Standar Pembiayaan Pendidikan (Studi Kasus: Pengaruh Jarak Rumah Ke Sekolah Dan Pengeluaran Rumah Tangga Terhadap Partisipasi Sekolah Di Provinsi Papua)

Ridho Ilahi
Mahasiswa Universitas Padjadjaran Bandung
Email: ridho_statc@yahoo.com

Abstrak

Pendidikan yang berkualitas merupakan dambaan semua pihak. Kualitas pendidikan sebagaimana kita harapkan sangat ditentukan oleh tingkat pembiayaan yang dilakukan. Guna menghasilkan pendidikan yang berkualitas tinggi diperlukan pembiayaan secara optimal. Standar pembiayaan mencakup persyaratan minimal tentang biaya satuan pendidikan, prosedur dan mekanisme pengelolaan, pengalokasian, dan akuntabilitas penggunaan biaya pendidikan. Sumber pembiayaan dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama: pemerintah (pusat dan daerah), orang tua peserta didik, dan kelompok-kelompok masyarakat. Angka Partisipasi Sekolah Provinsi Papua usia 7-15 tahun menempati peringkat terendah yakni sebesar 78,34%. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada pengkajian karakteristik partisipasi sekolah usia 7-15 tahun di Provinsi Papua berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Modul Sosial Budaya dan Perumahan (MSBP) tahun 2012. Penelitian ini akan dibatasi pada faktor sosial ekonomi rumah tangga yang mempengaruhi partisipasi sekolah anak usia 7-15 tahun di Provinsi Papua tahun 2012, antara lain pengeluaran per kapita rumah tangga dan jarak rumah ke sekolah dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Dari hasil perhitungan regresi diketahui bahwa koefisien determinasi (adjusted R2) yang diperoleh sebesar 0,756. Hal ini berarti 75,6% variasi Partisipasi Sekolah dapat dijelaskan oleh variabel Jarak Rumah ke Sekolah dan Pengeluaran RT per Bulan, sedangkan sisanya sebesar 24,4% diterangkan oleh variabel lain yang tidak diajukan dalam penulisan ini. Hasil koefisien regresi menunjukkan bahwa semakin jauh jarak rumah ke sekolah maka semakin rendah angka partisipasi sekolah usia 7-15 tahun, dan semakin tinggi pengeluaran rumah tangga per bulan maka semakin tinggi angka partispasi sekolah usia 7-15 tahun.

Kata kunci: pembiayaan, partisipasi, jarak, pengeluaran, regresi

Hubungan Antara Minat Baca dengan Prestasi Belajar IPA Siswa Madrasah Aliyah PPI 112 Bogor

Iwan Sahrudin
Program Studi Pendidikan IPA,
Fakultas Teknik Matematika & IPA Universitas Indraprasta PGRI
sahrudin.iwan@yahoo.com

Abstrak

Tujuan dari penelitian adalah untuk memperoleh data tentang hubungan minat baca dengan prestasi belajar IPA siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan analisis korelasional di Madrasah Aliyah PPI (Pesantren Persatuan Islam) 112 Bogor. Sampel penelitian sebanyak 40 orang siswa yang diambil dari populasi dengan teknik sampling sesuai dengan proporsi. Instrumen yang digunakan adalah instrumen minat baca dan instrumen prestasi belajar IPA. Analisis data menggunakan teknik korelasi dan regresi. Hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa terdapat hubungan antara minat baca dengan prestasi belajar IPA siswa Madrasah Aliyah PPI 112 Bogor untuk tahun ajaran 2012-2013.

Kata kunci : IPA, minat baca, prestasi belajar

Pembelajaran Proposal dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning dan Pendekatan Komunikatif Melalui Proyek Event Organizer pada Siswa Kelas Xi SMA SMART Ekselensia Indonesia

Nurhayati
Guru Bahasa Indonesia
SMA SMART Ekselensia Indonesia
byati@yahoo.co.id

Abstrak

Proposal merupakan salah satu meteri yang dipelajari oleh siswa kelas XI SMA. Pada umumnya pengajaran di kelas membuat siswa tidak kreatif karena biasanya guru hanya memberikan/ mentransfer ilmu sehingga siswa merasa bosan untuk belajar. Agar pembelajaran mendapat perhatian dan memiliki makna dalam kehidupan siswa, penulis mencoba membuat strategi baru. Untuk itu, penulis bereksperimen dalam pembelajaran proposal dengan menggunakan pendekatan contextual teaching and learning dan pendekatan komunikatif melaui proyek event organizer. Eksperimen ini dilakukan pada siswa kelas XI SMA SMART Ekselensia Indonesia. Contextual teaching and learning merupakan pendekatan dalam proses belajar mengajar yang kegiatannya berhubungan erat dengan kehidupan nyata yang terjadi di lingkungan peserta didik sehingga peserta didik memperoleh ilmu dari pengalaman yang dialami secara langsung. Pendekatan komunikatif ialah suatu pendekatan dalam pembelajaran bahasa yang menitikberatkan pada pemakaian bahasa sesuai dengan fungsinya sehingga siswa dapat berkomunikasi secara efektif. Proyek event organizer ialah suatu kegiatan yang merupakan aplikasi pembelajaran materi dengan menjadikan siswa sebagai penyelenggara untuk mengadakan sebuah acara. Perpaduan pendekatan contextual teaching and learning dan komunikatif melalui proyek event organizer, sebagai aplikasi materi, sangat tepat digunakan dalam pembelajaran proposal. Hal ini sesuai dengan hasil eksperimen yang dilakukan penulis terhadap siswa kelas XI SMA SMART Ekselensis Indonesia. Berdasarkan hasil eksperimen dari proses belajar mengajar proposal dengan menggunakan pendekatan tersebut, minat dan motivasi menjadi lebih tinggi dalam mengikuti setiap fase belajar. Selain itu, niilai yang diperoleh siswa mencapai, bahkan di atas KKM.

Kata kunci: proposal, contextual teaching and learning, proyek event organizer

Daerah Prioritas untuk Peningkatan Akses Pendidikan Tinggi bagi Rakyat Miskin di Indonesia

Didiq Rosadi Ali
Statistika Ekonomi, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Jakarta Timur
Email: 09.5940@stis.ac.id

Abstrak

Penelitian ini dilakukan guna mengkaji gambaran kemiskinan Indonesia secara makro yang dikaitkan dengan dimensi pendidikan sebagai faktor yang mempengaruhi kemiskinan tersebut. Penelitian ini memfokuskan pandangannya pada hubungan kemiskinan dengan pendidikan. Lebih spesifik, penelitian ini akan menggambarkan kondisi pendidikan tinggi masyarakat miskin Indonesia yang ditinjau dalam level provinsi dengan menggunakan beberapa variabel atau indikator kemiskinan yaitu Indeks Kedalaman Kemiskinan, Indeks Keparahan Kemiskinan dan Persentase Penduduk yang Menamatkan Pendidikan Tinggi (SMA ke atas). Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan cluster analysis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 3 provinsi dengan kategori prioritas 1 yaitu perlu penanganan segera serta mendapatkan kebijakan yang tepat untuk peningkatan akses terhadap pendidikan tinggi bagi rakyat miskin yaitu Propinsi Papua, Papua Barat dan Maluku.

Kata Kunci : pendidikan tinggi, cluster analysis, daerah prioritas

Preparing Teachers and Students of SMART Ekselensia Indonesia for International Education Through English Development Program

Lisa Rosaline
English Teacher at SMART EI
E-mail: lisarosaline81@gmail.com

Abstract

SMART Ekselensia Indonesia is an accelerated non-profit boarding school which is presented to improve the marginalized dignity and prestige of Indonesian students from marginalized families. The vision of this school in 2014 is to go international and to apply international education. This school has “A” accreditation and received ISO certification. The teachers and students are from all around Indonesia and have passed some selection processes. Though, it has very reputable name, it still has some problems with English. The purpose of this paper is to share ideas concerning on the English Development Program in Smart Ekselensia and the impact of this program to the teachers and students. The first term of this program started from February to April 2013 which still be continued and evaluated. The participants of this program were 35 non English teachers and 175 students. This program consisted of English course for teachers, English day, English morning march and English literacy program. The evaluation results of this first term program shows that 90% of the teachers and the students are very motivated to practice their English as often as they want. In conclusion, this program could be applied in Smart Ekselensia Indonesia but it should be evaluated every three months. This program can also be applied in other schools to compare the results and further impacts.

Keywords: teachers, students, international education, english development.

Peningkatan Kemampuan Menanggapi Disertai Alasan Terhadap Tayangan Sinetron dengan Teknik Mediasi Aktif Positif dan Negatif pada Siswa Kelas VI Semester I SDN 13 Manggelewa Tahun Pelajaran 2012-2013

Clara Novita Anggraini
Alumni Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa
E-mail: claranovitaanggraini@gmail.com/cla_com05@yahoo.com

Abstrak

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah mendeskripsikan hasil dan langkah penerapan teknik mediasi aktif positif dan negatif (salah satu teknik dalam parental mediation) untuk meningkatkan kemampuan menanggapi disertai alasan terhadap tayangan sinetron pada siswa kelas VI semester I SDN 13 Manggelewa Tahun Pelajaran 2012-2013. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah teknik tes. Data kuantitatif yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif yakni membuat daftar skor hasil tes memberikan tanggapan disertai alasan terhadap tayangan sinetron. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik mediasi aktif positif dan negatif dapat meningkatkan keterampilan menanggapi disertai alasan siswa kelas VI SDN 13 Manggelewa Tahun Pelajaran 2012-2013. Data tes pada siklus I diperoleh nilai rata-rata kelas 62,73 dan siklus II diperoleh hasil 98,64. Hasil ini menunjukkan peningkatan dari siklus I sebesar 28,64. Data persentase ketuntasan kelas juga mengalami peningkatan. Pada siklus I 45,45%. Selanjutnya, pada siklus II persentase ketuntasan kelas meningkat 54,55% menjadi 100%.

Kata kunci: keterampilan berbicara, menanggapi disertai alasan, tayangan sinetron, teknik mediasi aktif positif dan negatif.

The Impact Study of Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Program on Employment, Education, and Economic of Beneficiaries

Yulya Srinovita
Education Researcher, Dompet Dhuafa
yulya.srinovita@gmail.com

Abstract

Based on Statistics Indonesia (BPS), the number of unemployment in Indonesia from 2013 reaches 5.92%. As one of way to alleviate poverty by reducing unemployment rate, Dompet Dhuafa makes a role solution model through founding an Institut Kemandirian on May 23rd 2005. This Institut Kemandirian is subdivision of education. This study was conducted in Institut Kemandirian, the place where alumni work and human development agency. This study employed Tracer Study method. This research design was cross sectional, the gathering data (It is one of method of descriptive study) which the data is only gathered in a particular time. The data, which were used in this study, were primer and secondary data. Primer data were gathered through interview of Institut Kemandirian alumni, while secondary data were gathered through management of Education Dompet Dhuafa Division and also from management of Institut Kemandirian. Technique of gathering sample used stratified random sampling method. Classifying the alumni based on the year of graduation. The conclusions of this research can be seen from the the financial improvement of the alumni after graduating from Institut Kemandirian. First the education level, there are some changes heppened. 2 alumni of Institut Kemandirian have senior high school (SMA) education level. Now, they are college students at university. Second income, it was showed that some of the alumni who filled the quesionare or 45 participant incomes got 1-3 million, and 5 alumni got 3-5 million, and 2 alumni got more than 5 million. Third the appropriate profesion sample based on their job training at Institut Kemandirian, 56 or 70% alumnis got profesion is appropriate with their job training.

Keywords: Institut Kemandirian, tracer study, training