Menjadi Guru Idola

5 tips jadi Guru Idola Siswa Jaman Now

Banyak cara menjadi idola. Tidak selalu dengan mengikuti ajang idol yang marak di televisi akhir-akhir ini, seperti Indonesian Idol, Indonesia Mencari Bakat, Indonesia’s Got Talent dan lain sebagainya. Tidak juga dengan mengupload video kita di youtube, seperti yang banyak terjadi sekarang. Sebagai guru kita juga bisa menjadi seorang idola, khususnya idola bagi murid-murid kita. Tapi, tak ada guru yang langsung menjadi idola di hadapan anak didiknya, meskipun guru tersebut berwajah tampan dan cantik. Sebab penampilan fisik semata tidak menjadi jaminan guru itu menjadi guru idola.

Hal yang perlu diperhatikan dan dipraktekkan (dilaksanakan) oleh guru untuk dapat menjadi guru idola antara lain :  Pertama yang perlu kita lakukan adalah dari diri kita sendiri. Kesan pertama apa yang akan kita munculkan ketika pertama kali bertemu dengan mereka? Apakah anda seorang guru yang suka bercerita lucu, tak banyak bercanda, senang memberikan motivasi, belajar lewat cerita motivasi, sangat disiplin dan tegas, senang berbaur dengan mereka, mau terbuka untuk mendengarkan keluh kesah mereka, atau ingin disegani oleh mereka? Maka jadilah diri sendiri. Percaya diri adalah kunci segalanya. Jadilah guru yang selalu unik di mata murid kita . Kedua,murid-murid identik dengan jiwa kekanak-kanakan. Oleh karena itu guru diharapkan mengetahui apa-apa saja yang disenangi murid-muridnya, mengajak mereka bernyanyi sebelum mulai belajar, bisa juga dengan membacakan dongeng kepada mereka. Ketiga, guru itu harus bisa menanamkan sifat disiplin kepada anak muridnya. Disamping itu seorang guru mesti disiplin terlebih dahulu. Jika seorang guru selalu datang terlambat, maka murid-murid tidak akan respek dan tidak akan mau melakukan apa yang disuruh gurunya terkait dengan kedisiplinan. Keempat, seorang guru harus kreatif, tidak sombong, rendah hati, selalu melemparkan senyum termanisnya, tidak pilih kasih, mampu bersabar ketika peserta didiknya bandel, dan senantiasa bersyukur pada Allah SWT

Sayangnya dalam proses belajar mengajar masih ada sebagian guru memiliki sikap  ingin menguasai dan secara otoriter mamaksa murid-murid agar patuh terhadap perintahnya. Kecintaan terhadap anak didik telah berkurang, mengancam anak didik bila melanggar aturan, sehingga pada saat proses belajar mengajar membuat mereka menjadi merasa takut dan membuat suasana  kelas menjadi tegang.  Seorang guru yang baik mestinya harus  bijaksana dalam mempertimbangkan dan memperlakukan siswa sesuai dengan karakternya, karena setiap  peserta didik memiliki keunikan dan kepribadian yang berbeda.

Hal yang harus dipahami oleh guru adalah tidak semua murid punya daya tangkap yang sama ketika menerima pelajaran. Ada yang cepat dan ada yang lambat. Dengan adanya kondisi ini guru harus bisa memahami kelebihan dan kelemahan muridnya, sehingga muridnya mampu berkompetensi sesuai dengan potensinya masing-masing. Untuk menjadi  guru yang diidolakan oleh murid-,muridnya, ia mesti terlebih dahulu menanamkan dalam dirinya untuk tetap komitmen dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai guru. Kecintaan terhadap tugas diwujudkan dalam bentuk curahan tenaga, waktu dan pikiran, dan bersikap professional. Bila guru memahami dan mengenal kepribadian murid-muridnya, maka guru yang bersangkutan akan disenangi oleh murid-muridnya. Itu artinya, jika sudah disenangi maka apa yang disampaikan di kelas akan mudah ditangkap oleh murid-muridnya.  Otomatis dia akan menjadi idola di hadapan murid-muridnya, karena mereka merasa dihargai dan merasakan kenyamanan dalam belajar

Selain itu, guru juga harus mampu menguasai bermacam-macam metode mengajar secara mendalam, karena proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh guru dalam menyampaikan materi yang diajarkan kepada murid agar dapat mempengaruhi  tujuan dari pendidikan dapat tercapai dengan baik. Guru dituntut untuk terus mengadakan pembaharuan.  Terutama yang berhubungan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Berbagai teknik pembelajaran, baik itu metode, pendekatan, maupun tata cara atau aturan dalam pembelajaran yang dirancang untuk menghasilkan transfer ilmu pengetahuan dari guru ke siswa harus terus dievaluasi

Sebagai seorang guru maka harus mampu mengamalkan 5 paradigma berikut : (1) Menjadikan 3 sasaran bidang garap pendidikan (koginitif-psikomotor-afektif) berkembang secara optimal, (2) Mengakui dan menghargai kecerdasan anak yangberbeda, (3) Menyesuaikan gaya belajar siswa, (4) Menfokuskan pada aktifitas siswa, (5) Menfokuskan pada penguatan kemampuan bukan ketidakmampuan siswa

Salah satu prinsip belajar adalah aktivitas yang menyenangkan dan menantang. Prinsip ini dapat dipenuhi. Salah satunya dengan kemampuan menghidupkan suasana. Suasana yang menggairahkan dalam belajar dapat ditempuh dengan ice breaking yang bisa kita sisipkan dengan game/permainan dalam pembelajaran di dalam atau di luar kelas. Dengan demikian, kita telah berusaha untuk menyatukan pikiran dan jiwa kita dengan siswa hingga terjalin kebersamaan dan saling memahami satu dengan yang lainnya.  Nah..sebagai guru, marilah kita memberikan pelayanan terbaik dan memuaskan kepada murid agar mereka senang belajar. Usahakan pula mereka mendapat learning by doing atau belajar sambil mempraktikkan sehingga belajar jadi lebih menyenangkan dan menggairahkan.  Selamat berjuang Bapak/Ibu guru. Semoga kita bisa mengantarkan anak didik ke gerbang kesuksesan dan jadilah idola bagi murid-murid kita. Wallahualam

Penulis : Santun Awi Jasica (Guru SDN 07 Nan Sabaris, Padang Pariaman)

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044