Pelatihan Metode Pembelajaran Efektif Bersama KOMED

Bogor – Pada Jum’at (30/09) Komunitas Media Pembelajaran (KOMED) kembali menggelar pelatihan bertajuk “Metode Pembelajaran Kreatif”. Setiap bulannya KOMED rutin mengadakan pelatihan guna meningkatkan kemampuan para anggotanya yang sebagian besar merupakan guru Sekolah Dasar (SD).

Para peserta akan belajar membuat metode pembelajaran yang baik di kelas. Dipandu oleh Nurul Aeni, Creative Pusat Sumber Belajar Komunitas (PSBK) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa, pelatihan yang diadakan di Aula PGRI ini diharapkan membuat para guru KOMED mampu membuat metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan efektif.

“Harus ada relevansi antara media dengan metode pembelajaran, sebagus apapun media pembelajaran yang dibuat jika metodenya tidak tepat maka pembelajaran menjadi kurang efektif,” kata Nurul kepada 30 peserta yang hadir saat itu. Bukan kali pertama KOMED mengadakan pelatihan serupa, namun kebutuhan para anggotanya membuat pelatihan ini kembali diadakan dengan metode terbaru, agar pengimplementasian di lapangan lebih baik lagi.

“Tidak ada satu metode pembelajaran yang sempurna untuk diterapkan di semua mata pelajaran, gur atau fasilitator harus dapat meramu metode pembelajaran sekreatif mungkin sehingga tujuan pembelajaran dapat tecapai,” tambah Nurul.

Secara berkala pelatihan metode pembelajaran akan digulirkan, tujuannya agar para guru KOMED dapat memahami konsep metode pembelajaran kreatif, dapat mengetahui metode–metode pembelajaran kreatif terbaru yang relevan dengan pembelajaran, dan agar dapat memeragakan minimal satu metode pembelajaran yang dibahas untuk diterapkan di kelas.

“Kami sangat berharap dengan adanya pelatihan ini para guru KOMED akan mendapatkan inputan yang baik terkait metode pembelajaran secara langsung, sehingga pembelajaran di kelas akan menjadi lebih efektif dan lebih baik lagi,” tutupnya. (AR)

1 4 3 5

Komunitas Media Pembelajaran (KOMED) ialah program yang dibentuk Pusat Sumber Belajar Komunitas (PSBK) sebagai wadah bagi para guru untuk berkreasi dan berinovasi dalam membuat media pembelajaran yang berkualitas dan efektif dalam pembelajaran. KOMED berdiri sejak Juni 2014 dengan7 anggota, sekarang sudah berkembang pesat hingga 110 anggota di Whatsapp KOMED JaBar dan 40 anggota KOMED Jabar Banten. Untuk memfasilitasi anggota KOMED dalam produksi media pembelajaran, PSBK memberikan beragam pelatihan agar media pembelajaran yang dibuat oleh para guru KOMED lebih kreatif, efektif dan terukur.

Pentingnya Bersinergi dengan Komite Sekolah

Pada dasarnya sekolah yang baik adalah sekolah yang mampuh bersinergi dengan masyarakat sekolah. Dalam hal ini kepala sekolah hendaknya membangun kerjasama yang baik antara guru-guru, siswa, komite sekolah, orangtua, masyarakat dan pemerintah setempat. Namun pada kenyataannya masih banyak sekolah yang belum mampuh menjalankan hal tersebut, terutama dengan komite sekolah.

Komite sekolah terkadang hanya dijadikan sebatas pelengkap dari tuntutan administrasi atau penandatanganan Laporan Pertanggung jawaban dana BOSS semata dan jarang sekali ada komite sekolah yang betul-betul menjalankan fungsinya sebagai komite sekolah sebagaimana mestinya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa komite sekolah terdiri dari para orang tua siswa yang memiliki kepentingan terhadap keberhasilan anak-anaknya. Adapun peran dari komite sekolah yaitu; memberikan pertimbangan dalam memberdayakan masyarakat sekitar sekolah, serta menentukan dan melaksanakan kebijakan pendidikan; mendukung kerjasama sekolah dengan masyarakat baik itu berupa finansial, ide, maupun tenaga dalam penyelengaraan pendidikan; mendorong keterlibatan masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan dan masih banyak lagi peran komite sekolah.

Jika kita dapat mengoptimalkan peran komite sekolah dengan baik dan efektif maka secara otomatis sekolah terbantukan dalam urusan-urusan tertentu. Misalnya saja dari segi pembangunan sekolah, secara otomatis sekolah mendapatkan bantuan tenaga dalam membangun sekolah sehingga sekolah tidak mesti menyewa jasa tukang bangunan dalam melaksanakan pembagunan sekolah. Selain itu komite sekolah juga dapat membantu sekolah dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.

Sebagiamana yang terjadi di SDN 012 Tubbi Kec. Tubbi Taramanu Kab. Polewali Mandar. Awalnya sekolah tersebut belum mengoptimalkan peran komite secara baik dan efektif setelah mendapatkan bimbingan dan Pelatihan tentang Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sekolah (PPMBS) dari Guru Konsultan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa barulah kepala sekolah dalam hal ini ibu Masnah tertarik dan bersemangat untuk mengoptimalkan peran komite sekolah.

Langkah awal yang beliau lakukan adalah membentuk Komite sekolah yang baru, kemudian ibu Masna selaku Kepala SDN 012 Tubbi dan dibantu oleh dua Guru Konsultan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa mengadakan pelatihan kepada para komite yang baru dibentuk. Dalam pelatihan ini para komite diberikan pengetahuan awal seperti tugas dan tanggung jawab komite sekolah kemudian mereka juga diajarkan bagaimana menyusun program kerja selama setahun agar dapat meningkatkan mutu pendidikan di SDN 012 Tubbi.

Alhamdulilah setelah dibentuknya komite sekolah yang baru dan telah mendapatkan pelatihan pemberdayaan berbasis komite sekolah akhirnya para orang tua dan masyarakat mulai sadar dan aktif dalam hal meningkatkan mutu sekolah hal ini terlihat dari banyaknya para orangtua dan tokoh masyarakat yang hadir dan terlibat lagsung dalam kegiatan Pelatihan parenting yang diadakan oleh sekolah dan  dua Guru Konsultan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa.

Semoga kedepannya SDN 012 Tubbi dapat menjadi lebih baik lagi dan buat sekolah-sekolah yang lain agar sekiranya lebih mengoptimalkan lagi peran komite sekolah dengan baik dan efektif.

 

Sumber: http://www.sulbar.com/m/news-706-pentingnya-bersinergi-dengan-komite-sekolah.html

Membangun Asa Melalui Kontribusi Nyata

Cover

 

Oleh: Palupi Mutia

“Besama Dompet Dhuafa, Duta Gemari Baca Belajar mengepakkan sayap indahnya ”

Minggu, 18 September 2016 menjadi hari terindah bagiku yang diamanahkan menjadi Duta Gemari Baca Dompet Dhuafa. Kutahu, amanah ini tak mudah tapi bukan berarti menjadi beban yang menggoyahkan. Allah yang Maha Kuasa pasti sudah siapkan pundak, agar aku dan teman-teman Duta mampu melangkah, berkontribusi bersama dalam bingkai keluarga Gemari Baca. Gang Duren dan keceriaan anak-anak menjadi saksi betapa kehadiran Duta Gemari Baca dinantikan oleh masyarakat, karena itulah tujuan atas setiap pencapaian kita yaitu tentang sebuah kebermanfaatan. Kegiatan kala itu adalah kegiatan perdana aku dan teman-teman Duta Gemari Baca. Kegiatan yang dimulai dengan Workshop pembinaan dan pembentukan panitia di minggu sebelumnya menjadikan aku dan teman-teman belajar untuk menikmati proses perjuangan. Ada berbagai acara yang kami buat bersama untuk menghibur adik-adik di sana. Ada dongeng, games, pendirian Pojok Baca Inspirasi dan sosialisasi minat baca kepada remaja masjid dengan harapan kegiatan ini akan berkelanjutan

Dari semua kegiatan yang ada, bagiku kegiatan mendirikan Pojok Baca Inspirasi merupakan kegiatan yang paling mengesankan. Tahap demi tahap pembuatan pojok baca menjadi cerita bahagia yang akan selalu melekat dalam benak dan logika. Kegiatan pendirian pojok baca ini diawali dengan diskusi bersama Remaja Masjid Gang Duren dan kak Dian selaku fasilitator Pojok Baca Inspirasi. Setelahnya barulah kami menyortir buku-buku yang ada di lemari, selanjutnya adalah pemindahan lemari yang dieksekusi oleh mentor-mentor ksatria Pusat Sumber Belajar Komunitas (PSBK) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa yaitu pak Lutfi, kak Dian, mas Eko dan kak Akhie. Gelak tawa tak terbendung ketika mentor-mentor ksatria menggotong lemari ke area pojok baca. Kolaborasi pak Lutfi yang harus menahan sakit ketika menggotong lemari, kak Akhie harus mengerahkan segenap tenaga bersama kak Eko untuk menopang beban ketika pak Lutfi menyerah, memeriahkan pendirian pojok baca.

Lebih dari itu, kelompok remaja masjid yang bekerja keras menata pojok baca dan kak Dian yang merelakan jarinya berdarah karena memalu tembok yang keras juga menjadi kenangan yang membuat diri ini termotivasi untuk terus belajar di jalan kebaikan. Ada haru yang melekat di hati ketika antusiasme anak-anak pecah di pojok baca. Ada rasa gembira yang hadir di sela-sela pembuatan pojok baca yang belum selesai namun bocah-bocah itu ingin segera mengambil buku-buku yang kami pajang. Tingkah lucu dan menggemaskan dari mereka yang tak ingin pulang dan betah berada di pojok baca menjadi dorongan semangat dan penawar lelah bagi kami. Ada rasa bangga ketika mereka membaca buku tanpa paksaan, Ada syukur yang menjalar setiap kali kakak-kakak mentor menyatukan kami dalam semangat kebaikan. Terima kasih kakak mentor hebat Duta Gemari Baca semoga lingkaran energi positif diantara kita semua tetap terjaga.

 

IMG_3659 IMG_3712 IMG_3687 IMG_3667

 

 

Asyiknya Bermain, Membaca, dan Berdiskusi bersama PSBK Keliling

IMG-20160918-WA0018

 

Bogor – Mengedukasi masyarakat akan pentingnya membaca bukanlah hal yang mudah, kultur dan kebiasaan daerah setempat membuat proses mengedukasi menjadi tantangan tersendiri. Menjawab tantangan ini Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa menginisiasi berdirinya Pusat Sumber Belajar dan Komunitas (PSBK). PSBK merupakan departemen yang dibangun untuk mengelola sumber belajar bagi sekolah dan masyarakat umum. Terletak di Desa Jampang, Kecamatan Parung, Bogor, PSBK mengelola sumber belajar  berupa cetak maupun audio visual, termasuk program dan komunitas yang dapat dijadikan sarana bagi optimalisasi pembelajaran. Selain mengembangkan program pendampingan perpustakaan di sekolah, PSBK juga memiliki gelaran untuk mengedukasi masyarakat melalui PSBK Keliling.

PSBK Keliling merupakan sarana melakukan sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat yang berkenaan dengan literasi serta pengenalan akan pentingnya membaca buku dan juga pengenalan program PSBK itu sendiri. PSBK Kelilingi dilakukan dua kali dalam setahun dengan tema berbeda setiap tahunnya agar masyarakat lebih terhubung lagi dengan program yang PSBK gadang. PSBK Keliling dirancang untuk mempertemukan masyarakat dengan sumber belajar seperti buku, audio visual, media pembelajaran, dan kegiatan komunitas. Oleh karena itu, PSBK Keliling selalu berpindah dari daerah yang satu ke daerah yang lain agar manfaat semakin tersebar luas.

Pada Minggu (18/09)  PSBK Keliling kembali digelar dan menyapa warga di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, melalui serangkaian acara berkaitan dengan literasi dan media pembelajaranbersama para Duta Gemari Baca 2016. Dengan mengusung tema “Asyiknya Bermain, Membaca, dan Berdiskusi”, masyarakat diajak untuk berpartisipasi aktif dalam mengedukasi diri dan lingkungannya. Ada beberapa kegiatan yang PSBK Keliling adakan antara lain Pojok Baca Masjid, Pentas Drama, dan Family Edu Games. Semua kegiatan tersebut merupakan stimulus awal untuk merangsang keinginan warga untuk membaca.

“Kami ingin agar kegiatan ini menjadi salah satu cara yang tepat dalam meningkatkan minat membaca di masyarakat,” ujar Hani, Ketua Pelaksana PSBK Keliling. “Mengedukasi dengan cara yang fun, itu yang kami tekankan. Kami sebisa mungkin mengurangi pola pendekatan yang kaku,” tambahnya.

Masyarakat terlihat antusias mengikuti beragam kegiatan yang dibawa PSBK Keliling. Para Duta Gemari Baca 2016 pun tampil maksimal dalam pementasan drama seputar pentingnya membaca, berulangkali warga tergelak melihat aksi  mereka. Sesekali warga juga bertanya pada Duta Gemari Baca 2016 perihal pemilihan buku yang baik dan juga cara meningkatkan keinginan membaca.

“Saya senang sekali bisa berpartisipasi di PSBK Keliling. Ini kali pertama saya mengikuti kegiatan PSBK Keliling dan ternyata menyenangkan. Saya dan teman-teman juga merasa terhormat bisa mensosialisasikan pentingnya membaca pada masyarakat,“ kata Vikram, Duta Gemari Baca 2016.

Hani menuturkan bahwa ke depannya PSBK Keliling akan menerapkan format baru agar lebih banyak menjangkau masyarakat, ia berharap pasca kegiatan ini ada pencapaian yang baik sehingga nantinya terlahir kerjasama terus menerus dengan masyarakat dan Duta Gemari Baca 2016. (AR)

Semaraknya Hari Kunjungan Perpustakaan Muratara

HariKunjungPerpustakaan (2)

Dengan antusias siswa Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Muratara memenuhi ruang perpustakaan sekolah. Berebut buku hingga berbagi buku bacaan yg menurut mereka menarik.

Senyum manis dan tawa kecil menghiasi wajah-wajah mereka. Suara manis mereka menggema di Ruang Gudang Ilmu.

Semoga antusias mereka menjadi inspirasi bagi generasi negeri yg lama tidur  terkikis zaman teknologi meninggalkan budaya membaca. Keterbatasan merupakan tantangan, kekuatan sejati dikala kurang dan sedikit, naungan hawa panas Sumatera tak menyurutkan semangat membaca.

HariKunjungPerpustakaan (1) HariKunjungPerpustakaan (4) HariKunjungPerpustakaan (3)

Duta Gemari Baca Ajak Pemuda Sulawesi Tenggara Cintai Literasi

duta

Rabu, 7 September 2016 salah satu Duta Gemari Baca asal Sulawesi Tenggara, Ranti Widiastuti, mengajak pemuda khususnya yang berdomisili di kota Kendari untuk meningkatkan kecintaan pada literasi. Seruan tersebut diungkapkan melalui sebuah acara Salam Sultra yang merupakan program rutin salah satu stasiun televisi lokal di Sulawesi Tenggara. Pada acara yang tayang pukul 10.00–11.00 WITA tersebut ia menceritakan pengalaman selama mengikuti kegiatan Pesantren Literasi 2016 dan pemahaman tentang pentingnya literasi.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program unggulan Makmal Pendidikan, Dompet Dhuafa Pendidikan. Kegiatan yang mengusung tema “Cerdas Literasi, Kenapa Tidak?” itu berlangsung selama tiga hari tanggal 21-23 Juni 2016 lalu di Bumi Pengembangan Insani, Bogor. Dua puluh pemuda/i usia 15 – 22 tahun dengan berbagai latar belakang pendidikan turut serta untuk mendalami dunia literasi tersebut. Narasumber dari berbagai bidang kepakaran dihadirkan untuk memberikan materi yang dikemas sedemikian  menarik membuat peserta hanyut dalam program tersebut.

Sesi pertama Salam Sultra dimulai dengan pemaparan akan pentingnya literasi dalam suatu bangsa, karena tingkat literasi warga negara berbanding lurus dengan kemajuan suatu bangsa. Mengutip data dari UNESCO (2012), indeks minat baca di Indonesia masih berada pada angka 0,001 yang artinya dari 1000 orang hanya satu orang yang membaca. Kondisi inilah yang mendorong gentingnya membangkitkan gerakan masyarakat cinta literasi, salah satunya melalui membaca. Hal yang pertama yang dilakukan adalah dengan memahami manfaat membaca itu sendiri. Seperti halnya tubuh yang memerlukan olahraga agar tetap sehat, otak juga membutuhkan latihan agar tetap dapat menjalankan fungsinya dengan baik, salah satu caranya dengan membaca. Selain itu “membaca adalah cara terindah mencintai negeri,” ungkap perempuan kelahiran Kendari yang akrab disapa Ranti.

Acara berdurasi sekitar enam puluh menit tersebut ditutup dengan harapan di masa mendatang, bahwa untuk dapat mencapai tujuan besar tersebut diperlukan kerjasama dari berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat agar semangat berliterasi menggema diseluruh pelosok negeri.

Duta Gemari Baca, Para Pejuang Literasi

cover

Bogor– Indonesia saat ini menempati peringkat 64 dari 65 negara yang menjadi objek penelitian Programme for International Students Assessment (PISA). Tingkat membaca siswa di Indonesia menempati urutan 57 dari 65 negara (PISA, 2010) dan indeks minat baca di Indonesia masih berada pada 0,001 yang artinya dari 1000 orang hanya 1 orang yang membaca. Data lain menunjukkan bahwa tingkat melek huruf orang dewasa hanya 65,5% (UNESCO, 2012).

Kemampuan literasi anak dan siswa ternyata erat kaitannya dengan sarana dan prasarana di lingkungan sekolah, begitu pula dengan masyarakat umum. Mayoritas masyarakat Indonesia tidak memiliki taman baca masyarakat (TBM). Oleh karenanya Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa hadir untuk menjawab tantangan tersebut, adapun komponen literasi yang dikembangkan di PSB antara lain membaca, menulis, story telling dan permainan literasi serta pengembangan program Gemari Baca.

Guna memasifkan edukasi literasi di masyarakat, PSB, melalui program Gemari Baca membangun sistem kerelawanan bernama Duta Gemari Baca. Duta Gemari Baca merupakan kumpulan pemuda pemudi yang memiliki minat khusus dalam pengembangan literasi dan semangat kontribusi yang tinggi. Melalui mereka diharapkan jangkauan pengembangan literasi masyarakat bisa jauh lebih luas dan efektif. Gerakan mengajak masyarakat untuk kembali menggemari aktivitas membaca (Gemari Baca) sebagai bagian dari budaya literasi. Gerakan ini dilakukan di sektor formal yakni sekolah maupun informal seperti taman bacaan, keluarga,komunitas dan kelompok lainnya. Duta gemari baca sendiri diharapkan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat berkenaan dengan isu literasi. Sebelum melakukan tanggung jawab sebagai Duta Gemari Baca 2016 tentunya para duta harus mampu mengenali dengan baik potensi dirinya sebelum melebur ke dalam tanggung jawab membangun kesadaran masyarakat terkait literasi.

Maka pada Sabtu (11/09) PSB mengadakan workshop bagi para Duta Gemari Baca 2016. Dengan mengusung tema “Minat Kuat Bakat Melesat”, kegiatan yang diadakan di Ruang Audio Visual PSB dan dihadiri oleh 20 Duta Gemari Baca ini berlangsung mulus dengan diwarnai gelak tawa, para duta terlihat sangat antusias mengikuti sesi demi sesi. Yeti Widiawati, Psikolog, didapuk menjadi pembicara seputar kompetensi diri pada workshop yang dihelat pukul 09-00-14.00 WIB tersebut.

“Para duta harus mengenal diri mereka terlebih dahulu sebelum terjun mengedukasi masyarakat seputar literasi,” ujar Hani, Coach Duta Gemari Baca.

Para duta juga diajarkan cara membuat talent maping diri yang bertujuan agar mereka mampu mengenali pentingnya keberadaan dirinya, mampu memahami dirinya lebih lanjut, dan mampu memahami pentingnya spesialisasi kompetensi.

“Kami sangat berharap para duta akan menjadi role model baru di masyarakat terkait literasi. Dengan semangat muda mereka kami sangat yakin mereka mampu membuat masyarakat kembali mencintai membaca dan membudayakan membaca,” tutupnya.

Menjelang akhir tahun 2016 ini para duta akan menjalankan tugasnya sesuai dengan lokasi masing-masing dan mereka akan berjuang memulihkan kembali minat baca masyarakat. Selamat bertugas Duta Gemari Baca 2016, salam literasi! (AR)

 

P_20160911_095205 P_20160911_101909 P_20160911_092435 P_20160911_092538 P_20160911_092545 P_20160911_095121

 

 

Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan dan Cita-Cita Para Anak Pengungsi

B

Oleh: Dini Wikartaadmadja

Pada Kamis (08/09) Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan kedatangan tamu istimewa yakni adik-adik Pengungsi dari Yaman, Somalia dan Iraq. Mereka datang ke perpustakaan untuk membaca buku sekaligus menonton film.

‘Cita-Citaku Setinggi Tanah’ akhirnya kami pilihkan untuk mereka, ternyata pemilihan film tersebut cukup tepat. Sebab,saat ditanya tentang cita-cita tidak banyak dari mereka yang tahu ingin menjadi apa kelak, uniknya ada yang malah menjawab ingin menjadi tukang servis. Adalah Edrus,pengungsi dari Somalia yang sangat ingin jadi tukang servis, katanya ia ingin memperbaiki mobil hingga pesawat yang rusak. Sedangkan Angka (Taman) tidak tahu menahu perihal cita-cita tapi katanya dia sangat suka teknologi.

A

Setelah menonton pun mereka diminta untuk menuliskan cerita favorit dalam film tersebut dan menuliskan juga cita-cita  mereka dalam waktu dekat ini. Mau tahu apa saja kata adik-adik ini? Makmalian bisa melihat foto yang kami sertakan. Walau masih bingung kelak ingin menjadi apa, namun sangat terlihat mereka memiliki semangat juang dan semangat hidup yang tinggi.

Terima kasih telah datang ke PSB dan berbagi inspirasi.

P_20160909_095401 P_20160909_095350 P_20160909_095340 P_20160909_095449 P_20160909_095440 P_20160909_095429 P_20160909_095419

 

Komunitas Media Pembelajaran (KOMED) Mengikuti Pelatihan Pembuatan Membuat Poster Edukasi Menggunakan Corel Draw

Cover

Bogor– Pada Sabtu (03/09) Komunitas Media Pembelajaran (KOMED) menggelar Pelatihan Membuat Poster Edukasi Menggunakan Corel Draw. Pelatihan yang diikuti oleh 30 peserta dari beberapa sekolah yang berada di Bogor dan sekitarnya ini dilaksanakan di Ruang Audio Visual Makmal Pendidikan. Memberikan pemahaman bahwa poster memiliki nilai penting untuk pembelajaran visual  menjadi salah satu tujuan utama dihelatnya pelatihan ini. Selain itu para peserta juga akan diajari cara membuat poster yang baik dan bernilai edukasi oleh Pradilla Maulia, Desainer Grafis Dompet Dhuafa Pendidikan. Nantinya masing-masing peserta akan praktik membuat poster dan mempresentasikan poster buatannya dihadapan peserta lain.

“Saya senang sekali bisa mengajarkan para guru KOMED membuat poster yang pas untuk sekolah mereka” ujar Pradilla Maulia.

Diharapkan setelah mengikuti Pelatihan Membuat Poster Edukasi Menggunakan Corel Draw, para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di sekolah masin-masing.

“Semoga ke depannya kegiatan ini akan terus ada, karena kebaikan tak boleh berhenti di satu titik saja,” tutupnya.

Komunitas Media Pembelajaran (KOMED) merupakan program yang dibentuk Pusat Sumber Belajar (PSB) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa sebagai wadah bagi para guru untuk berkreasi dan berinovasi dalam membuat media pembelajaran yang berkualitas dan efektif dalam pembelajaran di kelas. KOMED berdiri sejak Juni 2014 dengan7 anggota, dan saat ini sudah berkembang pesat hingga 95 anggota di Whatsapp Bogor, 35 anggota di Whatsapp Banten dan 350 anggota di grup Facebook. Untuk menfasilitasi anggota KOMED dalam produksi media pembelajaran, PSB memberikan beragam kegiatan diantaranya pendampingan produksi dan uji kelayakan, pelatihan, kelas daring, bookshare dan workshop (AR)

 

P_20160903_140609 P_20160903_140558 P_20160903_140514_HDR P_20160903_140448_HDR P_20160903_133223 P_20160903_133215 P_20160903_115112

 

Makmal Pendidikan Bagikan Parsel Lebaran

IMG20160829080120

 

SERANG – Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Adira Asuransi Syariah memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah yang didampingi oleh Guru Konsultan. Sebanyak 1000 parsel disebarluaskan. Bantuan parsel lebaran ini diberikan kepada sekolah dengan mengutamakan yang berada di perbatasan dan pedalaman di Indonesia. Dan SDN Bantarwaru di Jalan Raya Calung Kampung Dahu Desa Bantarwangi Kecamatan Cinangka-Anyer, Banten menjadi satu diantara banyak sekolah yang terpilih oleh Dompet Dhuafa pusat.

“Sekolah dampingan Guru Konsultan sangat cocok untuk menjadi perpanjangan tangan Dompet Dhuafa. Meskipun tidak semua karena ada kualifikasi sebelumnya.” Jelas Dwi Tanty Kurnianingtyas saat dimintai keterangan mengapa memilih sekolah yang didampingi oleh guru konsultan Dompet Dhuafa sebagai penerima manfaat.

Dwi Tanty Kurnianingtyas (27), yang memegang kendali pada Program Pendidikan Dompet Dhuafa pusat juga memaparkan alasannya mengapa membagikan parsel lebaran ditujukan ke sekolah. Karena membagikan parsel lebaran tidak melulu dengan sembako. Namun perlengkapan sekolah juga dirasa mampu memberikan energi baru bagi anak dan orangtua. Selain karena selepas lebaran itu memasuki tahun ajaran baru, juga karena pembagian parsel bertepatan dengan momen bahagia. Yakni perayaan hari Raya Idul Fitri.

Perayaan Idul Fitri memang sudah lewat. Tetapi, Dompet Dhuafa dalam membentangkan kebaikan tidak pernah surut. Harapan untuk menciptakan kebahagiaan pada penerima manfaat begitu dirasakan oleh anak-anak dan seluruh komponen di sekolah yang ikut menyaksikannya.

Senin (29/8), selepas upacara bendera. Sebanyak 133 siswa disaksikan oleh Kepala Sekolah, Guru, komite sekolah dan orangtua murid menerima parsel lebaran dengan penuh suka cita. Mereka menyambut bahagia bantuan yang diterimanya.

“Selama 6 bulan masa penempatan ini. Saya yang memegang kendali di kelas 6 memang cukup prihatin melihat kenyataan di lapangan. Bahwa tidak semua anak dapat menikmati segala kebutuhan sekolah. Terutama buku dan alat tulis misalnya.” Ungkap Fitri Ayu Indriasari (24), Guru Konsultan Pendidikan usai penyerahan parsel lebaran.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala SDN  Bantarwaru. Ia sangat bersyukur sekolahnya mendapat kesempatan diberikan amanah. Sejak kedatangan 2 Guru Konsultan Dompet Dhuafa tak sedikit bantuan yang dapat dinikmati dan dirasakan kebermanfaatannya. Terutama dalam dunia pendidikan.

“Meskipun pada pembagiannya tidak sesuai dengan yang diagendakan. Semoga tidak menurunkan semangat anak-anak dalam menuntut ilmu.” Harap Endang Sudarma Kepala Sekolah saat memberikan sepatah dua patah ucapan terima kasih kepada Dompet Dhuafa melalui 2 guru konsultan yang mewakilinya.*

 

IMG20160829082814