Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya 2

Dengan pendidikan, sumber daya manusia Indonesia bisa tercerdaskan. Kunci untuk menguasainya sederhana: Membaca, berbagi Ilmu, informasi dan perkembangan dunia, bisa didapatkan dari aktivitas membaca buku. Menumbuhkan minat baca pada hakikatnya upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Namun, minat baca anak Indonesia untuk membaca sangatlah rendah. Berdasarkan studi lima tahunan yang dikeluarkan oleh Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) pada tahun 2006, yang melibatkan siswa sekolah dasar (SD), hanya menempatkan Indonesia pada posisi ke-36 dari 40 negara yang dijadikan sampel penelitian. Di tingkat ASEAN pun minat baca anak Indonesia relatif lebih rendah. Penelitian International Association for The Evaluation of Educational Achievement (IEA) pada 1992 menempatkan kemampuan membaca murid-murid SD kelas IV di Indonesia berada di posisi ke-29 dari 30 negara yang diteliti.

Kondisi yang jauh dari ideal itu tentu tidak boleh dibiarkan terus berlangsung. Bangunlah Jiwanya Bangunlah Raganya sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi demi memajukan pendidikan anak bangsa ini. Satu tahapan yang harus dilalui untuk mewujudkannya adalah pemunculan dan penguatan tradisi literasi di sekolah. Setelah itu, sekolah sudah menyiapkan kekhasannya sebagai sebuah keunggulan prestatif sejati.

Kekhasan literasi dan menuju keunggulan sekolah tersebut dibahas dalam buku ini secara sistematis, padat dan kaya ilustrasi pengalaman di lapangan. Pembahasan kekhasan literasi meliputi : Membaca Kreatif, Strategi Membaca, Menulis Kreatif, dan Mendongeng. Agar keunggulan sekolah terwujudkan, dipaparkan tentang pentingnya memiliki dan memahami visi-misi sekolah, serta bagaimana praktik merancang program keunggulan sekolah yang sejalan dengan visi-misi sekolah.