Bu Mawar, bunga pendidikan yang Terus Menebar Wangi

“Ini uang untuk membeli bensin,” kata beliau sambil menyodorkan uang dua puluh ribuan begitu kami hendak pamit pulang meninggalkan SDS Surya Bahagia siang itu.

Serentak kami menggeleng, “Tidak usah, Bu.”

Penolakan kami tidak berlaku sama sekali. Beliau keukeuh bahwa uang tersebut adalah rezeki kami dan harus diterima. Uang dua puluh ribuan itu pada akhirnya berpindah tangan pada kami.

Cerita dua orang Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia di atas hanya merupakan salah satu dari sekian banyak kebaikan sang kepala sekolah. Bu Mawar atau Ibu Kelas Enam, begitu beliau biasa dipanggil di lingkungan SDS Surya Bahagia, sebuah SD swasta yang terletak di pinggiran Kota Medan. Sebuah sekolah dasar yang meskipun minim fasilitas, namun tak pernah mau mengalah pada keadaan. Terus berupaya memberantas kebodohan dengan gigih. Tak pernah mau menyerah apalagi kalah. Seakan tak peduli pada minimnya sarpras, semua guru tetap hadir mengajar dengan semangat yang menyala, semangat yang dipantik oleh seorang wanita tangguh yang tak pernah lelah memberi warna pada dunia pendidikan, Bu Mawar.

Bu Mawar adalah salah satu dari pejuang pendidikan Indonesia. Pada tahun 2018 ini beliau menginjak usia 63 tahun. Umur yang tidak lagi muda memang. Sudah senja, begitu istilah lainnya. Namun bila berbicara soal semangat, sedikit pun tak ada keraguan pada sosok beliau. Umur boleh menua, semangat harus selalu muda. Seperti berpedoman pada sebuah hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, “Bersemangatlah kamu terhadap apa-apa yang bermanfaat bagi kamu”. Memang semangat beliaulah yang memunculkan ghirah pada guru-guru lain.

Ketika ditanya mengapa tetap mau mengajar di usia yang seharusnya sudah pensiun, beliau menjawab mantap,

“Saya senang mengajar. Bertemu dengan anak-anak membuat saya merasa lebih muda. Lagipula siapa lagi yang mau peduli pada sekolah ini kalau bukan kita?”

Sebuah jawaban yang sangat menyentil hati siapa pun yang mendengarnya. Bila Bu Mawar yang secara umur sudah tua, namun memiliki semangat yang menyala, lalu bagaimana dengan anak muda yang notabene masih dalam usia produktif? Tentu harus lebih bersemangat lagi, bukan?

Sebagian besar umur beliau dihabiskan untuk mengurusi sekolah dan pendidikan. Sejak tahun 1976 beliau sudah mulai berkecimpung mengurusi SD yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Surya Bahagia ini. SD yang mulai berdiri pada tahun 1957 ini mengalami banyak perubahan di tangan seorang Bu Mawar. Sedikit demi sedikit SDS Surya Bahagia mengalami kemajuan, hingga seperti yang dijumpai sekarang. Sekarang SDS Surya Bahagia memiliki tiga ruangan kelas yang berasal dari penyekatan satu ruangan. Ditambah dengan satu ruangan kepala sekolah yang berdiri di depan ruangan kelas, seolah-olah siap menjaga SDS Surya Bahagia dari ancaman dunia. Sama seperti sang kepala sekolah yang terus menjaga SDS Surya Bahagia sepanjang hayat, hingga hari tuanya.

Tidak hanya sekadar baik, Bu Mawar juga dikenal sebagai sosok yang peduli dan penuh perhatian pada sipapun. Setiap tamu yang datang pasti disuguhi makan. Paling tidak tamu-tamu yang datang harus dihidangkan minum. “Hanya ini yang bisa Ibu berikan, tolong diterima, begitu jawaban beliau bila mendapatkan penolakan. Memuliakan tamu, begitulah sifat baik beliau.

Usaha gigih beliau memang patut mendapatkan penghargaan. Beliau yakin bahwa rezeki akan datang dari arah yang tidak terduga. Seperti bantuan donatur misalnya. Terkadang tanpa diduga-duga ada saja donatur yang datang ke Surya Bahagia memberikan bantuan. Pernah datang dua orang lelaki dari sebuah bank mengunjungi sekolah dan meminta list apa saja perlengkapan yang dibutuhkan SDS Surya Bahagia untuk menunjang keberlangsungan pendidikan di sekolah. Memanglah orang baik dengan niat baik selalu dipertemukan dengan orang baik, serta mendapatkan jalan yang baik pula.

Bu Mawar, tetaplah menebar wangi di dunia pendidikan. Semoga Allah senantiasa memberi kekuatan dan kesehatan padamu, wahai pejuang pendidikan.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044