Aku Mau Keliling Dunia

Oleh : Abdul Hamid (Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia)

Keliling dunia tidak harus mahal hanya butuh modal keinginan yaitu keinginan untuk membaca. Kita bisa keliling ke daerah yang kita sukai dengan membaca. Mengelilingi keindahan pemandangan daerah, sosial, budaya dan berbagai hal lainnya. Membaca tidak mengenal waktu dan tempat, bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Media membaca saat ini cukup bervariasi, baik media cetak maupun elektronik. Tempat membaca pun sudah beragam, mulai dari perpustakaan daerah, sekolah, keliling, ceruk ilmu dan taman baca masyarakat. Salah satu cara pemerintah dan komunitas untuk menumbuhkan minat baca masyarakat adalah dengan membuat Taman Baca Masyarakat (TBM).

Salah satu TBM yang ada di desa Wehali Kab.Malaka NTT adalah TBM Al-Qadr. Hampir setiap sore anak-anak berkumpul di TBM dengan berbagai tujuan. Ada yang berkunjung hanya sekedar bermain, mengerjakan tugas kelompok atau bahkan hanya untuk ngobrol dengan teman-temannya.

Sore itu, tepatnya hari Kamis (13/9) seperti biasanya saya instruksikan siswa penghuni asrama putri untuk menggelar buku di taman baca. Harapannya siswa bisa membaca sendiri buku yang sudah tersedia tanpa harus disuruh.  Tapi mereka lebih asyik untuk bermain tali dan bermain kasti. Tiba-tiba bola kastinya masuk ke kamar saya. Mereka minta izin untuk mengambil bola tapi saya tidak berikan begitu saja syaratnya mereka harus membaca dan menyampaikan isi yang dibaca.

“Cuma itu saja Pak?” tanya mereka.

Seketika itu, Ista mengambil satu buku cerita yang isinya lumayan pendek. Setelah kurang lebih lima menit membaca, Ista pun mengahampiri saya dan menceritakan isinya secara gamblang, meski sesekali harus membuka-buka lembaran buku tersebut. Bukan hanya bercerita, tapi saya juga menanyakan kepada mereka hal baik apa yang bisa di lakukan atau hal apa yang akan kamu lakukan jika menjadi tokoh dalam cerita tersebut.

Selesai menyampaikan isi cerita, mereka langsung meminta bola tersebut, tapi saya belum memberikannya. “Supaya adil maka perwakilan kelompok yang lain juga harus membaca buku dulu”, ucap saya. Akhirnya kelompok Ista harus bersabar dan menunggu kelompok Putri untuk membaca. Kali ini saya melihat Putri mengambil Buku Cerita yang berjudul “Wol Ingin Keliling Dunia”.

Setelah membaca kurang lebih lima menit, dengan wajah ceria dan serius. Putri menghampiri saya untuk menyampaikan isi buku tersebut. Dengan nada suara yang keras dan besar serta diiringi dengan gerakan tangan, Putri memulai ceritanya dengan menyampaikan terlebih dahulu judul buku yang dibaca. Setelah saya menyimak ceritanya, maka seperti biasanya untuk menguji pemahaman  mereka, saya akan mengajukan beberapa pertanyaan.

“Hal apa yang bisa kamu teladani dari cerita tersebut?”.

Putri langsung menjawab “Saya mau keliling dunia seperti kain wol”.

“Bagaimana caranya agar kalian bisa keliling dunia?”,

“Rajin belajar dan membaca Pak”. 

“Bagus, jadi setiap hari jangan lupa membaca dulu sebelum bermain”, jawabku sambil mengembalikan bola mereka.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044