2 anak akit masuk islam

2 Anak Suku Akit Pendalaman Riau Masuk Islam

Allah SWT mempunyai banyak cara untuk memberikan hidayah Islam kepada umat manusia. Manusia yang dapat hidayahpun dari berbagai latar belakang profesi, budaya, dan warna kulit. Kalau Allah SWT sudah berkehendak untuk memberi hidayah Islam kepada seseorang, bagaimana pun gelapnya kehidupannya, sekeras apapun hatinya, dan sedalam apapun kebenciannya terhadap Islam maka tidak ada yang bisa menghalanginya untuk berkata jujur bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad SAW adalah rasul utusan Allah.

Proses masuk Islam dua orang anak suku pedalaman akit, dusun Bandaraya, desa Sokop, Kabupaten Kepulauan Meranti di masjid Agung Darul Ulum Selat  Panjang dihadiri oleh kedua orang tua anak tersebut.  Bapak  Awa dan Ibu Emi  selaku orang tua dari anak  bernama Bun Wa, sedangkan Bapak  Acai dan Ibu Jalina selaku orang tua dari anak bernama Akai. Kehadiran orang tua tersebut untuk memberikan izin baik secara lisan maupun tulisan kepada  anak-anak mereka untuk memeluk Agama Islam (Rabu, 12 Desember 2018).  Rombongan keluarga Akai dan Bun Wa diantarkan oleh Ibu Riati selaku pengelola sekaligus pendiri sekolah lokal jauh di Bandaraya, Munzir selaku Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (SLI) dari Dompet Dhuafa, dan Luthfi Irawan selaku penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara dari Dompet Dhuafa. Akses untuk sampai ke masjid Agung Darul Ulum Selat Panjang, rombongan harus naik kapal untuk menyeberang dengan waktu tempuh 2 jam.

Masyarakat suku pedalaman akit mayoritas memeluk agama Budha, termasuk keluarga Akai dan Bun Wa. Walaupun orangtua kedua anak tersebut masih memeluk Agama Budha tapi mereka tetap mendukung kemauan anaknya untuk memeluk Agama Islam. Sebelum kedua  anak tersebut mengucapkan dua kalimat syahadat ustad H. Ahmad Fauzi, S. Ag ketua  Yayasan Fitrah Fitrah Madani Meranti menjelaskan kepada orang tua dari Akai dan Bun Wa, bahwasanya dengan  memeluk Agama Islam tidak akan memutuskan hubungan  antara orang tua dan anak, bakti anak kepada orang tua adalah hal wajib walaupun beda agama, jelas ustad  H. Ahmad Fauzi saat berada di Kantor  Yayasan Fitrah Fitrah Madani Meranti sebelum dibawa ke masjid Agung.

Saat adzan dzuhur dikumandangkan seluruh masyarakat Kepulauan Meranti melaksanakan shalat dzuhur secara berjamaah di masjid Agung Darul Ulum, setelah selesai shalat dzuhur dilanjutkan dengan proses pengucapan syahadat untuk kedua anak Suku Pedalaman Akit dari Bandaraya tersebut yang disaksikan oleh puluhan orang serta orang tua mereka yang datang ke masjid. Suasana di masjid tersebut penuh haru bahagia menyaksikan Akai kelas 6 Sekolah Dasar dan Bun Wa  kelas 5 Sekolah Dasar telah sah memeluk Agama Islam. Setelah masuk Islam nama Akai berubah menjadi Mujahiddin dan nama Bun Wa berubah menjadi Muhammad Shobirin.

Setelah proses pengucapan syahadat, rombongan dari Bandaraya bergegas untuk pulang ke Bandaraya dengan kapal. Sesampai di pelabuhan Bandaraya,  ibu dari kedua anak  tiba-tiba menangis dengan wajah bahagia “pak guru, Bu Riati, terimakasih ya sudah mengantarkan kami untuk melihat langsung proses pengucapan syahadat anak kami” ucap ibu dari Akai.

“Ia ibu sama-sama” Ucap Munzir selaku Konsultan SLI

“Pak guru saya meyakini bahwa agama islam itu agama nomor satu Pak, makanya saya mau masukkan anak saya ke agama islam. Saya sangat bahagia sekarang anak saya sudah masuk Agama Islam Pak.” ucapnya lagi

“Ia bu, semoga ibu juga segera mendapat hidayah dari Allah” ucap Munzir. Beberapa percakapan singkat Ibu dari Akai tersebut menggambarkan alasan orangtua Akai dan Bun Wa mendukung anaknya untuk masuk Agama Islam karena mereka meyakini Agama Islam adalah agama nomor satu dan juga mengedepankan pendidikan.

Mari sama sama kita doakan semoga kedua anak tersebut Istiqomah memeluk Agama Islam dan semoga orang tua dari anak-anak tersebut segera mendapatkan hidayah-Nya. Amiin.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044