Berkah Kebersihan Kala Pandemi

Oleh: Aryati, S.Pd, Kepala Sekolah SD Negeri Karangwuni

 

 

Sejak 16 Maret 2020, Kementrian Kesehatan  dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengumumkan terkait pandemic Covid-19. Selanjutnya, pemerintah daerah menurunkan kebijakan untuk melakukan social distancing dan Work from Home (WFH), sehingga institusi sekolah dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA,  dan Perguruan Tinggi wajib melaksanakan pembelajaran di rumah.

 

Di sinilah siswa, orang tua, dan guru mulai khawatir akan prestasi yang akan dicapai, karena semua kegiatan ditiadakan untuk memutus pandemi virus Covid-19. Peran guru di sekolah kini digantikan orang tua. Keluh kesah hampir setiap hari diungkapkan oleh orang tua yang tidak sanggup menjadi guru di rumah.

 

Kata “Semangat!” dan “Pasti Bisa!” selalu saya sampaikan pada orang tua di grup Paguyuban Orang Tua (POT) di masing-masing kelas.

 

“Siap, Bu”, ungkap salah seorang wali yang semangat. Kalimat ini berawal dari informasi kawan SLI Kulon Progo tentang Lomba Giveaway Dongeng Cuci tangan Challenge yang diadakan oleh Dompet Dhuafa Pendidikan. Dongeng ini bertujuan membiasakan mencuci tangan setiap saat. Dongeng cuci tangan yang dilombakan adalah dongeng cuci tangan  ala kak Ojan.

 

“Ayah/Bunda, buktikan bahwa putra/putrinya bisa berprestasi, semangat, pasti bisa!” ungkap bu Aryati. “Siap, Bu, akan saya glembuk anak saya biar ikut lomba dongeng cuci tangan,” kata bu Sumarni, Wali Siswa Kelas 1. Dalam waktu satu hari satu malam orang tua dan siswa berlatih mendongeng.

Cuci tangan yang harus dilakukan ada enam langkah, yaitu:

  1. Basahi kedua tangan dan berilah sabun secukupnya.
  2. Gosokkan kedua telapak tangan.
  3. Gosok punggung tangan.
  4. Gosoklah kedua tangan hingga ke sela-sela jari.
  5. Gosoklah pada bagian ujung jari di telapak tangan.
  6. Dan gosoklah pada bagian belakang jari-jari.

 

Enam langkah cuci tangan tersebut dikemas menjadi sebuah dogeng yang menarik bagi anak-anak. Begini ceritanya. “Pada suatu hari sebuah rumah kecil bergoyang goyang, rupanya ada empat ekor anak kucing meong meong dan empat ekor anak anjing huk huk, sedang bermain bersama. Anak kucing mengejar anak anjing dan anak anjing balas mengejar anak kucing. Anak kucing menggelitiki anak anjing  hik hik dan anak anjing balas menggelitiki anak kucing hik hik. Mereka berteman dengan baik”.

Semangat yang luar biasa dari ayah bunda serta siswa Alhamdulillah berbuah manis. Kami mengirim dua siswa untuk mengikuti lomba. Alhamdulillah, pada 18 April lalu, keduanya mendapatkan peringkat 1 dan 4. Peringkat satu diperoleh Ananda Arvin Nabihan Abiansyah dan peringkat 4 Ananda Ishatuan Azura Dian Kusuma. Terima kasih DD Pendidikan,  hadiah sudah kami terima, semoga bermanfaat.

“Sekali lagi terima kasih, Bu, atas dorongan dan bimbingannya. Sekarang anak saya semakin semangat lagi dalam mengikuti pembelajaran dan kompetisi seperti ini,” ungkap Wali dari Ananda Arvin.

“Tetap semangat ayah bunda,  pasti bisa!”

Komentar

komentar