International Academic Conference On Social Sciences Osaka, Jepang 2014

Pada Jumat (17/10), tim Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa berkesempatan untuk mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul ‘The Effect of Dompet Dhuafa Psychosocial Program Toward Trauma Healing, Academic Motivation, and Spiritual Intelligence of Adolscent of Disaster Victims Sinabung Eruption (a Case Study on SMAN 1 Tiganderket)’ pada gelaran International Academic Conference On Social Sciences di International House Osaka, Jepang.

Acara yang dihelat pada 15-17 Oktober tersebut dihadiri peserta dari berbagai belahan dunia. Pada kesempatan itu Rina Fatimah memperkenalkan tentang Dompet Dhuafa dan juga Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa yang meliputi Beastudi Indonesia (BI), Sekolah Guru Indonesia (SGI), Makmal Pendidikan, dan Smart. Selesai melakukan presentasi para peserta dan presenter menunjukkan ketertarikan mereka pada Dompet Dhuafa dan program yang dipresentasikan. Hal ini terlihat dari betapa antusiasnya mereka untuk mencatat apapun yang berhubungan dengan Dompet Dhuafa termasuk alamat web Dompet Dhuafa yang sempat ditampilkan pada presentasi kali itu. Bahkan seorang Profesor asal Korea Selatan sempat berucap “It’s a good program”.

Antusiasme peserta dan presenter sangatlah besar namun waktu terbatas hingga jumlah penanya dibatasi. Saat itu hanya 1 peserta saja yang diizinkan mengajukan pertanyaan, dan terpilihlah seorang presenter asal Malaysia. Pada kesempatan yang ia miliki, ia banyak bertanya tentang program yang Dompet Dhuafa miliki secara terperinci.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Psikososial Dompet Dhuafa berpengaruh terhadap penurunan trauma serta sangat berpengaruh terhadap peningkatan motivasi akademik dan spiritual akademik. Secara umum pengaruh program lebih baik hasilnya terhadap remaja perempuan dibandingkan laki-laki. Namun perlu dilakukan penelitian serupa pada tempat/ daerah bencana lain dengan program yang sama sehingga program ini valid untuk bisa diadopsi oleh NGO/instansi lain sebagai program pemulihan trauma, peningkatan motivasi akademik serta motivasi spiritul remaja korban bencana.

{fcomment}

Mari Bercocok Tanam Bersama Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa

Pada Jumat (17/10), Ruang Audio Visual Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa disesaki siswa-siswi PAUD Bumi Pengembangan Insani (BPI) Parung, Bogor. Para siswa-siswi  terlihat bahagia karena akan mengikuti Workshop Bercocok Tanam: Menanam Itu Mudah dan Menyenangkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengertian; pemahaman dan pengalaman kepada anak-anak  tentang betapa mudah; penting dan menyenangkannya bercocok tanam, juga untuk memantapkan visi Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa sebagai pusat sumber belajar yang mumpuni dan mampu memberikan kontribusi lebih kepada masyarakat.

“Kegiatannya telah berlangsung sejak September lalu dan rutin kami lakukan setiap dua pekan sekali tiap Jumat. Beragam tema kami tawarkan mulai dari transportasi, mengenal perpustakaan, dan masih banyak lagi”, ujar Siska Distiana, Supervisor Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. “Dan kali ini kami mengusung tema Bercocok Tanam: Menanam Itu Mudah dan Menyenangkan”, tambahnya.

Pagi itu para siswa-siswi PAUD BPI dikumpulkan di Ruang Audio Visual guna mendapatkan materi pengetahuan bercocok tanam yang disampaikan oleh Heni Jaladara dari Agroedu Tourism Jampang, Parung, Bogor. Setelah pemberian materi selesai, para siswa-siswi diarahkan menuju Zona Cocok Tanam PSB. Zona Cocok Tanam merupakan salah satu zona yang dicanangkan Pusat Sumber Belajar untuk memfasilitasi masyarakat mempelajari metode bercocok tanam. Zona ini dapat dimanfaatkan dan diakses oleh sekolah dan masyarakat untuk pembelajaran tentang pertanian dan budaya tanaman. Untuk memaksimalkan akses Zona Cocok Tanam maka PSB konsisten mengadakan pelatihan setiap satu bulan sekali, dengan tema dan sasaran kegiatan yang berbeda setiap bulan.

Para siswa-siswi PAUD BPI sangat antusias dan sangat menikmati kegiatan bercocok tanam, bahkan teriknya matahari tak menyurutkan semangat mereka. Gelak tawa para siswa-siswi PAUD BPI membuat suasana kegiatan ini kian semarak. “Adik-adik, kita harus menjaga kelestarian alam, salah satunya dengan menanam tumbuh-tumbuhan disekitar kita. Kalian bisa menanam jenis tumbuh-tumbuhan apapun termasuk sayur mayur lho.”, ucap Heni Jaladara riang. “Kalau sayur mayur yang kalian tanam tumbuh baik serta subur, kalian bisa memanennya, nanti kalian bisa minta tolong bunda di rumah untuk memasaknya. Selain menjaga kelestarian alam, kalian juga bisa menikmati makanan sehat hasil kebun sendiri”, tutupnya.

Sampai berjumpa di kegiatan Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa lainnya [Akhie].

{fcomment}

Konferensi Nasional Riset Manajemen VIII

“Inovasi Berbasis Kearifan Lokal”
11 Oktober 2014
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Udayana
Denpasar, Bali

Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil riset pada Konferensi Nasional Riset Manajemen VIII bertema “Inovasi Berbasis Kearifan Lokal” di Denpasar, Bali. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara PPM School of Management dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana yang diselenggarakan pada 10–11 Oktober 2014.

Pada tanggal 10 Oktober 2014, pemakalah maupun peserta yang telah mendaftar diwajibkan untuk melakukan registrasi di Universitas Udayana. Pada tanggal 11 Oktober 2014, Konferensi Nasional Riset Manajemen VIII berlangsung dari pukul 07.30 – 18.00 WITA di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Kegiatan tersebut dibuka dengan tarian “Sri Sendana” yang dibawakan oleh Civitas Akademika Universitas Udayana. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Martinus Sulistio Rusli, Ph D., Ketua PPM School of Manajemen dan Prof. Dr I Gusti Bagus Wiksuana, S.E., M.S., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Tak ketinggalan Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE., M.Si, menyampaikan keynote speech-nya tentang kearifan lokal masyarakat Bali, serta Founder PT. Pendekar Bodoh – D’Cost, Ir. Christian Wijaya, MM, sebagai invited speaker yang menyampaikan tentang sejarah dan perkembangan D’Cost.

Pada konferensi tersebut Makmal Pendidikan diwakili oleh Yulya Srinovita, Supervisor Riset dan Advokasi, mempresentasikan hasil riset yang berjudul “Analisis Dampak Program Pemberdayaan Berbasis Kearifan Lokal (Program Desa Produktif Dompet Dhuafa) Terhadap Peningkatan Kesejahteraan  Masyarakat Desa Rowosari, Semarang”. Sekolah Desa Produktif (SDP) merupakan salah satu program pengembangan generasi muda dalam memahami masalah bangsa yang langsung bersinggungan dengan masyarakat akar rumput sekaligus sarana untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat secara langsung. Program tersebut dilaksanakan oleh Beastudi Indonesia yang merupakan salah satu jejaring di Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa.

Ada 58 judul paper yang terpilih dan dipresentasikan dari total 99 paper yang masuk ke dalam konferensi tersebut. Para pemakalah rata-rata memiliki latar belakang sebagai Dosen dan mahasiswa S2 dari berbagai universitas di Indonesia. Presentasi dibagi ke dalam 7 komisi yang mewakili bidang SDM & Operation, Kewirausahaan, Stratejik, Pemasaran, Pemasaran & Keuangan, dan Keuangan. Setiap judul paper dipresentasikan dalam waktu 15 menit, dan 10 menit untuk sesi tanya jawab. Setiap komisi dipimpin oleh satu moderator yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Fakultas Udayana dan PPM School of Manajemen. Seusai presentasi, tak lupa para pemakalah saling bertukar kartu nama dan informasi mengenai riset. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang untuk memperkenalkan Dompet Dhuafa pada umumnya dan Makmal Pendidikan pada khususnya, serta mempromosikan Jurnal Pendidikan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa kepada sesama pemakalah dan peserta.

Kegiatan tersebut ditutup dengan pengumuman Best Paper, yang merupakan tiga paper terbaik yang dipresentasikan oleh para pemakalah di Konferensi Nasional Riset Manajemen VIII, sesi foto bersama, serta pembagian sertifikat bagi para pemakalah dan peserta [Dewi].

{fcomment}

Asistensi Komunitas Media Pembelajaran (KOMMED) Bersama Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa

Pada Kamis (09/10) sore, ruang Media Pembelajaran Pusat Sumber Belajar (PSB) didatangi oleh para guru dari berbagai sekolah dasar yang terdapat disekitar Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa untuk menghadiri pelatihan tahap 2 bertajuk Asistensi Komunitas Media Pembelajaran (KOMMED) sebagai lanjutan dari pelatihan yang diadakan pada 25 September lalu.  

“Asistensi Komunitas Media Pembelajaran merupakan salah satu cara kami untuk membantu para guru membuat dan mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan penugasan yang kami berikan pada pelatihan sebelumnya”, ujar Siska Distiana, Supervisor Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa.  

Kegiatan kali ini diikuti oleh 20 guru dari 10 sekolah dengan perwakilan masing-masing 2 orang guru dari tiap sekolah, namun karena satu dan lain hal tidak semua sekolah dapat mengirimkan wakil mereka untuk mengikuti kegiatan kali  ini. Meskipun tidak semua peserta dapat hadir, namun Asistensi KOMMED tetap berjalan dengan semarak.

“Kita harus bisa memanfaatkan berbagai benda bekas atau tidak terpakai disekitar kita untuk membuat media pembelajaran yang murah, kreatif, inovatif, dapat digunakan sebagai alat bantu guru dalam mengajar, dan murid mudah untuk mempraktikkan media pembelajaran tersebut”, ujar Iwan Sahrudin, Trainer Pendidikan. “Dalam membuat media pembelajaran kita juga dituntut untuk bisa menggambar, mewarnai, dan berkreasi sekreatif mungkin”, tambahnya.

Dengan mengikuti Asistensi KOMMED para peserta diharapkan memahami bagaimana membuat media pembelajaran yang efektif, efisien, dan murah serta memiliki nilai edukasi dan dapat membantu mereka selama mengajar di kelas. Selain itu para peserta juga diharapkan mampu membuat rencana pembelajaran sehingga media pembelajaran yang dibuat dapat digali dan dikembangkan lebih lanjut di sekolah masing-masing.

“Semoga kegiatan ini akan terus rutin terlaksana dan semoga nantinya para guru mampu membuat media pembelajaran baru yang kreatif, inovatif dan sesuai dengan kebutuhan para guru di sekolahnya masing-masing”, tutup Siska Distiana. [Akhie]

{fcomment}

“Menulis Karya Ilmiah Mudah Lho!” Bersama Departemen Penelitian dan Pengembangan Pengetahuan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa

Pada`Jumat (03/10) pagi, tim Departemen Penelitian dan Pengembangan Pengetahuan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa didapuk sebagai pengisi dan pembicara Workshop Karya Ilmiah Siswa SMART (KISS) di Aula Smart, Bumi Pengembangan Insani, Parung, Bogor. Kegiatan ini merupakan ajang untuk mengasah pola pikir para siswa di sekolah menengah SMART EKSELENSIA Indonesia agar dapat berpikir kreatif dan inovatif dalam memulai sebuah karya penulisan ilmiah. Dengan mengikuti kegiatan ini diharapkan para siswa mampu membuat karya ilmiah yang mumpuni dan mampu menguasai  ilmu pengetahuan dan teknologi dengan landasan iman dan takwa.

“Menulis Karya Ilmiah Mudah Lho!” merupakan tema yang digadang tim Departemen Penelitian dan Pengembangan Pengetahuan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa pada kegiatan kali ini dan terbukti ampuh menarik perhatian 33 orang siswa dari jurusan IPA dan IPS. Materi yang disuguhkan beragam diantaranya Tips dan Trik Penulisan Karya Ilmiah Agar Lebih Mudah dan juga Tips dan Trik Agar Ide-Ide Kreatif dan Inovatif Terus Berkembang.  “Materi yang kami berikan telah disesuaikan dengan bahasa siswa agar lebih mudah dipahami”, kata Pedri Haryadi, Koordinator Riset Pendidikan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa..

Antusiasme dan rasa ingin tahu para siswa dalam mengikuti kegiatan ini patut diacungi jempol, tidak jarang mereka kembali bertanya ketika ada materi yang kurang dimengerti. “Pelatihannya fun, materinya juga mudah dipahami, semoga kakak-kakak dari Departemen Penelitian dan Pengembangan Pengetahuan Makmal Dompet Dhuafa mau mengisi acara kami lagi”, ujar Afan riang [Akhie].

{fcomment}

Presentasi Riset Makmal Pendidikan pada Forum International Conference on Action Research in Education 2014 di Kuching, Sarawak, Malaysia.


 
Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa sebagai laboratorium pendidikan yang konsen berinovasi untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia, salah satunya melalui riset di bidang pendidikan, mendapat kesempatan untuk mempresentasikan hasil riset pada forum International Conference on Action Research in Education 2014 di Kuching, Sarawak, Malaysia.

Simposium riset internasional ini digawangi oleh Sarawak Association for the Development of Profesionalism in Education atau Persatuan Perkembangan Profesionalisme Sarawak (PROFES) bekerjasama dengan Institute of Teacher Education, Batu Lintang, Kuching, Sarawak yang dihelat pada 23 – 24 September 2014.

Pada forum tersebut Makmal Pendidikan diwakili oleh Muhammad Syafi’ie, Manajer Penelitian dan Pengembangan Pengetahuan, yang mempresentasikan hasil risetnya dengan judul Zakat Learning Design Related to Professional Character of High School Students Taking Course in SMA Smart Ekselensia Indonesia.

Usai presentasi, rupanya para peserta tertarik dengan Dompet Dhuafa. Beberapa dari mereka bertanya tentang apa itu Dompet Dhuafa, apa saja programnya, bagaimana mengelola program-program tersebut, bisakah suatu hari nanti kami berkunjung ke sana untuk studi banding? Rupanya di Sarawak belum ada lembaga amil zakat swasta semacam Dompet Dhuafa. Dana zakat, infak, dan sedekah di Sarawak dihimpun dan dikelola oleh Baitul Mal Negare Sarawak (semacam BAZNAS di Indonesia).

Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan dan mempromosikan Dompet Dhuafa dan Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa secara umum, dan jejaring Makmal Pendidikan dan Smart Ekselensia secara khusus. Karena, paper yang dipresentasikan tentang Smart.

Pada kesempatan itu pula Muhammad Syafi’ie sempat berbincang dengan Madame Chuah Kim Hwa, M.Sc, Manajer of Research and Innovation Education, Institute of Teacher Education, Batu Lintang, Kuching, yang juga sekretaris kegiatan simposium riset ini, untuk menjajaki kemungkinan kerjasama antara Makmal Pendidikan dan Institute of Teacher Education untuk menyelenggarakan simposium riset internasional di Indonesia.   

Simposium riset internasional tersebut dihadiri oleh 168 participant, 25 paper presenter, dan 26 poster presenter dari berbagai negara. Forum ini juga menghadirkan Prof. Dr. Jean McNiff, Professor of Educational Research at Britain’s York St John University, United Kingdom, Prof. Dr. Bridget Somekh, Professor of Educational Research in The Education and Social Research Institute at Manchaster Metropolitan University, United Kingdom, dan Dr. Sheela Nair Gopala Nair, Representating the Director Educational Planning and Research Division, Ministry of Education, Malaysia, selaku keynote speaker.     

Sementara, Y.B. Datuk Hajah Fatimah Abdullah, Minister in Welfare, Women and Family Development, Sarawak didaulat untuk membuka kegiatan International Conference on Action Research in Education 2014 didampingi oleh pejabat kampus Institute of Teacher Education, Batu Lintang, Kuching. Esoknya kegiatan ini disiarkan oleh TV1 Malaysia. Di Malaysia channel TV itu simple. Mulai dari TV 1 sampai TV 7.

Sisi lain yang menarik dari perhelatan simposium riset internasional ini adalah meski peserta dari berbagai negara, pembukaan dan penutupan kegiatan terdapat pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa dalam Bahasa Arab dan Melayu. Selain itu, di sekolah-sekolah Malaysia buku teks pelajaran Pendidikan Agama Islam yang meliputi akidah, akhlak, syariah, dan shirah itu menggunakan tulisan Jawi, bukan alphabet. Ini menunjukkan kesungguhan Malaysia menjaga budaya Melayu. Sementara, di Indonesia sendiri hanya di pesantren Salafiyah yang masih menggunakan tulisan Jawi untuk menerjemahkan kitab kuning. Di sekolah-sekolah dan juga mungkin di pesantren modern sudah tidak menggunakan tulisan Jawi lagi.

Akhir kata, benarlah firman Allah yang menganjurkan kita agar bertebaran di muka bumi, menyimak dan mengamati alam semesta dan manusianya, untuk memetik pelajaran. Karena, sungguh dalam setiap perjalanan ke daerah terlebih keluar negeri, saya selalu memperoleh segudang makna dan selaksa hikmah.  

Muhammad Syafi’ie, Manajer Penelitian dan Pengembangan Pengetahuan Makmal Pendidikan mempresentasikan risetnya.

 

Bersama Prof. Dr. John McNiff dari York St John University, UK

 

Bersama Madame Chuah Kim Hwa, M.Sc, Manajer Riset dan Inovasi Pendidikan Institute of Teacher Education, Sarawak

 

Bersama Prof. Dr. Bridget Somekh dan Dr. Datin Bushro binti Ali

{fcomment}

Pelatihan Riset Tahap 3 – Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa

Pada Selasa (30/09) pagi, Departemen Penelitian dan Pengembangan Pengetahuan Dompet Dhuafa kembali mengadakan acara Pelatihan Riset  yang saat ini sudah memasuki Tahap 3 dengan tema “Pengolahan dan Analisis Data Penelitian”. Pelatihan Riset Tahap III merupakan bentuk tindak lanjut dari kegiatan pelatihan riset tahap 2 yang telah dilakukan sebelumnya pada Juni 2014 lalu. Tujuannya untuk menciptakan, membiasakan, dan melestarikan budaya riset di Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa dan juga sebagai langkah awal mempersiapkan strategi untuk merespon secara aktif dan partisipatif terhadap kegiatan riset yang ditawarkan oleh pemerintah.

Kegiatan ini dihadiri oleh 18 peserta yang berasal dari perwakilan jejaring Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa, perwakilan jejaring yang telah ikut dalam kegiatan pelatihan ini tergabung dalam Sekolah Peneliti Pendidikan (SPP) yang diasistensi oleh Tim Riset Makmal Pendidikan dalam melakukan penelitian terkait jejaringnya masing-masing. “Saat ini, progres penelitian jejaring di Divisi Pendidikan sebagian besar sedang membuat instrumen dan melakukan pengambilan data”, ujar Muhammad Sapei, Manager Riset dan Pengembangan Departemen Penelitian dan Pengembangan Dompet Dhuafa. “Oleh karena itu, sebagai langkah untuk memperkaya perbendaharaan dan keilmuan serta mempersiapkan rekan-rekan Divisi Pendidikan dalam tahap penelitian yang akan dilakukan selanjutnya seperti menyelesaikan pembuatan laporan hasil penelitian dan presentasi, perlu diberikan pelatihan terkait Pengolahan dan Analisis data Penelitian”, tambahnya.

Pada pelatihan kali ini para peserta mendapatkan banyak jurus jitu untuk memulai sebuah riset seperti teknik-teknik pengolahan dan analisis data penelitian, meng-coding data, sampai mengolah dan menganalisis data dari hasil kuesioner yang sudah di-coding.  Para peserta juga dituntut untuk melakukan presentasi serta memaparkan data yang sudah mereka olah dan analisis kepada peserta lainnya.

Pelatihan Riset Tahap III ditutup dengan review dan konklusi dari pemateri terkait presentasi peserta dan pelatihan yang telah dilakukan secara umum. “Riset itu mudah, riset itu fun”, tutup Ahsin Alisori, Manager Research and Development Dompet Dhuafa [Akhie].

{fcomment}

Healthy Can Be Fun Bersama PSB Keliling

Sabtu (27/ 09/ 2014), Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan kembali menggelar acara PSB Keliling yang rutin diadakan tiap tiga bulan sekali di sekolah-sekolah terpilih yang menjadi sasaran utama program PSB. PSB Keliling merupakan salah satu bentuk sosialisasi dan publikasi PSB Makmal Pendidikan di lingkungan sekitar Bumi Pengembangan Insani dengan cara menggelar berbagai kegiatan ke-PSB-an di sekolah atau di tengah masyarakat.

Bekerjasama dengan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), PSB Keliling dan Program Anak Indonesia Sehat mengusung “Kesehatanku” sebagai tema besar. “PSB Keliling merupakan salah satu sarana kami untuk memperkenalkan Pusat Sumber Belajar Makmal Pendidikan kepada lingkungan sekitar kami”, tutur Siska Distiana, Supervisor Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. “Selain itu kami juga ingin mengenalkan kepada anak mengenai pentingnya kesehatan dengan cara yang mudah dimengerti dan fun”, tambahnya.

Kegiatan kali ini diadakan di dua sekolah yakni MI Nurul Iman, Kecamatan Tajur Halang dan MI Miftahul Athfal 02, Kecamatan Parung. Beragam aktivitas seru dan menarik ditawarkan pada kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu pagi tersebut, diantaranya Demo Menggosok Gigi dan Mencuci Tangan Yang Benar untuk kelas 1 dan 2, Dongeng Tentang Penyakit Menular dan Bagaimana Pencegahannya untuk kelas 3 dan 4, juga ada Penyuluhan Tentang Masa Baligh dan Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi untuk kelas 5 dan 6. Dan masih banyak kegiatan seru lain seperti Nonton Bareng film edukatif tentang kesehatan serta beragam permainan interaktif dengan hadiah menarik. Antusiasme para siswa sangat besar dalam mengikuti setiap kegiatan yang disuguhkan oleh PSB Keliling dan LKC ini, tidak sedikit dari mereka yang terus menerus mengacungkan jari dan bertanya seputar dunia kesehatan.

Kegiatan PSB Keliling ditutup dengan pemberian donasi buku untuk perpustakaan sekolah dan pembagian susu untuk para siswa. Wajah sumringah penuh tawa menghiasi kegiatan PSB Keliling kali ini. “Aku senang sekali kak”, ujar Rahma siswi kelas 2 MI Miftahul Athfal 02 Parung riang. Walau hanya berdurasi 3 jam namun kegiatan ini mampu memberikan kesenangan tersendiri untuk para siswa. Sampai bertemu di PSB Keliling selanjutnya [Akhie].

{fcomment}

PSB Makmal Pendidikan Bentuk KOMMED

Pada Kamis (25/09/2014), Ruang Aula Smart Dompet Dhuafa didatangi oleh para guru dari berbagai sekolah dasar yang terdapat disekitar Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Riuh rendah suara mereka menikmati kegiatan yang diadakan oleh PSB Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa tersebut

Kali ini PSB Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa mengadakan acara pelatihan dan pembentukan komunitas untuk para guru bertajuk: “Inovasi Media Pembelajaran”, acara tersebut bertujuan untuk mengajak para guru untuk aktif dan kreatif dalam membuat alat peraga. Selain itu mereka juga diajarkan untuk membuat alat peraga pembelajaran yang murah, mudah, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini para guru mampu membuat produk media pembelajaran yang dapat digunakan dan dimanfaatkan baik di sekolahnya dan di sekolah lain.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 guru dari 10 sekolah dengan perwakilan masing-masing 2 orang guru dari tiap sekolah, namun karena satu dan lain hal tidak semua sekolah dapat mengirimkan wakil mereka untuk mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini akan dilaksanakan bertahap selama 4 bulan, dari September hingga Desember 2014.

“Semoga kegiatan ini akan terus berkembang dan semoga nantinya para guru mampu membuat media pembelajaran baru yang lebih kreatif, inovatif dan tak membutuhkan biaya banyak”, tegas Siska Distiana, Supervisor Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Para peserta pelatihan selanjutnya diajak berkeliling untuk melihat-lihat Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Dompet Dhuafa.

“Wah perpustakaannya bagus ya. Semua fasilitas di sini bisa kami gunakan?”, tanya ibu Iis guru SDI Nurul Iman ketika diajak berkeliling Pusat Sumber belajar (PSB) Makmal Dompet Dhuafa Kamis pagi. Kunjungan ke PSB Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa bertujuan untuk mengenalkan beragam fasilitas yang tersedia di sana. “Semua fasilitas yang terdapat di PSB Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa ini dapat ibu-ibu sekalian akses dan gunakan secara cuma-cuma”, jawab Siska Distiana.

Setelah puas berkeliling PSB Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa para peserta pelatihan kembali digiring untuk mengikuti kelas Berpikir Kreatif dan Inovatif yang disampaikan oleh Trainer Dompet Dhuafa, Iwan Sahrudin. “Kita harus berpikir di luar kotak”, ujar Iwan Sahrudin,”Kita harus bisa mengembangkan dan memanfaatkan potensi barang-barang yang ada disekitar kita sebagai sebuah media pembelajaran”, tambahnya. Di sesi ini para peserta pelatihan ditantang untuk membuat media pembelajaran sesuai dengan kreativitas mereka masing-masing, dan pada sesi selanjutnya mereka diminta untuk membuat kartu penjumlahan bulat negatif yang nantinya dapat mereka aplikasikan langsung untuk mengajar di kelas.

Ragam aktivitas mengasyikan disuguhkan pada kegiatan PSB Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa kali ini, dan puncak acara ditutup dengan pembentukan Komunitas Media Pembelajaran (KOMMED). KOMMED merupakan sebuah wadah untuk memfasilitasi guru dalam membuat media pembelajaran sederhana dan inovatif. Aktivitasnya beragam mulai dari workshop, asistensi, dan konsultasi dalam membuat media pembelajaran. “Tindak lanjut dari pelatihan ini adalah dibentuknya Komunitas Media Pembelajaran (KOMMED). Anggota perdananya adalah para guru super peserta pelatihan hari ini.. Yuuk, para guru yang lain juga boleh ikutan lhooo”, tutup Siska Distiana. [Akhie]

{fcomment}

Dompet Dhuafa Adakan Lomba HUT RI ke-69

Makassar, Dalam rangka memperingati  HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-69,  MI Fatthur Rahman atau Sekolah Cerdas Indonesia  DOMPET DHUAFA menggelar event  “Ceria untuk Kemerdekan” ( CERUK)  yang dilaksanakan pada 13-15 Agustus 2014 di sekolah. Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk menyemarakkan hari kemerdekaan RI.
    
Berbagai kegiatan lomba yang dilaksanakan dalam kegiatan CERUK ini. Hari pertama lomba Cermat Bahasa Arab dan Quran Hadist serta lomba karung. Lomba ini diikuti oleh perwakilan siswa kelas 4,5 dan 6 dan digabung menjadi satu kelompok. Ada 3 kelompok yang bertanding dalam cermat ini. Hari kedua, diadakan lomba tarik tambang yang diikuti oleh semua kelas. Di hari ketiga, diadakan lomba pidato. Kegiatan ini didampingi oleh pendamping sekolah Dompet Dhufa, Kartini. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa agar lebih mencintai tanah air dan berjiwa patriotisme.

{fcomment}