IMG-20161109-WA0001

Asyik! Siswaku Gemar Membaca! (2)

Oleh : Hj. Aisyah M. Zen. 

Memasuki masa Repelita VI titik berat PJP II diletakan pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan didorong dengan cara saling memperkuat, saling terkait dan terpadu dengan pembangunan bidang-bidang lainnya. Upaya peningkatan mutu SDM agaknya harus memperhitungkan fenomena era globalisasi yang dampaknya makin menggejala secara ekstensif, sehingga batas-batas politik, ekonomi dan sosial budaya antar bangsa menjadi semakin kabur. Dampaknya sangat nyata, yaitu terjadinya persaingan antar bangsa dalam bidang ekonomi dan penguasaan teknologi semakin tajam.

Dampak globalisasi antara lain menguntungkan negara-negara yang sudah memiliki budaya gemar membaca dan belajar yang tinggi. Karena negar-negara tersebut dapat secara cepat mengadaptasi perkembangan dan tuntutan global di bidang politik, ekonomi, sosial budaya yang terus berkembang.

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang memiliki banyak kendala dalam upaya meningkatkann SDMnya. Kendala utama yang dihadapi adalah rendahnya minat baca dan minat belajar yang dimiliki oleh masyarakat sehingga menyebabkan bangsa kita lambat dalam mengantisipasi tuntutan era globalisasi. Bertolak dari pengalaman diatas maka terbentuklah ide untuk membuat taman bacaan atau perpustakaan keliling bagi masyarakat untuk menumbuhkan kembali minat baca yang rendah. Apalagi letak sekolah SD Negeri 003 Sungai Ulu yang penduduk sekitarnya sangat terbatas, baik dari segi ekonomi maupun kemauan. Taman bacaan dibuat dekat dengan masyarakat sekitar, mudah dijangkau serta ekonomis. Ini wacana pemerintah desa setempat jika terlaksana.

Tujuan dari kegiatan “Asyiknya membaca!”adalah untuk memberi motivasi kepada siswa untuk peduli terhadap lingkungan masyarakat sekitar SDN Negeri 003 Sungai Ulu dalam memasyarakatkan budaya membaca dan menjadikan siswa semakin menyadari bahwa membaca bukan lagi kewajiban tetapi suatu kebutuhan untuk mencari pengetahuan. Di samping itu siswa juga dapat melatih diri bersosialisasi dan berinteraksi dengan karakteristik masyarakat yang beragam sehingga mampu melihat kenyataan yang terdapat dalam masyarakat.

Tugas seorang guru untuk menanamkan budaya membaca kepada siswa. Sungguh tantangan yang besar, mengingat kebanyakan siswa lebih asyik dengan hingar bingar acara televisi dari pada membaca. Siswa adalah generasi penerus bangsa, sudah seharusnya kita mempersiapkannya untuk memiliki visi dan misi yang futuristik, yang akan mengentaskan bangsa ini dari keterpurukan dan belenggu krisis multidimensi.

Seiring dengan perkembangan teknologi, tugas seorang guru semakin berat. Ini benar-benar tantangan bagi dunia pendidikan. Peran guru dalam mempersiapkan generasi muda yang berkualitas. Melalui berbagai tayangan, TV telah menyedot perhatian sebagian masyarakat Indonesia termasuk siswa.

Memang tidak ada salahnya menonton TV, yang menjadi masalah adalah siswa yang tidak memiliki skala prioritas. Siswa telah menghabiskan waktunya didepan TV, keasyikan siswa dalam menonton TV telah menggeser kegiatan membaca yang seharusnya dilakukan oleh siswa. Mereka lebih betah berjam-jam di depan TV dari pada membaca buku. Daya tarik media audio-visual ini memang luar biasa, apalagi dengan semakin menjamurnya TV swasta. Dengan tayangan yang variatif dengan menampilkan sosok bintang-biintang muda yang sedang naik daun dan mengusung trend-trend masa kini seolah telah membius para siswa untuk semakin intens menikmati berbagai tayangan televisi. TV bagaikan pisau bermata dua, memiliki sisi negatif dan positif. Ada yang sifatnya hiburan belaka ada pula yang sifatnya berita dan siraman rohani. Namun diakui atau tidak, siswa lebih memilih acara hiburan seperti reality show, infotaintment, sinetron dan musik daripada acara yang berbau pendidikan.

Bagi sebagian siswa, membaca identik dengan berfikir yang berat dan serius. Berbeda dengan TV yang selalu memberi hiburan. Siswa tidak perlu berpikir keras saat melihat TV, cukup dengan duduk manis dan memasang mata dan telinga baik-baik. Padahal tidak semua bacaan berat, banyak bacaan-bacaan yang ringan, berkualitas dan sangat penting bagi perkembangan jiwa siswa. Tugas seorang gurulah untuk memberikan pengaruh kepada siswa. Menjelaskan dampak positif dan negatif menonton TV, menjelaskan manfaat membaca dan memotivasi siswa untuk rajiin membaca.

Setiap kita pasti memiliki waktu senggang, demikian halnya dengan siswa. Waktu senggang ini ibarat pisau bermata dua, maksudnya apabila di manajemen dengan baik akan mendatangkan manfaat. Sebaliknya, kalau diisi dengan hal-hal negatif akan merugikan bahkan menghancurkan masa depan siswa. Salah satu kegiatan positif yang dapat dilakukan oleh siswa adalah membaca. Ketika istirahat siswa dapat membaca berbagai media massa cetak di perpustakaan. Demikian halnya saat di rumah, ketika semua tugas telah dikerjakan siswa dapat membaca buku dan majalah. Dengan begitu waktu senggang siswa akan bermanfaat. Kalau semua siswa mau mengisi waktu senggangnya dengan membaca, rasanya tidak terlalu sulit untuk menciptakan generasi muda yang berkualitas. Dan berbagai masalah yang menimpa bangsa Indonesia saat ini dapat dengan mudah diatasi.

Bagi mereka yang hobi membaca, pasti akan mengisi hari-hari dengan membaca. Bahkan membaca sama pentingnya dengan makan. Bolehlah jika dikatakan bahwa membaca itu makanan otak dan nasi makanan fisik. Selama ini kita terlalu mementingkan makanan fisik dan membiarkan otak kita kelaparan. Mereka yang hobi membaca akan kebingungan ketika kehabisan bahan bacaan, sama bingungnya dengan saat perut keroncongan minta diisi sementara tidak ada makanan yang bisa disantap. Memang, hobi apa saja harus disalurkan termasuk hobi membaca. Orang-orang yang sukses termasuk pengarang-pengarang ternama kebanyakan kutu buku. Mereka telah melahap ratusan bahkan ribuan buku, dan umunya memiliki perpustakaan pribadi.

Membaca merupakan sumber inspirasi. Karya-karya besar tercipta setelah membaca. Seseorang yang rajin membaca, ide-idenya akan terus mengalir laksana aliran sungai yang tidak ada habis-habisnya. Apa yang sudah dibaca akan mengendap dalam memori dan saat menulis memori itu akan membantu seseorang dalam menuangkan ide-ide cemerlangnya. Dalam kegiatan mengarang, orang seperti itu tidak akan mengalami kemacetan dalam menulis. Ide-idenya akan terus bermunculan entah dalam bentuk esai, artikel, buku, cerpen, ataupun novel.

Membaca dapat memotivasi seseorang untuk maju. Seseorang yang sering membaca biografi tokoh-tokoh ternama perlahan namun pasti akan termotivasi untuk maju dan semangat hidupnya akan bangkit kembali. Untuk membaca biografi tokoh ternama, kita harus membaca buku biografi yang sangat tebal, akan tetapi sekarang sudah banyak majalah dan surat kabar yang menyediakan rubrik tentang tokoh-tokoh ternama yang secara singkat menjelaskan perjuangan seorang tokoh dalam meraih pretasi dan keberhasilannya. Misalnya majalah Annida memiliki rubrik MUDA yang menampilkan tokoh-tokoh remaja yang berprestasi tidak hanya ditingkat lokal tapi ditingkat nasional bahkan tidak sedikit ditingkat internasional. Motivasi sangat penting bagi siswa, motivasi yang kuat akan mendorong siswa untuk maju dan berprestasi. Dan kalau kita melihat realita, salah satu profesi yang prospeknya sangat cerah adalah sebagai motivator. Mereka dalam waktu beberapa jam saja telah menghasilkan jutaan rupiah. Sebagai contoh Andi Wongso yang merupakan motivator ternama di Indonesia. Beliau tidak hanya berceramah tetapi juga mengarang buku tentang motivasi. Buku-bukunya termasuk best seller bahkan sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa.

Tidak dapat dipungkiri, dalam menjalani rutinitas sehari-hari kita memerlukan hiburan agar kita tidak merasa jenuh dalam beraktifitas dan membaca adalah salah satu alternatif hiburan yang menyenangkan dan variatif.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044