di sekolah dasar. Dalam sambutannya, beliau pun mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pihak pertamina dalam hal pembangunan sumber daya manusia lewat program green school yang dimulai dari sekolah dasar. Dan beliau berharap, agar perusahaan tidak bosan untuk terus memberikan bantuan kepada dunia pendidikan khususnya di Kecamatan Ibun.
 
Kemudian, Bapak Permadi selaku perwakilan dari PT Pertamina Geotermal Energy Area Kamojang mengharapkan agar program green school berhenti sampai pendampingan selesai, namun ada follow up daripada program ini dikemudian hari, kemudian beliau meminta agar para guru, siswa dan masyarakat ikut menjaga sekolah SDN Lalareun sabilulungan atau berjamaah sehingga terlihat sinergitas daripada warga sekolah ini dalam memajukan dunia pendidikan di kecamatan Ibun.

Para tamu undanganpun diajak oleh Pendamping Sekolah untuk melakukan penanaman yang berupak buah belimbing dan buah mangga. Bapak Permadi yang mewakili dari PT Pertamina menanam buah belimbing yang diikuti oleh bapak Witarsa, Kepala Sekolah dan guru yang masing-masing menanam buah mangga simanalagi. Harapannya, apa yang ditaman hari ini bisa berbuah dimasa yang akan datang, sebagaimana tugas para pendidik bangsa ini yakni menanamkan karakter cinta lingkungan kepada para siswa. sehingga suatu saat kita bisa memanen generasi yang cinta akan lingkungan di kemudian hari. dan acara pada hari itu ditutup dengan doa.

{fcomment}

Talk Show dan Public Training Hardiknas Kelas Pengusung Kebangkitan Pendidikan Indonesia

Makmal Pendidikan-Dompet Dhuafa yang bekerja sama dengan Dompet Dhuafa Banten, pada tanggal 28 Mei 2014 kemarin menghelat Talkshow dan Publick Traning yang mengangkat tema “Kelas Pengusung Kebangkitan Pendidikan Indonesia” di Aula Rumah Sakit Sari Asih, Banten. Peserta kegiatan Talk Show dan Public Training ini mayoritas adalah Guru Sekolah Dasar  di Banten.

Acara Talk Show dan Public Training dimulai tepat pukul 08.30 pagi. Acara dibuka dengan penampilan Nasyid dan Lagu Hymne Guru oleh MC. Dilanjutkan dengan Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Hisyam Mansyur, setelah itu peserta diminta berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pengenalan singkat semua program Makmal Pendidikan. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari tamu undangan.

Turut hadir juga Bapak Dr. Zaim Uchrowi, MDM (Pembina Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa). Sebagai keynote Speech yang memberikan tema materi “Menjadi Guru Sukses dengan Kompetensi Utuh”. Kunci utama kesuksesan guru adalah hati. Hati biasanya dikaitkan dengan otak kanan. Penting bagi seorang guru untuk mengenal karakter anak didiknya. Masalah pada pendidikan kita adalah kognitif, afektif, psikomotorik dan empat kompetensi guru: Pedagogik, Kepribadian, Profesional, dan Sosial, yang paling utama adalah kompetensi kepribadian. Mengajak berdialog dengan anak didik kita. Lalu ajak mereka untuk meneruskan cita-cita mereka. Mari kuatkan pengajaran kita dengan hati, berdialog, dan ajak mereka untuk bercita-cita. Setelah keynote Speech selesai dilanjut dengan pembacaan doa oleh Bapak Abdul Qodir.

Talkshow Bedah Buku “Bagaimana Ini Bagaimana Itu” (Memecahkan masalah sehari-hari di Sekolah, berdasarkan pengalaman nyata khas Indonesia) yang diisi oleh tiga nara sumber dan dipandu oleh moderator Bapak Boyke Pribadi. Ketiga narasumber tersebut adalah Bapak Muhammad Syafi’I, Neti Avita (Pendampingan Sekolah Cileungsi) dan Ahmad Fauzan (Pendampingan Sekolah Timika). Buku “Bagaimana Ini Bagaimana Itu?” ditulis oleh para Pendamping Sekolah Makmal Pendidikan yang ditempatkan di sekolah-sekolah di daerah mengenai pengalaman mereka. Berbagai macam permasalahan di sekolah terkait guru, siswa, dan kepala sekolah, kemudian solusi yang ditawarkan para Pendamping Sekolah berdasarkan pengalaman yang mereka hadapi. Intisari dalam buku ini adalah permasalahan guru memandang permasalahan di sekolah untuk kemudian menemukan solusinya. Pada sesi ini, peserta begitu antusias untuk mengikuti acara Talkshow, antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada pembicara. Pertanyaan yang diajukan cukup variatif dan dapat dijawab oleh narasumber dengan baik.

Public Training menghadirkan dua Trainer nasioanal yaitu Bapak Zayd Saifullah (Trainer Pendidikan Makmal Pendidikan-Dompet Dhuafa) dan Bapak Agung Pardini (Direktur Sekolah Guru Indonesia-Dompet Dhuafa), yang mengangkat tema “Guru Kreatif, Manajemen Kelas Efektif”. Sebelum memasuki sesi Public Training, para peserta disajikan dengan hiburan penampilan akustik dari siswa SMART Ekselensia Indonesia. Pada sesi ini Trainer menyampaikan materi tentang Profesi Guru adalah panggilan hati. Guru adalah pengajar, pendidik dan pemimpin. Sehingga mulai saat ini tanamkanlah pada jiwa guru hati yang ikhlas dalam mengajar dan mendidik demi terciptanya Kebangkitan Pendidikan Indonesia.

Sesion terakhir dari Public Training “Guru Kreatif, Manajemen Kelas Efektif”, peserta diberi penguatan akan pentingnya menjadi guru kreatif untuk menghadapi perkembangan zaman guna mencetak generasi kreatif, dengan pembelajaran efektif yang diibaratkan dengan segelas kopi, air dan gula tetapi kopi tersebut disajikan dengan air dingin. Dan apa yang akan terjadi ??? tentu kopi tersebut tidak enak. Begitu pula dengan pembelajaran, guru sudah memahami teori pembelajaran, membuat RPP dengan baik tetapi cara penyajian dikelas tidak PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreaktif Efektif dan Menyenangkan) maka siswa tidak dapat menangkap pelajaran dengan baik dan kelas pun juga tidak akan efektif.

Apabila SDM guru itu baik maka kualitas pendidikan dan pembelajaran di sekolah secara otomatis juga akan semakin baik. Saatnya guru bangkit menuju Indonesia yang lebih cerdas bermartabat.[ ]

{fcomment}

Mau Nulis?! Baca Dulu…

Tagline di atas adalah tema yang diusung oleh Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan saat menggelar acara Temu Penulis Cilik pada Rabu (30/04) pekan lalu. Tema tersebut sengaja dipilih untuk memberikan motivasi kepada peserta bahwa tahap awal untuk menjadi penulis sukses adalah banyak membaca.

PSB menggelar Temu Penulis Cilik untuk berbagi kebahagiaan pada para peserta dengan berjumpa penulis idolanya. Selain itu, agar para peserta yang mayoritas adalah anak-anak marginal ini berani bermimpi dan berjuang meraih mimpinya sebagai penulis. Luar biasa antusiasme peserta mengikuti acara ini.

Temu Penulis Cilik sendiri merupakan satu dari rangkaian kegiatan pada Gemari Baca (Gerakan Masyarakat Cinta Literasi Dengan Membaca). Gemari Baca sendiri merupakan salah satu upaya untuk mendongkrak minat baca masyarakat. Targetnya, di akhir tahun terkumpul laporan minimal seratus anak telah membaca enam buku selama satu tahun.

Seratus anak dari sepuluh sekolah dasar di Kecamatan Parung dan Kecamatan Kemang, Bogor, menjadi peserta acara tersebut. Meski acara berlangsung seharian, para siswa tetap bersemangat dan sangat kooperatif mengikuti sesi demi sesi.

Acara Temu Penulis Cilik ini dirangkaikan dengan Pre Test Wartawan Cilik, yang kesemuanya dihelat oleh tim PSB Makmal. Pagi hari, para peserta mendapatkan pembekalan tentang bagaimana menulis berita sederhana oleh Kak Yogi Achmad Fajar, jurnalis. Temu Penulis Cilik merupakan sesi puncak. Kali ini, PSB menghadirkan Muthia Fadila Khairunisa, Penulis Paling Produktif Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) Mizan 2012.

Temu Penulis Cilik berlangsung interaktif. Muthia tidak segan berbagi buku, foto, dan tandatangan pada para penggemarnya. Sebaliknya, para peserta pun sangat aktif bertanya juga menjawab pertanyaan yang diajukan Muthia.

Di akhir sesi, para peserta diminta untuk menuliskan judul buku yang ingin ditulisnya pada kertas karton warna-warni. Selanjutnya, mereka maju satu demi satu untuk menempelkan kertasnya pada papan display berjudul “Buku Impianku”.

Sesi terakhir, para peserta menuliskan apa yang dialami dan diamatinya saat Temu Penulis Cilik tadi. Tulisan mereka harus bernuansa berita seperti yang sudah dijelaskan Kak Yogi pada sesi pertama. Hasil tulisan tersebut akan diseleksi oleh Tim PSB Makmal, untuk selanjutnya 30 anak terbaik akan mengikuti pembinaan intensif dalam program Wartawan Cilik. [des]

{fcomment}

Dari Budaya Untuk Bangsa

Makmal Pendidkan adalah satu Jejaring Dompet Dhuafa yang fokus pada upaya pengembangan pendidikan melalui riset, advokasi, konsultasi, pelatihan dan pendampingan, serta pengembangan sumber belajar dan inovasi produk pendidikan. Makmal Pendidikan membawahi dua departemen program, yaitu Laboratorium Pengembangan Mutu Pendidikan (LPMP) dan Peningkatan Kualitas Pendidikan (PKP). SIDEC (Silat Development Center) sendiri merupakan Divisi dari Program Laboratorium Pengembangan Mutu Pendidikan (LPMP).

Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa melalui SIDEC, akan menggelar Seminar Nasional Pencak Silat Indonesia dengan mengusung tema “Dari Budaya Untuk Bangsa” yang bekerja sama denganTapak Suci Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FT UMJ). Acara tersebut akan dihelat pada hari Sabtu, 26 April 2014 di Gedung Auditorium FT UMJ , Jln. Cempaka Putih Tengah No. 27.

Seminar ini menghadirkan empat pembicara yaitu Prof. Dr. Edi Sedyawati selaku Tokoh Budaya Nasional dengan mengangkat Materi “Integrasi Budaya dengan Pencak Silat”. Pembicara yang kedua menghadirkan Jenderal TNI Dr. Moeldoko selaku Panglima Mabes TNI dengan  mengangkat Materi “Strategi Bela Negara dengan Pencak Silat”. Pembicara yang ketiga menghadirkan Mayjen (Purn). Dr. Eddie M. Nalapraya selaku Mantan Ketua Umum PB IPSI dan PERSILAT dengan mengangkat Materi “Memanusiakan Pencaksilat”, dan pembicara yang keempat menghadirkan Dr. Ir. Muhammad Taufiq, Msc. selaku Staff Ahli Menteri Koperasi dan UKM  dengan mengangkat Materi “Ekonomi Kreatif dengan Pencak Silat”

Turut hadir juga Aktor Pencak Silat Indonesia Iko Uwais yang akan mengisi Talk Show dalam acara tersebut. Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memasyarakatkan pencak  silat serta mendorong adanya peraturan yang melindungi kelangsungan pencak silat, menggambil peluang dari budaya pencak silat untuk memajukan perekonomian masyarakat. selain itu juga mendukung sekaligus menggawang gerakan untuk pendaftaran pencak silat ke UNESCO dan dipertandingkan ke OLIMPIADE.

Harapan kedepan nanti dengan diadakannya acara ini adalah panitia akan membentuk satu perkumpulan pencak silat untuk memajukan dan mengembangkan pencak silat, membentuk satu kesatuan pencak silat guna mempertahankan pusaka Indonesia yang lambat laun semakin punah, mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk melestarikan budaya Indonesia terutama Pencak Silat, dan membuat nota kesepahaman tertulis dari pihak-pihak yang terkait  untuk mendukung sekaligus menggawang gerakan untuk pendaftaran pencak silat ke UNESCO dan dipertandingkan ke OLIMPIADE.

{fcomment}

Mengenal Budaya Jampang

Pagi itu terlihat kesibukan guru-guru PAUD Pengembangan Insani Makmal Pendidikan menyiapkan stand untuk kegiatan Market Day. “Kegiatan Market Day ini bertujuan untuk mengenalkan kegiatan jual-beli , menjalin sosialisasi dengan teman dan guru serta mengenalkan makanan khas daerah Jampang” jelas Ibu Lilis, Kepala Sekolah PAUD Pengembangan Insani Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. PAUD Pengembangan Insani sendiri merupakan salah satu Sekolah Laboratorium Makmal Pendidikan.

Keceriaan anak-anak PAUD Pengembangan Insani terlihat jelas dari wajahnya, ada yang sibuk menawarkan jualannya, ada juga yang sedang asyik berinteraksi dengan pembeli. Terlihat semakin ramai dengan kedatangan kakak-kakak dari Sekolah Guru Indonesia (SGI) dan Makmal Pendidikan yang ikut berpartisipasi dalam Market Day pagi itu. Disini siswa secara kelompok menyajikan makanan khas Jampang yang dikoordinasi oleh guru.

Kegiatan Market Day ini adalah salah satu rangkaian kegiatan di PAUD. Kegiatan ini dihelat selama empat hari, terhitung dari hari Selasa (01/04) sampai dengan hari Jumat (04/04) di Bumi Pengembangan Insani, Jampang, Kemang, Bogor dengan mengusung tema “Mengenal Budaya Jampang”. Agenda kegiatan ini meliputi : Market Day, Pencak Silat, Karnaval dan Lomba masak makanan khas Jampang oleh  ibu-ibu wali siswa PAUD.

Agenda kegiatan di hari kedua adalah mengenalkan budaya pencak silat Jampang, seluruh siswa mengenakan kaos olah raga dan mengikuti kegiatan pencak silat yang dipandu oleh pelatih silat dari Jampang. Kegiatan di hari ketiga adalah kegiatan karnaval siswa dengan mengenakan pakaian daerah Jampang. Siswa PAUD berkeliling seputar sekolah dan lingkungan sekitar yang dilanjutkan dengan kegiatan peragaan busana daerah. Hari terakhir kegiatan PAUD adalah lomba memasak ibu-ibu wali siswa PAUD, yang terdiri dari lima kelompok. Untuk masing-masing kelompok terdiri dari 6 orang, dengan menghadirkan dua juri yaitu Mbak Jani dan Pak Daus.

”Mengenalkan budaya daerah secara dini kepada anak didik merupakan proses pembelajaran penting agar anak didik mulai menyukai dan mencintai budaya mereka sendiri” Jelas Ibu Lilis. Harapan kedepan, dengan diadakannya kegiatan dengan tema “Mengenal Budaya Jampang” ini dapat memperkenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya asli daerahnya. Mencoba menanamkan pentingnya memperkenalkan kesenian dan budaya pada anak usia dini. Mengenal dan memberikan pembelajaran mengenai budaya kita sendiri butuh kemauan dan optimisme. Semoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi bagi masyarakat dan bagi putra putri PAUD untuk mengenal dan mencintai budaya asli daerahnya.  [Attin]

Karnaval

Lomba Memasak

Market Day

{fcomment}

Adiwiyata Nasional di Depan Mata

Setelah melewati beberapa proses yang melibatkan beberapa pihak, akhirnya Senin, 24 Maret 2014, SDN 4 Ketapang, Sampit menerima Piagam Adiwiyata tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Piagam yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala SMK Negeri 2 Sampit yang dipercaya sebagai sekolah percontohan Adiwiyata di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Untuk lolos penilaian Adiwiyata tingkat Kabupaten, SDN 4 Ketapang melewati beberapa proses yang melibatkan pihak internal sekolah maupun pihak eksternal. Proses yang melibatkan pihak internal sekolah dimulai dari pengoptimalan peran guru untuk melakukan pembelajaran yang berwawasan lingkungan seperti penerapan prinsip 3R (reduce-reuse-recycle) pada alat peraga maupun display kelas, pemilahan dan pengolahan sampah sesuai jenisnya, hingga penghijauan lahan sekolah.

Tidak hanya mengoptimalkan konsep Sekolah Ramah Hijau, Pendamping Sekolah – Tri Raharjo – juga menggandeng pihak eksternal yang berkepentingan, yaitu Dinas Kehutanan dan Badan Lingkungan Hidup daerah setempat, serta SMKN 2 Sampit sebagai mitra kerja persiapan dokumen kelengkapan Adiwiyata. Dengan kemitraan tersebut, SDN 4 Ketapang mendapatkan kemudahan akses dalam mengikuti seluruh ketentuan dan persyaratan menjadi sekolah berwawasan lingkungan yang menjadi salah satu poin yang terdapat dalam Visi dan Misi yang dicanangkan sekolah.

Sebagai lanjutannya, SDN 4 Ketapang diikutsertakan dalam seleksi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah dengan peluang besar lolos kembali dan mengikuti tahapan selanjutnya: tingkat Nasional. Apapun hasilnya, Adiwiyata hanya salah satu bentuk apresiasi dari pemerintah atas upaya penanaman karakter cinta lingkungan pada sekolah kami. Lebih dari itu, anak didik kami mengetahui persis bumi ini perlu dijaga, dirawat, dan mereka siap menjadi bagian di dalamnya. Itu lebih menyenangkan!

Tri Raharjo
Pendamping SDN 4 Ketapang, Sampit
Kalimantan Tengaha

{fcomment}

Bersenang-Senang di PSB Keliling

Rona semangat dan keceriaan sontak terpancar dari wajah anak-anak. Sebagian dari mereka menonton film, sebagian lagi membaca buku, ada pula yang sedang bermain, dan tidak sedikit yang sedang membuat kreasi. Ya, anak-anak yang merupakan para siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) tersebut sedang merasakan serunya bersenang-senang dalam kegiatan PSB Keliling.

“PSB Keliling adalah kegiatan yang merupakan sarana kami untuk memperkenalkan Pusat Sumber Belajar Makmal Pendidikan kepada lingkungan sekitar kami,” demikian terang Siska Distiana, Supervisor Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. “PSB Keliling sendiri pada tahun ini difokuskan di empat kecamatan di Kabupaten Bogor, yaitu Kecamatan Parung, Tajur Halang, Kemang, dan Semplak,” lanjut Siska.

Awal April, tepatnya hari Rabu dan Kamis, 02 dan 03 April 2014, PSB Keliling pertama diselenggarakan di MI Miftahul Athfal 02 Parung dan MI Nurul Iman Tajur Halang. Kali ini tim PSB Makmal mendapat support dari Alumni Sekolah Guru Indonesia (SGI) Angkatan 4 untuk menghelat PSB Keliling tersebut.  Selanjutnya, PSB Keliling akan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, bergiliran di setiap kecamatan.

Lebih dari 300 anak menjadi peserta PSB Keliling kali ini. Antusias mereka mengikuti instruksi dari kakak-kakak fasilitator. Siswa Kelas 5 dan Kelas 6 mengikuti “Kreasi Gulung Kertas”, berbagai macam bentuk mereka buat, dari bentuk hati, bintang, hingga kupu-kupu. Sementara kakak kelasnya sibuk dengan kreasi kerajinan tangan, adik-adik Kelas 1 hingga Kelas 4 bergantian menikmati fasilitas nonton film, membaca buku cerita, dan memainkan permainan edukatif.

Ragam aktivitas yang disajikan dalam PSB Keliling merupakan miniatur dari ragam fasilitas dan layanan yang terdapat di PSB Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa, dan kesemuanya dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. Tidak hanya berbasis sekolah, namun masyarakat umum juga dapat menikmati layanan PSB di setiap hari dan jam kerja.

Meski hanya berdurasi tiga jam, namun aktivitas PSB Keliling cukup memberikan kesenangan tersendiri untuk anak-anak. Saat ditanya “Siapa mau lagi ikut acara seperti ini?”, sontak anak-anak menjawab “Saya!!” sambil mengacungkan tangannya. Nah, jika mau lagi, ditunggu kunjungannya ke PSB Makmal Pendidikan ya… [iko]

{fcomment}

Pelatihan Alat Peraga di Makasar

Makassar, 22-23 Maret 2014, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa Bogor dan PT Matahari Department Store telah menggelar event “Pelatihan Alat Peraga”. Pelatihan ini dihadiri oleh 35 guru madrasah se-Kota Makassar dan trainer Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa,Iwan Sahruddin dan Abdul Kodir. Event ini pula diliput oleh koran lokal Makassar “Fajar” dan telah terbit pada hari ahad 23 Maret 2014.

Pelatihan alat peraga yang telah dilaksanakan ini  merupakan salah satu program kerja Pendamping Sekolah Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Kartini. Kehadiran program pendampingan di MIS Fatthur Rahman ini merupakan salah satu bukti kepedulian Dompet Dhuafa terhadap pendidikan, utamanya di Kota Makassar. Adapun stakeholder yang hadir memberikan sambutan adalah Store Manager PT Matahari Department Store, Pengawas lingkup madrasah kementerian Agama Kota Makassar, dan Kepala Seksi Madrasah Kementerian Agama Kota Makassar. Beliau menyambut baik event ini kaitannya dengan kualitas pembelajaran guru di kelas.

Sasaran kegiatan ini adalah guru madrasah se-kota Makassar. Jumlah madrasah yang diundang sebanyak 22 dengan mengirimkan perwakilan guru terbaiknya mengingat guru madrasah masih butuh peningkatan pembelajaran di kelas dengan menggunakan alat peraga atau media pembelajaran. Hari pertama, trainer membawakan materi tentang bagaimana berpikir kreatif.  Hari kedua, pembuatan alat peraga dan lomba alat peraga antarmadrasah. Dengan adanya pelatihan ini, guru diharuskan membuat alat peraga dan mengaplikasikan hasil pelatihan ini di sekolah masing-masing dan diutamakan sekolah dampingan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.

Tujuan kegiatan ini adalah diharapkan guru bisa membuat alat peraga atau media pembelajaran di kelas. Alat peraga dapat memudahkan guru dalam proses pembelajaran. Dengan terbiasanya guru membuat alat peraga, maka guru akan kreatif dan siswa mudah mencerna materi pembelajaran yang disesuaikan dengan tagline pelatihan “guru kreatif, siswa aktif”.

{fcomment}

Pendamping Sekolah Dompet Dhuafa Sulsel Menggalakkan Program “Sekolah Ramah Hijau”

Pendamping sekolah Dompet Dhuafa Sulsel telah menggalakkan program “Sekolah Ramah Hijau” pada 19 Februari 2014 di MIS Fatthur Rahman yang diberi nama Sekoci (Sekolah Cerdas Indonesia). Program tersebut merupakan salah satu program kerja Pendamping Sekolah. Pendampingan Sekolah adalah program jejaring pendidikan Dompet Dhuafa yang bertujuan membina dan mengembangkan sekolah dhuafa termasuk kualitas pembelajaran guru di kelas.

Tujuan digalakkannya program sekolah ramah hijau ini adalah untuk menanamkan kepedulian lingkungan kepada warga sekolah yang awalnya sekolah ini amat gersang. Kegiatan ini didukung pula oleh cuaca, musim penghujan sekarang ini sehingga pemeliharaannya agak ringan.

MIS Fatthur Rahman alias Sekoci adalah madrasah setingkat sekolah dasar (Madrasah Ibtidaiyah) bebas biaya yang berada di bawah naungan Yayasan Fattur Rahman dan Dompet Dhuafa SulSel. Awalnya sekolah ini dibina oleh Yayasan Fatthur Rahman selama 3 tahun. Namun, untuk lebih mengorganisir pengelolaan guna untuk memajukan pengembangan sekolah akhirnya Dompet Dhuafa sebagai lembaga nirlaba milik masyarakat yang berkhidmat mengangkat derajat manusia ikut terpanggil untuk bergabung menyukseskan gerakan sadar pendidikan untuk anak yang kurang mampu.

Lokasi Sekolah Cerdas Indonesia, MI FATTUR TAHMAN terletak di Jl. Deppasawi Dalam RW 05/ RT 02 Kel. Maccini Sombala Kes. Tamalate, Makassar. Siswa 100% dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah  yang orang tuanya bermata pencaharian sebagai buruh pabrik, buruh harian, dan tukang becak serta siswa sebagian besar bekerja sebagai pemulung dan pengamen (anak jalanan). Di luar sekolah, biasanya mereka luangkan waktunya untuk mengamen di PANTAI LOSARI.
                                 
KARTINI, PENDAMPING SEKOLAH

{fcomment}

Sekolah Anak Jalanan dan Pengamen Dompet Dhuafa SulSel Raih 3 Piala

Makassar, Minggu (2/3/2014), anak jalanan dan pengamen yang  bersekolah di MIS Fatthur Rahman alias Sekolah Cerdas Indonesia Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan berhasil  meraih 3 piala lomba mewarnai dan sekolah favorit. Kegiatan ini berlangsung di Mall  GTC Tanjung Bunga Makassar bekerja sama dengan Tribun Timur.

Event yang digelar adalah “Sunday School Out” Mall GTC Makassar. Event ini  diikuti sekitar 500 anak dari sekolah dasar kelas 3 ke bawah dan juga dari beberapa play group di Makassar. Event ini merupakan event ke- 3 yang diadakan setiap hari Minggu.

Setiap anak bisa mengukir prestasi. Menjadi pengamen bukanlah hal yang menghambat untuk meneruskan cita-cita mereka di masa yang akan datang. Merekalah yang akan mampu mengukir nasib bangsa dan sejauh mana peradaban bangsa ini akan dibawa.

{fcomment}