maluk

Berikhtiar Memajukan Maluk

Senin pertama, untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Pulau Sumbawa. Tepatnya di Kabupaten Sumbawa Barat saya akan bertugas sebagai Pendamping Sekolah di SDN 2 Maluk, Desa Maluk, Kecamatan Maluk.

Semua terasa asing bagi saya, baik sekolah, guru-guru, maupun murid-muridnya. Tebersit kekhawatiran yang menyelinap: apakah saya bisa beradaptasi dengan lingkungan dan sekolah yang baru? Apakah saya mampu melaksanakan tugas saya dengan sebaik-baiknya? Apakah saya akan diterima dengan baik nantinya? Saya teringat dengan cerita teman-teman Pendamping Sekolah yang sudah lebih dulu terjun di sekolah-sekolah pendampingan. Mereka bercerita tentang kepala sekolah yang tidak kooperatif, guru-guru yang kadang tidak saling bertegur sapa, dan sederetan masalah lainnya.

Hari itu saya bertemu dengan seorang guru. Beliau sedang memberikan arahan kepada para siswa yang sedang membersihkan halaman kelasnya. Pak Rusdin namanya. Lelaki Bima ini menyapa saya lebih dulu. Kami pun berbincang.

Berikutnya, saya bertemu dengan Mbak Nining, Pendamping Sekolah sebelumnya. Mbak Nining masih berada di sekolah karena menunggu masa kontraknya di penempatan habis. Sebelum bertugas ke sekolah, saya berkonsultasi dulu dengannya. Di Pantai Pasir Putih, saya menggali banyak hal terkait pengalamannya selama menjadi Pendamping Sekolah di sana.

Dari Mbak Naning saya mengenal lebih jauh SDN 2 Maluk. Hati saya sedikit lega. Puji syukur, yang saya jumpai setelah saya mulai bertugas memang tidak jauh berbeda dari cerita Mbak Nining. Guru-guru di sana orangnya ramah-ramah, tidak ada yang saya lihat bersikap angkuh, sok tahu, atau merasa lebih bisa dari yang lain. Semua ini memudahkan saya untuk berkomunikasi dengan semua guru, terlebih lagi guru Agama Islam berasal dari Lombok.

Karena saya berasal dari Lombok, saya punya teman yang satu bahasa. Beliau termasuk tokoh masyarakat di Maluk. Beliau sering memperkenalkan saya kepada jamaah pengajiannya bahkan saya juga pernah beberapa kali menggantikan beliau untuk mengisi pengajiannya pada saat beliau berhalangan hadir.

Terkait dengan kebersihan lingkungan di SDN 2 Maluk, saya melihat ada kemajuan dan akan diupayakan terus lebih baik. Sekalipun memang tidak mudah untuk membiasakan anak-anak SD untuk senantiasa ingat agar setiap kali selesai makan mereka membuang bungkus makanannya di tempat sampah, kondisi ini tidak membuat guru-guru di sini berputus asa dalam mengajak mereka untuk selalu menjaga kebersihan sekolah. Tidak heran bila pada tahun pertama pendampingan (2011), SDN 2 Maluk ikut lomba sekolah sehat tingkat kabupaten dan meraih juara pertama dan berhak mengikuti lomba sekolah tingkat provinsi mewakili Kabupaten Sumbawa Barat.

Terkait dengan pembelajaran, kami telah mengikuti dan menyukseskan pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Makmal Pendidikan dompet Dhuafa untuk sekolah dampingan bersama sekolah-sekolah satu gugus.

Sejujurnya banyak hal yang belum maksimal saya laksanakan di sekolah dampingan. antara lain inovasi-inovasi dan metode pembelajaran di kelas. Belum lagi budaya sekolah yang tidak bisa diubah dalam waktu singkat. Misalkan saja kedisiplinan guru, masih ada guru yang sering terlambat. Kebersihan lingkungan sekolah belum bisa diusahakan agar tetap bersih sepanjang jam sekolah. Untunglah penjaga sekolah rutin membersihkan lingkungan sekolah sampai malam hari.

Untuk kemajuan sekolah, saya juga banyak berdiskusi dengan para guru. Sumber persoalan dan penyelesaiannya kami bahas bersama. Mulai dari soal kebersihan hingga guru yang meninggalkan ruang kelas, tidak luput dari diskusi kami. Dalam hal ini kami bersepakat bahwa faktor kepala sekolah memegang peranan penting. Kepala sekolah akan mampu menentukan arah sekolah, apakah semakin lebih maju dan berkualitas atau sebaliknya: makin mundur dan tertinggal. Tanpa kepala sekolah yang peduli pada sekolah, segala program yang direncanakan sekolah hanya akan jadi hiasan-hiasan tanpa ada hasil dan realisasinya.

Sembari terus berikhtiar di lokasi pendampingan, saya berdoa semoga program Makmal Pendidikan ini berjalan lancar dan menuai manfaat memajukan Maluk.

 

Jihadul Wathoni

Pendamping Sekolah Cerdas Literasi SDN 2 Maluk, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (Periode 2012-2013)

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044