Yuk Belajar Mengolah Sampah

“Sampah Itu Berkah, Bukan Musibah… Pikirkanlah !!!”

Jumat semangat, ya itulah hari dimana para guru SDN Lalareun Desa Pangguh Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung kembali memulai harinya dengan belajar membuat bahan kerajinan dari sampah organic dan non organic.

Mungkin, kita masih ingat kejadian banjir yang melanda kabupaten Bandung dan Jakarta beberapa waktu lalu. Hampir semua pelaku lingkungan menyalahkan masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Membuang sampah ke sungai dan sembarangan sudah menjadi habbit bagi warga masyarakat kita ternyata. Dan berangkat dari hal itu,  Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa membuat sebuah program khusus di sekolah yaitu green school atau sekolah hijau.

Salah satu dari program itu adalah pelatihan kegiatan berbasiskan lingkungan. Acara pelatihan itu sendiri di adakan di SDN Lalareun Bandung, serta pesertanya adalah guru dari SDN Lalareun dan Komite sekolah SDN Lalareun. Pada pelatihan tersebut hadir pula perwakilan dari Pertamina yang secara gamblang meminta kepada para peserta pelatihan untuk mengikuti pelatihan dengan semangat dan membagi hasil daripada pelatihan ini kepada siswa dan masyarakat nantinya.

Makmal Pendidikan yang merupakan patner dari program ini memfasilitasi pelatihan dengan mendatangkan trainer dari Greena, sebuah komunitas di Kecamatan Caringin Bogor yang fokus pada pengelolaan sampah berbasiskan masyarakat dan sekolah.  dijelaskan oleh trainer yaitu Ibu Nina Nuraniyah bahwa pada saat ini masyarakat belum bisa memanfaatkan sampah sebagai bahan yang bisa diubah menjadi berkah.

Trainer pun berbagi cerita dengan para peserta pelatihan tentang perjuangan membangun masyarakat yang sadar akan lingkungan di wilayah beliau sendiri. Dari sampah ini pun beliau bisa pergi di undang oleh Negara Jepang. Cerita beliau ternyata sangat menginspirasi Ibu WIwi Sulastri salah satu guru SDN Lalareun untuk bisa membuat anyaman dari bahan plastik dan membaginya kepada para siswa. meskipun sudah terbilang sepuh, Ibu Wiwi sangat antusias dalam pelatihan kali ini.

Selain beliau, para guru pun tampak tekun dalam mengikuti arahan dari trainer dalam pembuatan bahan anyaman dari bungkus indomie dan kopi. Ada guru yang melipat bungkus plastik menjadi potongan kecil, ada juga yang menjahit anyaman.

Selain membuat anyaman, para guru SDN Lalareun diberikan Pelatihan pembuatan Kompos Takakura. Trainer Ibu Nina menjelaskan akan perbedaan kompos takakuran dengan kompos yang lainnya dalam proses pembuatannya. Para guru pun mempraktekan secara langsung pembuatan kompos takakura sampai selesai.

Pelatihan ini pun disudahi dengan wajah para guru yang gembira dan tersenyum lebar ketika sudah selesai membuat tas pencil dan tas HP dari bahan bekas. Hasil merekapun dipajang di kelas masing-masing sebagai penyemangat mereka kepada para siswa nantinya. Itulah sekelumit  perjalanan pelatihan kegiatanberbasis lingkungan di SDN Lalareun, semoga menginspirasi.

 

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.