Motivasi Hadiah Menguatkan Karakter Anak Didik

Motivasi Hadiah Menguatkan Karakter Anak Didik

Mendidik anak merupakan sebuah kewajiban bagi orang tua. Namun peran itu kian memudar berdalih pada kesibukan orang tua untuk memenuhi tuntutan biaya kehidupan, tidak sedikit orang tua yang menyerahkan tanggung jawab tersebut kepada pihak tertentu, sebutlah sosok guru dalam lembaga pendidikan. Peran guru bukan hanya sebagai transfer knowladge, menjadi fasilitator untuk perkembangan anak, namun guru berperan penting dalam mendidik, mengarahkan dan menyiapkan anak menjadi pribadi mandiri dan bertaqwa.

Menghadirkan prilaku anak mandiri dan bertaqwa tentu butuh pembiasaan yang terpola dan terprogramkan. Beririsan dengan hal tersebut Jairingan Sekolah Indonesia Dompet Dhuafa Pendidikan, melalui program Sekolah Literasi Indonesia memiliki program yang mendukung pembentukan karekter anak, terdapat tiga lingkup  yang dikembagkan untuk optimalisasi kualitas sekolah, yaitu Lingkup Kepemiminan Sekolah, Lingkup Budaya Sekolah, dan Lingkup Sistem Pembelajaran. Penegakan pembiasaan yang baik melalui pengelolaan lingkungan kelas, berupa budaya positif dapat mendorong anak tetap termotivasi berprilaku sesuai harapan,  salah satu hal yang dapat dilakukan melalui pemberian hadiah.

Dengan sebuah janji akan diberikannya hadiah, anak akan termemotivasi  untuk melakukan sebuah perbuatan baik. Namun, tetap harus diingat bahwa ada tata cara tersendiri dalam hal pemberian hadiah agar tidak menjadi bumerang yang merugikan diri sendiri. (Irawati Istadi:2016)

Sejalan dengan pendapat tersebut, penanaman karakter pada perilaku anak dapat dikuatkan melalui motovasi hadiah, namun perlu dicermati tatacara memberikan hadiah pada anak sedikitnya dapat memperhatikan enam hal berikut yaitu: Menghargai Perilaku Anak. Berilah anak hadiah karena perilakunya bukan sifatnya, seperti keberhasilan mereka untuk selalu membuang sampah pada tempatnya, berbagi makanan kepada temannya, atau ketika anak mau mengakui kesalahannya dengan jujur.

Tidak Untuk Selamanya. Bahwa pemberian hadiah hanya bersifat sementara, hanya sebagai perangsang motivasi saja, tegaskan pada anak bahwa suatu saat kelak, ketika anak pandai tanpa hadiah juga harus melakukan hal-ha itu. Pengertian tersebut sebaiknya disampaikan ketika anak dalam kondisi hati sedang gembira.

Dimusyawarakhan Perjanjiannya. Buat kesepakatan bersama hal apa yang jadi aturan bagi kebaikannya, ditulis secara jelas, perilaku yang diharapkan bisa ditumbuhkan pada anak. Berapa jangka waktunya, dan apa hadiahnya.

Bukan Berupa Barang. Bukan berupa barang adalah alternatif  bentuk hadiah terbaik bagi anak. Jadi, bisa berupa perhatian, pujian,  atau bentuk-bentuk kasih sayang lainnya seperti belaian, pelukan, dan sebagainya. Model hadiah ini disesuaikan dengan tingkat usianya. Untuk anak sekolah dasar, lebih tepat diberi banyak pujian, perhatian, dan komunikasi aktif.

Hadiah bintang prestasi, tertangkap dalam pikiran anak adalah kebanggaan karena perhatian dan pujian guru baginya. Misalnya pada rentang waktu yang disepakati, apresiasi dari akumulasi bintang dapat berupa piagam penghargaan yang merekam nama anak dan perikalu baik yang berhasil dicapainya.

Bila Berupa Barang. Nilainya, bukan harganya. Ditekankan kepada anak tentang manfaatnya. Pilih barang yang edukatif dan mungkin dibutuhkan anak. Rancang peristiwa pemberian hadiah tersebut menjadi istimewa, berikan dengan cara istimewa. Meskipun hanya sebatang pensil seharga lima ratus rupiah, namun diberi pita indah dan diberikan dengan memuji terus menerus keitimewaan hadiah dan alasan pemberiannya, bagi anak sudah sangat membanggakan.

Bertahap. Dicanangkan program tahapan capaian perilaku yang diharapkan serta pemberian hadianya. Hadiahnya bisa digabung antara non-barang dan hadiah barang. Misalnya guru ingin anak mampu menegakkan kebersihan.  Ajak anak membuat perjanjian dengan beberapa tahapan. Pertama setiap anak membuang sampah pada tempatnya mendapatkan satu bintang, ketika jumlah bintang mencapai 50, ia dijanjikan hadiah sebingkisan jajanan menarik. Tahap kedua, anak mampu menjaga kebersihan kelas dengan terlibat piket pada jadwalnya, yang melaksanakanya mendapat dua bintang,  ketika jumlah bintang mencapai 50 dijanjikan hadiah sebingkisan jajanan menarik dan mendapatkan kesempatan menonton kisah menarik diperpustakaan.

Agar hadiah dapat mejadi motivasi bukan bumerang bagi diri dengan memperhatikan tatacaranya. Melalui hal ini menjadikan upaya memotivasi anak didik berjalan dengan mudah dan menyenangkan. Sehingga pola yang tepat menggunakan hadiah sebagai motivasi dapat mengutkan karakter positif yang diinginkan terbentuk pada anak. (AL)

 

 

____________

*Penulis adalah Konsultan Relwan Sekolah Literasi Indonesia, Dompet Dhuafa Pendidikan.

 

Daftar Pustaka:

Istadi, Irawati. 2016. Mendidik dengan Cinta. Yogyakarta:Pro-U Media

Komunitas Filantropi Pendidikan

KOMUNITAS FILANTROPI PENDIDIKAN


Komunitas Filantropi Pendidikan (KFP), adalah komunitas relawan pendidikan yang berkontribusi dalam bentuk apapun untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat marjinal dengan bersinergisi dengan jejaring divisi pendidikan dompet dhuafa dan  pihak lainnya yang memiliki visi yang sama.


Visi

Menjadikan Komunitas Filantropi Pendidikan (KFP) sebagai wadah komunitas relawan dalam bidang pendidikan dalam rangka mengembangkan dan mendukung  pendidikan berkualitas guna mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan untuk masyarakat  marjinal.

Misi

  • Menjadikan komunitas filantropi pendidikan sebagai gerakan peduli pendidikan bagi masyarakat marjinal
  • Sebagai ruang kontribusi dan berbagi untuk  masyarakat atau lembaga yang berjiwa filatropis sebagai upaya  meningkatkan kualitas model pendidikan di Indonesia
  • Membangun sinergi dengan berbagai jaringan/stake holder yang memiliki visi atau misi yang sejalan dalam mendukung program-program pendidikan bagi masyarakat marginal

Tujuan

Menjadi wadah bagi masyarakat atau lembaga yang memiliki semangat filantropis untuk turut berkontribusi dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan untuk masyarakat marjinal.

Target Penerima Manfaat

Masyarakat marjinal yang menjadi target komunitas filantropi pendidikan DD adalah masyarakat yang termajinalkan karena disebabkan oleh akses informasi, akses ekonomi serta  sistem yang  tidak mendukung sehingga proses belajar mengajar menjadi tidak optimal.



MARI BERGABUNG


Rekening Donasi Gerakan:
Bank Syariah Mandri (BSM)
7034 790 161 an Yayasan Dompet Dhuafa Republika – Beastudi.

Catatan: mohon lebihkan Rp.99 dari nominal yang akan Anda sumbangkan, hal ini untuk memudahkan kami dalam melacak dana sumbangan Anda.

Kami mengundang anda untuk terlibat dalam gerakan-gerakan KFP. Untuk mendaftar kunjungi website kami di www.beastudiindonesia.net atau follow @relawan_kfp.

Info lebih lanjut hubungi 0888211125566 (Angger)

KEGIATAN


SATU ASA (Sejuta Alat Tulis untuk Anak Indonesia)

Satu Asa (Sejuta Alat Tulis untuk Anak Indonesia) merupakan gerakan pengumpulan alat tulis dan perlengkapan sekolah untuk mendukung tetap terjaganya kualitas pendidikan anak-anak di daerah marginal dan daerah-daerah yang terjadi bencana di Indonesia.

SSR (School Social Responsibility)

School Social Responsibility (SSR) merupakan gerakan kepedulian sekolah untuk masyarakat dalam rangka pembentukan karakter kedermawanan sosial kepada para pelajar. Selain mengemban fungsi utama sebagai institusi pendidikan, sekolah juga diharapkan memiliki peran yang lebih besar untuk perubahan sosial yang ada disekitarnya. SSR bertujuan sebagai berikut:

  • Mengawal dan menstimulasi tumbuh kembang tunas-tunas muda bangsa dalam menemukan identitas diri secara teratur dan terencana.
  • Menghadirkan nilai-nilai kerelawanan sosial dan kepemimpinan bagi para pelajar  sebagai bekal perwujudan Indonesia berdaya.
  • Memberikan rangsangan bagi sekolah untuk membuat kegiatan-kegiatan sosial yang efektif
  • Bersinergi untuk sebuah kontribusi nyata dalam menghadirkan inspirasi bagi pendidikan Indonesia.

Kegiatan SSR:

  • Training Cerdas Sosial, merupakan training yang melibatkan siswa dari beberapa sekolah yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kerelawanan sosial. Targetnya adalah tumbuhnya jiwa kerelawanan di kalangan pelajar, lahirnya kegiatan sosial di sekolah yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar, serta sekolah mendukung kegiatan kerelawanan yang dilakukan oleh siswa
  • Sosial Project Competition, merupakan kompetisi dibidang kegiatan sosial antar sekolah setingkat SMU/Sederajat tingkat nasional yang bertujuan untuk menstimulus pelajar memulai kegiatan sosial mereka.

GEMARI BUKU (Gerakan Mencintai Anak Negeri melalui Buku)

Gerakan Mencintai Anak Negeri melalui Buku (Gemari Buku) adalah sebuah gerakan yang  menghadirkan buku-buku bacaan berkualitas ditengah anak-anak di daerah beranda Indonesia. Harapannya meraka mempunyai beragam mimpi dan cita-cita yang terpatri dihati, dengan menghadirkan referensi-referensi kehidupan baru yang mereka temukan dari buku, bukan hanya dari apa yang terlihat di lingkungan sekitar kehidupan mereka saja. Tujuan Gemari Buku:

  • Membuat satu rumah baca di tiap daerah perbatasan
  • Membuka akses informasi untuk anak-anak di perbatasan Indonesia
  • Menumbuhkan mimpi anak-anak di perbatasan Indonesia melalui buku
  • Menjadi ruang kontribusi bagi masyarakat untuk membantu pendidikan Indonesia khususnya di wilayah perbatasan
  • Menumbuhkan kesadaran komunitas / masyrakat lokal untuk bersama-sama menggiatkan kegiatan pemberdayaan pendidikan di daerah penerima manfaat

Buku yang digalang:

  • Komik anak
  • Komik edukasi.
  • Novel anak.
  • Buku cerita/dongeng anak (termasuk di dalamnya, cerita rakyat, buku cerita bergambar, dll.).
  • Buku pelajaran SD (diutamakan kurikulum terbaru).
  • Buku pengetahuan (ensiklopedi, buku asal-usul/penemuan sesuatu, RPUL, NatGeo dll.)
  • Buku keagamaan untuk anak.
  • Majalah anak.
  • Atlas dan Peta.
  • Mainan edukasi.
  • Video dokumenter pengetahuan.

Kelas Cita-Cita

Kelas Cita-Cita adalah sebuah gerakan masyarakat umum untuk bersama-sama datang ke sekolah di daerah marginal, berbagi bermacam pengalaman dan cerita yang bisa memotivasi anak-anak disana untuk bersemangat meraih cita-cita. Kegiatan yang dilakukan antara lain:

  • Mendongeng
  • Kelas Peran
  • Nonton Film
  • Games Outdoor
  • Donor buku dan alat tulis

Kanal Filantropis

  • Profesional profesi khusus (Dokter, Polisi, Pilot, Cheff, Advokat, dll)
  • Membantu koordinasi acara atau event
  • Fotografi
  • Video production
  • Audio production
  • Berbagi tentang KFP di media social
  • Desain grafis & Illustrasi
  • Animasi & Multimedia lainnya
  • Percetakan
  • Menuliskan konten
  • Membuat lagu
  • Membantu dari segi IT (programming)

Departemen Penelitian dan Pengembangan Pengetahuan

Departemen Penelitian dan Pengembangan Pengetahuan (Litbang Pengetahuan) Makmal Pendidikan merupakan leading sektor divisi pendidikan Dompet Dhuafa di bidang penelitian pendidikan. Litbang Pengetahuan fokus melakukan kegiatan penelitian dan advokasi di bidang pendidikan serta menyediakan berbagai data pendidikan. Saat ini, Litbang Pengetahuan memiliki dua divisi, yaitu divisi riset dan advokasi pendidikan serta divisi data dan pengetahuan.

Divisi riset dan advokasi pendidikan memiliki fokus kegiatan sebagai berikut:

  • Penelitian Customer Satisfaction Indeks (CSI) terhadap penerima manfaat program divisi pendidikan Dompet Dhuafa,
  • Penelitian terapan,
  • Penelitian kaji dampak program,
  • Membentuk dan mengelola asosiasi periset pendidikan dengan nama INDERA (Indonesian Educational Researchers Association),
  • Menerbitkan jurnal pendidikan Dompet Dhuafa. Terbit dua kali dalam setahun pada Mei dan November dan didistribusikan secara masif ke eksternal,
  • Mempublikasikan hasil penelitian di forum nasional dan internasional,
  • Menjadi pusat informasi teraktual terkait data dan berita pendidikan terkini dalam bentuk portal bernama Kantor Berita Pendidikan,
  • Mengumpulkan, menganalisa, dan melakukan kajian terhadap perkembangan artikel dan berita pendidikan terkini,
  • Melakukan kegiatan advokasi pendidikan dengan menerbitkan buku advokasi pendidikan dan diskusi publik tentang advokasi pendidikan.

Sementara divisi data dan pengetahuan memiliki fokus kegiatan sebagai berikut:

  • Mengelola data semua penerima manfaat divisi pendidikan Dompet Dhuafa,
  • Menyajikan profil penerima manfaat divisi pendidikan Dompet Dhuafa,
  • Mendokumentasikan data dan kegiatan divisi pendidikan Dompet Dhuafa,
  • Menerapkan knowledge management di divisi pendidikan Dompet Dhuafa.

Semai Buku Nusantara

SEMAI BUKU NUSANTARA


Semai Buku Nusantara “Berbagi Jendela Ilmu, Cerdaskan Anak-Anak Indonesia”. Semai Buku Nusantara adalah gerakan pengumpulan buku untuk disalurkan ke sekolah-sekolah marginal di seluruh Indonesia. Tidak hanya berhenti pada mendistribusikan, tapi juga mengoptimalkan pemanfaatan buku melalui training “Menata Pustaka”.

Batas waktu pengumpulan: 31 Desember 2013

Mari, turut menyemai pengetahuan untuk anak-anak Indonesia
Salurkan donasi anda melalui rekening:
Bank Syariah Mandiri Cabang Sawangan Depok
No. Rek.7034 789 805 a.n yys DD Republika-makmal

Donasi buku dapat dikirimkan ke kantor Makmal Pendidikan:
Bumi Pengembangan Insani
Jl. Raya Parung-Bogor KM. 42
Desa Jampang, Kecamatan Kemang,
Bogor 16310

Layanan Jemput Buku
(untuk minimal 50 eksemplar buku di wilayah Jakarta, Depok dan Bogor)
0812 88 343 101

RINCIAN PROGRAM


Latar Belakang

  • Masih terbatasnya bahan referensi di sekolah-sekolah marginal
  • Buku menjadi sarana efektif untuk mengintervensi pendidikan di sekolah
  • Terbatasnya akses bagi sekolah marginal untuk mendapatkan referensi yang bermutu, baik karenafaktor ekonomi maupun geografis

Tujuan

  • Mempermudah akses pengetahuan di remote area yang juga tidak memiliki atau terbatas jaringan internet
  • Mendukung sekolah atau institusi pendidikan lain yang memiliki  semangat menghidupkan budaya baca namun terbatas dalam sumber daya
  • Menjadi ruang kontribusi bagi masyarakat yang memiliki kepedulian pada pendidikan Indonesia

Alur Gerakan

Segmentasi Buku

  • Novel anak.
  • Buku cerita atau dongeng anak (termasuk di dalamnya, cerita rakyat, buku cerita bergambar, dll.).
  • Komik edukasi.
  • Buku pengetahuan (ensiklopedi, buku asal-usul atau penemuan sesuatu, dll.)
  • Buku keagamaan untuk anak.
  • Majalah anak.
  • Atlas dan Peta.
  • Mainan edukasi.
  • Dan lain-lain.

Penerima Manfaat

Sekolah marginal dampingan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa (Tersebar di  20 provinsi, 6 sekolah terletak di perbatasan Indonesia) dan sekolah-sekolah di sekitarnya

Gedung Pusat Sumber Belajar

Pusat Sumber Belajar (PSB)

Pusat Sumber Belajar (PSB) merupakan salah satu divisi Makmal Pendidikan yang didesain untuk mengelola semua sumber yang dapat digunakan dalam belajar, baik dalam bentuk cetak maupun audio visual, termasuk menginisiasi program dan gerakan yang dapat mengoptimalkan pembelajaran. PSB juga menyelenggarakan program pendampingan perpustakaan sekolah dan komunitas, memproduksi dan mengembangkan berbagai media pembelajaran, serta mengadakan berbagai pelatihan kepustakaan, literasi, dan media pembelajaran.

Awalnya PSB hanya melayani civitas akademika SMART Ekselensia Indonesia, namun seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan PSB, maka pada 2012 PSB resmi dibuka untuk umum.

Gedung Pusat Sumber Belajar

Gedung Pusat Sumber Belajar

{tab=Fasilitas}

{slider=Perpustakaan}

Perpustakaan ini mewadahi kebutuhan akan buku, referensi/ rujukan dengan sarana dan prasarana lengkap. Selain perpustakaan cetak, PSB juga sedang mengembangkan perpustakaan digital.

Aktivitas di Perpustakaan SMART

Koleksi perpustakaan terdiri dari :

1. Text Book

2. Permainan Tradisional

3. Cocok Tanam

Fasilitas Cocok Tanam Dengan Metode Hidroponik

Pelatihan Hidroponik Untuk Siswa SMP

{/slider}

{slider=Ruang Media Pembelajaran}

Ruang Media Pembelajaran dibangun untuk melayani guru dan siswa dalam pemanfaatan media pembelajaran. Ruangan ini terbagi menjadi dua bagian yakni zona workshop alat peraga dan zona anak berkreasi. Zona workshop alat peraga dibuat untuk memfasilitasi para guru yang ingin belajar memproduksi alat peraga sederhana. Sedangkan zona anak berkreasi adalah fasilitas untuk anak membuat kreasi dan bermain dengan edugames. Ruangan ini juga dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dengan materi alat peraga kreatif.

Belajar di Ruang Media Pembelajaran

Koleksi Media Pembelajaran terdiri dari :

Selain pengadaan alat peraga dan edugames, PSB juga memproduksi sendiri media pembelajaran yang kemudian diproduksi dalam jumlah banyak.

Berikut media pembelajaran hasil produksi PSB :

Sayembara Maharaja, diproduksi tahun 2012

Vision Set, diproduksi tahun 2013

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Kacung Marijan (berdiri kanan depan), memberikan apresiasi kepada Sayembara Maharaja

{/slider}

{slider=Ruang Audio Visual}

Ruang Audio Visual memberikan layanan pemutaran film edukatif dan video pembelajaran. Layanan ini dapat diakses secara gratis.

Nonton Bareng di Ruang Audio Visual

{/slider}

{tab=Kegiatan PSB}

Selain menyediakan fasilitas dan layanan tersebut di atas, PSB juga melakukan kegiatan dan program yang bertujuan untuk aktivasi dan pengembangan PSB, juga pemberdayaan guru dan sekolah. Kegiatan dan program tersebut antara lain :

{slider=Pelatihan Produksi Media Pembelajaran}
Pelatihan ini diberikan untuk para guru, dengan tema “Guru Kreatif dan Inovatif”. Pada 2013, pelatihan tersebut terlaksana di Jawa Barat, Banten, dan Papua Barat. Pelatihan Produksi Media Pembelajaran bertujuan untuk memberikan petunjuk dan motivasi pada para guru agar lebih kreatif dalam pembelajaran dengan menggunakan alat peraga.

Pelatihan Guru Kreatif di Cikokol, Banten

{/slider}

{slider=Pendampingan Perpustakaan}
Pendampingan Perpustakaan merupakan program library capacity building untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan dan mengoptimalkan kegiatan penunjang perpustakaan. Perpustakaan dampingan PSB ada di wilayah Bogor (Jawa Barat) dan Dompu (NTT) dan akan dikembangkan di wilayah Pandeglang (Banten) dengan durasi program antara 6 hingga 8 bulan. Selain program pendampingan perpustakaan sekolah yang rutin, PSB juga mengembangkan konsep pendampingan micro library. Micro Library adalah mini perpustakaan di wilayah padat penduduk. Tahun 2014 ini, micro library akan didirikan di Taman Arjuna, Kota Bandung, Jawa Barat.

Pelatihan Manajemen Pustaka di Dompu, salah satu aktivitas pada Pendampingan Perpustakaan

Salah satu perpustakaan dampingan di SDN 15 Woja, Dompu

{/slider}

{slider=PSB Keliling}
PSB Keliling merupakan salah satu cara untuk sosialisasi dan publikasi PSB di lingkungan sekitar, dengan cara menggelar kegiatan ke-PSB-an di sekolah, atau di tengah masyarakat. Kegiatan ini selain bertujuan untuk memperkenalkan PSB, juga untuk memberikan kemanfaatan pada masyarakat dengan menghadirkan cara belajar yang menyenangkan.

Nonton film edukatif, salah satu ragam kegiatan PSB Keliling di sekolah

Parenting, salah satu ragam kegiatan PSB Keliling di tengah masyarakat

{/slider}

{slider=Pesantren Literasi}
Pesantren Literasi merupakan program  untuk meningkatkan  kompetensi literasi anak meliputi kompetensi membaca, menulis, menyimak dan bicara. Prrogram ini disajikan dalam pembelajaran yang interaktif, Islami dan menyenangkan. Pesantren Literasi dilaksanakan setiap bulan Ramadhan.

Para Peserta Pesantren Literasi 2013

Aktivitas Peserta di Kelas Menulis 2013

Pada 2013 Pesantren Literasi ditindaklanjuti dengan Kelas Menulis yang dilaksanakan tiap Jum’at, kegiatan ini dilaksanakan hingga akhir tahun 2013. Hasil dari program tersebut adalah terbitnya buku karya para peserta dengan judul “Celoteh Bintang Kecil di Langit Jampang”.

{/slider}

{slider=Gemari Baca}
GEMARI BACA (Gerakan Masyarakat Cinta Literasi Dengan Membaca) merupakan kegiatan yang mengajak anak Indonesia untuk menggemari kegiatan membaca. Kegiatan membaca ini diwujudkan dengan jumlah buku bacaan yang dibaca anak-anak, yaitu 6 buku dalam satu tahun. Tidak hanya memberikan pendapat mengenai buku yang telah dibacanya, namun anak juga diharapkan dapat menceritakan kembali buku yang telah dibacanya tersebut.

Kegiatan GEMARI BACA akan diadakan secara rutin selama 1 tahun dengan mengadakan kegiatan Bedah Buku, Temu Penulis, dan lomba-lomba yang berhubungan dengan kegiatan membaca, diantaranya adalah lomba storytelling, yaitu menceritakan kembali buku yang telah dibacanya.

Para peserta sedang membaca dengan serentak pada Gemari Baca 2013

{/slider}

{slider=Zona PSB}
Zona PSB merupakan kegiatan aktivasi PSB yang dilaksanakan setiap bulan. Kegiatan ini dilakukan di gedung PSB dengan tema dan segmentasi yang berbeda setiap bulan.

Ada 3 konten zona yang dilaksanakan :

Zona Kreasi :

Pelatihan yang bersifat vocational skill, dengan segmentasi peserta remaja hingga orang tua

 Zona Kreasi Manik-Manik Untuk Para Ibu

Zona Edukasi :

Pelatihan yang bertujuan memberikan wawasan baru tentang ilmu pengetahuan populer yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari

Zona Edukasi “Cara Asyik Bercocok Tanam”

Zona Bintang Kecil :

Konten Zona Bintang Kecil sama dengan Zona Kreasi hanya segmentasi pesertanya adalah anak-anak

Zona Bintang Kecil “Mewarnai Mainanku”

{/slider}

{tab=Struktur PSB}

 

 

Supervisor Pusat Sumber Belajar (PSB) :

Pimpinan Pusat Sumber Belajar yang bertugas menyusun perencanaan dan melakukan pengawasan dalam pelaksanaan layanan dan pengembangan Pusat Sumber Belajar.

Koordinator Perpustakaan :

Bertugas mengkoordinasikan layanan dan pengembangan perpustakaan baik perpustakaan cetak maupun perpustakaan digital

Pustakawan :

Bertugas melaksanakan teknis layanan dan aktivasi perpustakaan cetak

Pustakawan Digital :

Bertugas melakukan pembangunan dan maintenance perpustakaan digital

Staf Media Pembelajaran :

Bertugas melakukan produksi dan pengembangan media pembelajaran khas

Sekolah Laboratorium

Sekolah Laboratorium merupakan salah satu program baru yang dicanangkan pada 2013 lalu. Sekolah Laboratorium menitikberatkan programnya dalam memberikan wewenang untuk melakukan pengelolaan sekolah secara utuh dan menyeluruh dalam rangka mengembangkan model atau inovasi dalam lingkup manajemen sekolah dan pembelajaran pada satu-satuan pendidikan atau lebih dalam jangka waktu tertentu.

Prinsip kerjasama dalam Sekolah Laboratorium yakni dibentuknya pengelolaan dibeberapa aspek mulai dari kompetensi SDM pendidik hingga kualitas pembelajaran. Setiap kelas dijadikan sebagai laboratorium untuk mengimplementasikan inovasi-inovasi pendidikan yang diteliti dan dikembangkan oleh Makmal Pendidikan.

Pada 2013 dan 2014 ini Sekolah Laboratorium tengah mengembangkan sebuah kriteria penilaian kapasitas pendidik yang disebut dengan MPC4TP (Makmal Pendidikan Criteria for Teacher Performance). Melalui penilaian ini maka kompetensi seorang guru dapat terukur, dan diketahui tingkatannya.

Tujuan Program :

  • Menciptakan sekolah model yang bisa menjadi rujukan sekolah–sekolah sejenis
  • Meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui revitalisasi budaya dan manajemen sekolah
  • Meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM pendidik dan tenaga kependidikan
  • Mengembangkan inovasi–inovasi terbaru dalam bidang pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan kualitas siswa.

Penerima Manfaat :

  • Berikut merupakan sekolah-sekolah penerima manfaat dari Sekolah Laboratorium pada 2013-2014:
  • MI Al-Fatah Cileungsi, Bogor
  • MI Al-Ijtihad, Parung, Bogor
  • SD Satya Cendekia, Klapanunggal, Bogor

 

Pengembangan Sekolah

Departemen Pengembangan Sekolah bertugas untuk mengembangkan sekolah-sekolah unggul bagi masyarakat marjinal di berbagai wilayah di Indonesia. Program-program tersebut sebagian besar bersumber dari perolehan Dompet Dhuafa melalui Ziswaf dan CSR perusahaan.

 

Ragam Program Pengembangan Sekolah

1. Sekolah Beranda

Merintis pendirian sekolah-sekolah berbasis kekhasan lokal bagi masyarakat di wilayah perbatasan, pelosok dan pulau-pulau terluar Indonesia. Sekolah ini dirancang dalam beberapa tahun kemudian dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

2. Sekolah Desa

Mengembangkan sekolah-sekolah model yang sesuai dengan karakteristik masyarakat di wilayah pedesaan Indonesia. Diharapkan sekolah ini dapat menjadi sekolah yang memiliki keunggulan pada sistem pembelajaran dan budaya akademik sehingga dapat dicontoh oleh sekolah-sekolah lain di sekitarnya

3. Sekolah Urban

Mengelola dan mengembangkan sekolah-sekolah berkualitas bagi masyarakat miskin di wilayah perkotaan Indonesia. Diharapkan sekolah ini dapat menjadi alternatif pilhan dan percontohan bagi pengembangan pendidikan berbasis masyarakat kota.