KAWAN SLI: Saatnya Bangun Karakter Punggawa Sekolah dengan Outbond Ceria 

KAWAN SLI: Saatnya Bangun Karakter Punggawa Sekolah dengan Outbond Ceria 

Oleh: Yuyun Kurniawati KAWAN SLI Angkatan 3 penempatan Kota Semarang

 

Untuk mengisi waktu sebelum serangkaian program Sekolah Literasi Indonesia  (SLI) Dompet Dhuafa Pendidikan dimulai kami para Konsultan Relawan (KAWAN) SLI Angkatan 3 mengadakan outbond khusus kepala sekolah/madrasah dan guru yang terpilih dalam pendampingan SLI di Kecamatan Tembalang. Hal ini terkadung dalam maksud untuk memberikan penyegaran rohani dan mengurangi kejenuhan selama satu semester, karena telah bekerja keras dalam memberikan pelayanan pengajaran serta menyusun perangkat pembelajaran berkarakter sebagai wujud peningkatan sumber daya manusia di SD/MI Kecamatan Tembalang.

 

Seluruh peserta outbond berkumpul di Lapangan Tembak Kampus UNDIP. Sesampainya kepala sekolah/madrasah dan guru Setelah diberikan pengarahan oleh salah satu kawan kami. Kemudian seluruh peserta outbond mulai kegiatan dengan pemanasan (senam pramuka dan senam kewer-kewer). Sebelum permainan dimulai setiap kelompok menyampaikan nama kelompok masing-masing, ini untuk mempermudah panitia dalam menjalankan permainan outbond. Setelah senam dilanjutkan permainan pertama yaitu permainan meyusun menara, dalam permainan ini peserta diharapkan dapat menyusun beberapa gelas plastik yang kosong disusun menjadi beberapa tingkat, dalam menyusun menara tersebut tidaklah mudah karena harus memakai empat tali rafia yang sudah diikat dal ujung karet, kemudian bagi kelompok mana saja yang berhasil menyusun gelas plastik lebih tinggi dan sesuai dengan aturan yang dibuat oleh panitia, itu yang dikatakan menang. Selanjutnya akan di coba lagi dalam babak final bagi kelompok pemenang untuk menentukan juara.

 

 

Kemudian dilanjutkan permainan yang kedua yaitu permainan mencari harta karun, para peserta, dalam setiap kelompok diambil empat orang yang di mana jumlah empat orang tersebut masuk dalam sarung yang sudah dipersiapkan kemudian peserta diberikan masing-masing satu spidol warna untuk disembunyikan ke tempat yang paling aman, setelah itu semua kelompok mencari spidol yang sudah disembuyikan dan mencari sebanyak-banyaknya.

 

 

Setelah melalui 2 permainan diatas, para peserta istirahat sejenak sembari menikmati hidangan makanan dan minuman yang sudah ada. Selama break permainan para panitia menyiapkan permianan selanjutnya. Pukul 10.15 WIB kegiatan outbond dilanjutkan kembali dengan permainan simpul tangan yang di mana semua peserta diberikan satu buah tali rafiah yang diikatkan kedua tangan peserta kemudian tali tersebut disimpulkan ke tali pasangan masing-masing. perintah semua peserta diharuskan untuk melepaskan tali yang sudah terikat kedua tangan masing-masing, bagi siapa yang bisa melepakan simpul tangan tersebut, maka peserta tersebut dikatakan menang.

 

 

Permaianan simpul tangan selesai, dilanjutkan permainan mencari bendera. Setiap kelompok dipilih satu orang yang akan ditutup matanya menggunakan slayer, kemudian anggota kelompok yang lain menjadi pengarah agar orang yang ditutup mata tersebut dalam mengambil bendera sebanyak-banyaknya, setelah mendapatkan bendera anggota yang ditutup matanya harus kembali ke panitia untuk dihitung jumlah bendera yang sudah didapatkan.

 

 

Menempati permainan terakhir yaitu volley balon yang menggunakan sarung, setiap regu terdiri dari empat orang yang memainkan volley balon, kemudian setiap lawan tugasnya ada yang menangkap balon yang terisi air dan ada juga melempar balon. Balon yang dilemparkan diharpkan untuk ditangkap dengan tepat dan benar agar tidak pecah. Bagi kelompok yang telah menangkap balon lebih banyak itu salah satu yang  masuk kriteria pemenangnya yang selanjutnya akan di tentutukan dalam babak final.

 

 

Setelah menyelesaikan seluruh permainan antara lain, permainan menyusun menara, permainan mencari harta karun, permainan simpul tangan, permainan menari bendera dan permainan voli balon. Dari kelima permainan tersebut terkandung nilai-nilai dari Dompet Dhuafa Pendidikan di mana nilai-nilai tersebut memberikan kualitas sumber daya manusia lebih maju, unggul dan dapat diterapkan di masyarakat. Dari keseluruhan permainan dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan nuansa yang baru dari permainan-permainan yang sudah kami berikan kepada seluruh peserta, tidak hanya mendapatkan penyegaran diri melainkan semua peserta mendapatkan ilmu baru dari sebuah permainan outbond. Harapan ke depannya dari nilai-nilai Dompet Dhuafa Pendidikan yang telah disampaikan, semua peserta dapat mengambil hikmah dari apa yang sudah dilakukan.

 

Komentar

komentar